Bagi para perempuan, terutama yang sudah menikah, memutuskan untuk memilih alat kontrasepsi merupakan langkah yang sulit. Pilih alat kontrasepsi yang mana ya? Jangan-jangan kalau salah pilih bisa memberikan dampak buruk pada tubuh, salah satunya adalah rahim kering.

Tapi benarkah seperti itu? Apakah benar mengenai mitos yang beredar bahwa alat KB bisa membuat rahim kering? Pertama-tama kita akan membahas dulu istilah rahim kering yang beredar di masyarakat.

Apa itu rahim kering?
Rahim kering atau kandungan kering sebenarnya bukanlah sebuah istilah resmi dalam dunia medis untuk menggambarkan kondisi rahim. Istilah kandungan kering atau rahim kering muncul dalam masyarakat untuk merujuk pada dua hal yaitu perempuan yang susah hamil dan perempuan yang tidak menstruasi.

Lalu apakah alat KB?
Alat Kontrasepsi atau KB merupakan metode atau alat yang memang digunakan untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi terdiri dari kontrasepsi yang hormonal dan non hormonal. IUD atau spiral adalah jenis kontrasepsi yang non hormonal. IUD atau spiral ini kerjanya adalah dengan membentuk peradangan steril di rahim sehingga hasil pembuahan tidak dapat menempel di rahim. Jadi kalau memakai IUD seharusnya menstruasi berjalan seperti biasanya karena IUD tidak mengganggu hormon. Kalau memang tidak teratur itu tandanya ada masalah lain dan bukan disebabkan oleh IUD. Selain itu, IUD tidak mempengaruhi kesuburan. Setelah dilepas maka kemungkinan untuk segera hamil sangat besar. Selain IUD, alat kontrasepsi yang termasuk kontrasepsi non hormonal adalah kondom, diafragma.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, selain kontrasepsi non hormonal ada juga kontrasepsi hormonal. Ada beberapa jenis kontrasepsi hormonal yang kita kenal yaitu pil KB, suntik dan implan. Kalau pil KB kombinasi, yaitu, pil KB yang mengandung hormon estrogen dan progesteron, justru akan membantu memperlancar siklus menstruasi, dari yang tidak teratur menjadi teratur. Walaupun memang biasanya jumlah darah akan cenderung lebih sedikit. Apabila dihentikan pemakaiannya, biasanya fertilitas akan kembali seperti semula dan bisa segera punya anak.

Sedangkan implan dan KB suntik, jenis hormonnya memang hanya terdiri dari progesteron saja. Jenis kontrasepsi ini yang membuat perempuan tidak menstruasi. Efek ini tidak permanen, saat kontrasepsi dilepas maka siklus menstruasi pun akan kembali normal dalam jangka waktu minimal 3 bulan atau 200 hari. Hal ini disebabkan oleh karena jumlah akumulasi hormon yang berasal dari alat kontrasepsi baru benar-benar tereliminasi dari tempat penyimpanannya di tubuh (lemak) dalam jangka waktu minimal 3 bulan. Hal ini lah yang menyebabkan seseorang tidak bisa langsung punya anak karena fertilitasnya juga tidak langsung kembali seperti semula. Karena hal ini pula orang awam menganggap KB suntik atau implan membuat rahim perempuan kering. Namun, bila dalam jangka waktu setahun belum kembali siklus menstruasinya seperti semula, silahkan periksakan ke dokter spesialis kandungan untuk diperiksakan lebih lanjut penyebab amenore (tidak menstruasi) yang dialami.

Namun apabila kamu, ladies, ingin menggunakan KB, sebaiknya kamu dan pasanganmu konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk mengetahui jenis KB mana yang cocok. Karena setiap jenis KB masa berlaku dan efektifitasnya berbeda. Selain itu, faktor usia dan kondisi medis tertentu juga bisa mempengaruhi dari jenis KB yang sebaiknya dipilih.