Tanda si kecil siap toilet training

Beberapa bulan lagi, Yumna putri saya akan berusia 2 tahun. Sebagai seorang batita, cukup banyak kelakuannya yang membuat kami takjub. Kadang dia ngotot mau pakai celananya sendiri, di lain waktu anaknya ngotot nggak mau pakai popok. Tak hanya itu, kosakatanya juga semakin banyak dan sudah mulai pintar menirukan lagu-lagu yang sering didengarnya.

Jelang usianya yang 2 tahun ini, sebenarnya ada 2 hal yang ingin saya terapkan pada Yumna. Pertama tentu saja menyapihnya dan kedua urusan toilet training. Katanya nih, urusan menyapih dan toilet training ini perlu persiapan tersendiri dan bisa membuat ibunya baper.

Untuk urusan menyapih, Yumna sendiri sekarang memang sudah jarang sekali menyusu langsung. Bahkan tidur pun kadang dia hanya perlu dikeloni sebentar. Nah, kalau urusan toilet training lain lagi ceritanya. Saya harus mulai dari nol dan harus siap dengan segala kerepotan yang dihasilkan. Dan tentunya, sebelum memulai proses toilet training, tentunya saya harus tahu tanda-tanda kalau Yumna sudah siap. Apa sajakah tanda-tanda tersebut?

1. Konsisten buang air di waktu-waktu tertentu saja

Tanda pertama anak siap toilet training adalah konsisten buang air di waktu-waktu tertentu saja. Entah itu saat bangun tidur, selesai makan, atau malam sebelum tidur.Jika waktu si kecil buang air bisa diprediksi di waktu-waktu tertentu, ini artinya ia sudah bisa mengatur otot-otot kandung kemihnya untuk tidak buang air terus-menerus.Tanda lainnya adalah jika ia bisa menahan untuk tidak pipis selama 1 hingga 2 jam atau tidak mengompol ketika sedang tidur dalam jangka waktu yang sebentar.

Hmm, jujur kalau soal ini saya agak sulit mengetahuinya mengingat Yumna menggunakan pospak setiap hari. Pastinya ia terbiasa langsung pipis di pospaknya dan baru minta ganti kalau sudah merasa penuh sekali. Mungkin sebaiknya saya melakukan percobaan terlebih dahulu dengan tidak memakaikan pospak pada Yumna di hari libur untuk mengetahui jam pipisnya. 

2. Meminta popoknya diganti secara rutin

Tanda kedua kalau anak kita sudah siap untuk toilet training adalah kerap meminta agar popoknya diganti. Biasanya ini terjadi karena anak kita merasa jijik dengan popoknya yang kotor terutama jika selesai BAB. Bahkan bisa jadi anak terus-terusan minta popoknya diganti meski popoknya belum terlalu penuh. Munculnya rasa risih ini bisa diartikan bahwa anak kita sudah mulai perhatian terhadap kebersihan tubuhnya dan ingin celana yang dipakainya selalu kering.

Kalau Yumna sendiri sih memang selalu minta popoknya diganti kalau dia BAB. Kadang dia juga memberi tahu kami kalau mau BAB. Tapi kadang anaknya masih tidak konsisten. Di lain waktu dia malah menolak diganti popok meski tahu popoknya sudah kotor. Heu.

3. Penasaran dan suka meniru saat orang lain menggunakan toilet


Kadang ada saat di mana si kecil tiba-tiba berada di belakang membuntuti kita saat berjalan menuju toilet. Nah, ternyata ini bisa jadi merupakan tanda bahwa si kecil penasaran dengan bentuk toilet dan ingin tahu apa yang dilakukan orang saat berada di dalamnya.

Kalau anak sudah menunjukkan ketertarikan dengan urusan kamar mandi ini, kita bisa memanfaatkannya dengan langsung mendemonstrasikan langkah-langkah menggunakan toilet di depan anak. Kita bisa mulai mengajari mulai dari membuka celana, duduk di atas toilet, hingga memencet flush saat ia sudah selesai buang air. Dengan begitu, saat anak ingin buang air, ia bisa langsung mempraktekkan cara-cara tersebut.

Yumna sendiri sejak usianya 1,5 tahun sudah saya ajak ke toilet bersama untuk menunjukkan bagaimana cara buang air kecil. Belakangan anaknya kalau sudah ke kamar mandi selalu langsung jongkok di depan kloset dan bilang dia mau mimih. Padahal sih ya, anaknya sudah pipis duluan di pospak dan tinggal cebok. Yumna sekarang juga selalu ngotot mengambil air sendiri buat cebok saat kami di kamar mandi.



4. Merasa malu ketika buang air di depan orang lain

Dulu, salah satu keponakan saya kalau sedang BAB langsung lari ke belakang pintu dan ngeden di sana. Saat melihat hal tersebut saya menganggapnya hal yang sangat lucu. Ternyata, saya baru tahu kalau itu adalah tanda kalau anak kita merasa malu buang air di depan orang lain. Selain itu, anak yang siap toilet training juga memiliki kemampuan untuk mengontrol dan menahan buang air hingga tidak ada lagi yang melihatnya.

Selain dengan bersembunyi, biasanya si kecil juga menunjukkan ekspresi ingin buang air dengan mengejan atau terlihat gelisah. Bahkan ada juga anak yang sudah dapat mengungkapkan keinginannya secara langsung, seperti mengucapkan kata "pipis" atau "pup". Ini artinya, ia sudah memahami cara kerja tubuhnya dan siap untuk berlatih menggunakan toilet. Well, kalau untuk yang ini kayaknya Yumna sudah menunjukkannya sejak masih berusia 1 tahun.

Baca juga : Yuk, Pantau Tahapan Tumbuh Gigi pada Bayi


***

Dalam urusan memulai proses toilet training ini, pastinya dibutuhkan kesabaran yang ekstra dalam mengajari si kecil yang selalu berubah-ubah moodnya. Saat ini bisa saja ia mau menuruti semua langkah yang kita tunjukkan, lalu tiba-tiba menolak dan rewel keesokan harinya.

Tak hanya itu, saya juga harus tetap mengawasi Yumna saat berada di kamar mandi untuk menghindari kecelakaan, terpeleset, atau hal-hal buruk lainnya. Saya juga sebaiknya tidak terlalu memaksakan karena itu justru akan membuatnya frustasi dan memperlambat proses kesiapan Yumna secara alami. Nah pertanyaan selanjutnya, jika Yumna sudah siap dengan proses toilet training-nya, apakah saya sebagai ibunya juga sudah siap menjalaninya?