Siang itu kami berlari dari kejaran delapan tentakel gurita raksasa, masuk ke mulut ulat, dan memanjat jamur beracun. Petualangan minggu lalu begitu mendebarkan saat berada di Funtopia Balloon Park, Bintaro, Tangerang.

Funtopia Balloon Park is coming to your city!

Tersesat di Funtopia Balloon Park

Setelah kami melewati gerbang bertuliskan Funtopia, keadaan mendadak berubah. Kami nampak kecil di antara bangunan-bangunan raksasa.

Kami berusaha mencari jalan keluar. SID segera memanjat TravelokaTrack yang berwarna biru-kuning agar dapat melihat dari ketinggian. Selanjutnya ia meluncur dengan kencang sambil menunjuk ke arah samping. Rupanya di antara dua perosotan Traveloka Track terdapat kolam kubus. Sejenak kami mendinginkan diri di dalam kolam.

Berendam di kolam kubus Traveloka Track
Petualangan ini membuat lapar. Kami melihat jamur raksasa merah dengan totol putih, nampaknya sedap dimakan. SID dan saya berlari menuju tempat si jamur dan bertemu anak lain bernama Abhi. Ia juga ingin memakan jamur tersebut.

SID, saya, dan Abhi di dekat jamur beracun
Sepertinya saya pernah melihat jamur ini di Eropa dan Afrika Utara. Astaga, ini kan jamur beracun Amanita Muscaria! Baru saja saya hendak mengingatkan SID untuk menghindari Amanitatetapi ia sudah terlanjur naik ke batang jamur. Duh, bagaimana caranya ia turun?

SID terjebak di Mighty Mushroom
Saya berteriak, “Lompat saja, Nak. Aman, kok. Di bawah ada kolam kubus.”. Ia bersikeras tak mau melompat karena ketakutan.

Saya berusaha menaiki pijakan di batang jamur tetapi tidak kuat. Syukurlah Ayah SID segera datang dan menolong si bocah nekad turun. Kami pun segera menjauh dari Mighty Mushroom.

Di saat kami mencari petunjuk jalan, ada lengan-lengan pink-ungu yang menjulur menghalangi jalan. Tantangan apa lagi ini?

Siap meluncur di tentakel Old Octopus
Oh, tidak! Old Octopus dengan delapan tentakelnya berusaha meraih kami. SID dan saya segera berlari menghindar. Kami melewati bawah tentakel dan meluncur di perosotan dua tentakel.

Kami waspada akan semburan tinta hitam gurita dan kemampuannya menirukan warna benda di sekitarnya. “Terus bergerak, Nak. Jangan sampai tertangkap!”, pekik saya.

Syukurlah di depan kami berdiri Crown Castle, kastil megah berwarna biru dan oranye. Kami berharap ada keluarga kerajaan atau prajurit yang dapat menolong.

Tak ada prajurit di Crown Castle
Kami berlari memutari kastil akan tetapi tak satupun dari mereka yang kami jumpai di sana. SID dan saya melangkah gontai keluar kastil kemudian “HAP!”. Seketika kami berada di dalam sesuatu berwarna kuning. Benda apakah ini yang telah memakan kami?

Kami mendaki dan meluncur untuk mencari jalan keluar dari makhluk kuning tersebut. Terasa pengap di dalam. Kami butuh oksigen!

Fiuh … akhirnya kami berhasil keluar. Tak disangka kami baru saja keluar dari Caterpillar Cave. Ah, memang rakus si ulat seperti kisah dalam buku “The Very Hungry Caterpillar”.  Ulat doyan makan dan makan untuk menjalani proses metamorfosis sehingga menjadi kupu-kupu cantik. Saya kok jadi iri ya dengan si ulat. Banyak makan malah jadi cantik. *eh curhat.

Mencari jalan keluar dari Caterpillar Cave
Rasa lapar kembali datang. Kami bergegas melompat ke Candy Cane. Wow, asyiknya dikelilingi permen tongkat berukuran besar. By the way, permen berwarna merah-putih ini mengingatkan saya akan hari kemerdekaan Indonesia yang baru saja kita peringati. Dirgahayu NKRI!

Berada di antara permen-permen raksasa Candy Cane
Lelah juga ya mengarungi Funtopia. Cuaca terik siang itu cukup membuat kami berkeringat ditambah lagi tadi dikejar-kejar berbagai makhluk raksasa.

Kami bersandar di bola putih sambil berteduh sejenak. Eh tapi kok bola ini bergerak? Hah, ternyata kepala Bunny Boo! Sepertinya kelinci putih ini terusik mendengar suara kami. Telinga kelinci yang panjang mampu mendengar suara-suara di kejauhan tanpa perlu menengok ke belakang.

Terima kasih Bunny Boo!
Bunny memberitahu kami jalan keluar yang rupanya sudah dekat. Jalan keluar satu-satunya dengan naik balon udara yang ada di dalam Mystery Maze.

Kabar gembira ini membuat saya bersemangat masuk ke dalam labirin biru-kuning tersebut. Namun, saya berkali-kali tersesat ketika harus memilih belok kanan atau kiri. Dinding labirin yang tinggi membuat saya tak dapat melihat alur yang tepat menuju balon udara. Syukurlah Mystery Maze berhasil terpecahkan dan balon udara membawa kami pergi meninggalkan Funtopia.

Belok kanan atau kiri di Mystery Maze?
Hei, sudah tahu zona rekreasi keluarga terbaru di Bintaro Xchange Park? Funtopia Balloon Park merupakan arena balon bermain pertama dan terbesar di Indonesia. Funtopia mengajak kami berlari, melompat, dan meluncur di antara balon raksasa. And yes, orang dewasa boleh turut serta bermain bersama anak-anak di balon-balon tersebut. It’s a great idea to spend family time in Funtopia!

Cerita panjang lebar saya di atas menjadi petualangan SID, Ayah SID, dan saya saat Sabtu lalu kami mengunjungi Funtopia. Walau cuaca begitu terik, petualangan kami di sana begitu seru dan berkesan.

Anak Versus Gawai

Saya penasaran dengan konsep arena bermain Funtopia sejak kepo-inInstagram @beyondscreenproduction. Sepertinya aktivitas bermain di Funtopia cocok untuk mengalihkan SID dari kecenderungannya bermain gawai. Bukan melarang 100% sih, saya membatasi screen timeanak balita kami dengan memberi alarm 5-10 menit tiap menonton video di YouTube.

Kami menyadari penggunaan gawai berlebihan, terutama bagi anak-anak, dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Seperti penelitian jurnal Global Pediatric Health yang menunjukkan bahwa penggunaan perangkat teknologi selama berjam-jam berpotensi mengganggu kualitas tidur dan gizi anak. Siang hari seharusnya menjadi waktu yang tepat anak beraktivitas fisik, melatih kemampuan motorik. Sayang sekali bila waktu efektif tersebut hanya digunakan bermain HP.

Anak butuh beraktivitas fisik dan mengurangi bermain gawai
Ada satu buku menarik yang menjadi pengingat saya sebagai orang tua mengenai dampak penggunaan gawai. Buku ini berupa buku cerita bergambar yang cocok dibacakan untuk anak tetapi isinya nyentil orang tua juga. Buku “Screen Time” karya Tashca Liudmila menyadarkan saya pentingnya menempatkan keluarga di urutan pertama, bukan gawai. Baca ulasannya di sini.

Tascha menjelaskan,”Tanggung jawab kita sebagai pihak yang lebih dewasa untuk membuat anak-anak tertarik pada aspek kehidupan sosial. Dalam hal ini, orangtua perlu menetapkan batasan yang konsisten terhadap penggunaan perangkat digital oleh anak dan menggantikannya dengan aktivitas bersama keluarga.”.

Untuk meningkatkan aktivitas fisik anak sekaligus rekreasi keluarga, Travelokadengan Beyond Screen Productionmenghadirkan Funtopia Balloon Park. Pertama kalinya Funtopia digelar di Bintaro Xchange Park, Bintaro Xchange Mall, Tangerang selama 17-30 Agustus 2018. Selanjutnya Funtopia akan diboyong ke Prabuwangi Park, Bandung pada 21-30 September 2018 dan rencananya akan hadir di Surabaya.

Memanjat keluar dari tubuh ulat
Funtopia mengajak pengunjung berpetualang mengembangkan imajinasi layaknya berada dalam negeri dongeng. Di sana anak-anak dapat mengenal warna, bentuk, serta melatih kemampuan motorik.

“Kreativitas para orangtua dalam menyediakan kegiatan pengganti screen time anak sangat dibutuhkan karena aktivitas fisik sangat berperan dalam menstimulasi kecerdasan anak.” ujar Mia Lukmanto, CEO dan Founder Beyond Screen Production.

Christian Suwarna, Senior Vice President Business Development Traveloka, berharap hadirnya Funtopia di Traveloka membuat keluarga Indonesia dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan momen kebersamaan dengan keluarga, terutama saat akhir pekan.

Tips Menikmati Funtopia Balloon Park

Funtopia menawarkan permainan luar ruangan yang asyik. Supaya makin seru bermain di sana, berikut tips menikmati Funtopia Balloon Park a la Helenamantra:

1. Sebelum berangkat, beli tiket Funtopia secara online di website Traveloka supaya enggak repot mengantre. Tiket dan informasi mengenai Funtopia dapat diakses di menu Traveloka Aktivitas & Rekreasi di www.traveloka.com.

Udah familiar, kan, dengan Traveloka buat mencari tiket pesawat dan hotel dengan harga terjangkau. Traveloka semakin lengkap dengan menyediakan kebutuhan entertainment hingga kuliner (Traveloka Eats).

Traveloka menawarkan berbagai paket hemat untuk pengunjung dalam grup, antara lain:
  • Regular Weekend & Public Holiday - Grup (10 orang) yang normalnya Rp950.000,00 jadi hanya Rp902.500,00.
  • Regular Weekend & Public Holiday - Family Package A (3 orang) yang normalnya Rp285.000,00 jadi hanya Rp270.750,00.
  • Regular Weekend & Public Holiday - Family Package B (4 orang) yang normalnya Rp380.000,00 jadi hanya Rp361,000,00.

Ada diskon tambahan 15% untuk pengguna kartu kredit BCA dengan kode BCAFUNTOPIA, lho!

Datang ke Funtopia dalam grup lebih hemat. Cek promo tiketnya di Traveloka

2. Funtopia merekomendasikan permainan balon raksasa ini untuk anak di atas usia 2 tahun (anak usia di bawah 2 tahun gratis biaya masuk tetapi sebaiknya tidak berada di atas arena balon bermain). Namun, saya sarankan untuk anak balita sebaiknya selalu ditemani selama bermain karena arena balon yang luas.

3. Siapkan fisik dan mental diri juga anak untuk bermain di luar ruangan. Jelaskan pada anak bahwa arena bermain Funtopia berada di taman terbuka, bukan gedung ber-AC.

4. Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Bawa pakaian ganti bila perlu.

5. Bawa topi, payung, dan kacamata hitam untuk melindungi tubuh dari terik matahari.

6. Bawa air mineral supaya tubuh tetap segar. Di sini tubuh akan banyak berkeringat setelah berlari, memanjat, melompat, dsb.

Cuci tangan setelah bermain, ya.
7. Datang saat pagi banget atau sore hari supaya tidak terlalu panas.

8. Saat berada di balon bermain, pengunjung harus melepas alas kaki dan menggunakan kaos kaki. Tersedia penitipan alas kaki di dekat Traveloka Track dan Crown Castle. Pengunjung akan menggunakan sandal putih (seperti sandal hotel) untuk digunakan di Funtopia.

9. Jika dirasa kurang sehat atau terjadi kecelakaan, Funtopia telah menyediakan tim medis yang letaknya di dekat pintu keluar. Semoga sih enggak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tempat penitipan sepatu dan medis
10. Bermain dengan tertib supaya semua pengunjung nyaman. Jangan makan/minum di arena balon bermain, apalagi sambil lompat-lompat.

11.  Kalau lapar, wisata kuliner aja di Kuliner Traveloka. Banyak booth makanan dan minuman tersedia di sana.

Mampir makan di Kuliner Traveloka
12. Mampir ke booth Traveloka dan ikuti lucky draw untuk mendapat hadiah langsung. Alhamdulillah saya mendapat voucher Traveloka Eats Rp50.000,00 yang bisa dibelanjakan di area Kuliner Traveloka.

13. Pengunjung wajib memakai gelang tiket selama bermain di Funtopia. Bila meninggalkan arena bermain (misal mau ke toilet) dan hendak kembali lagi, mintalah stempel di pintu keluar.

Tunjukkan aplikasi Traveloka di smartphone untuk mengikuti lucky draw
Itulah pengalaman tak terlupakan kami tersesat diantara balon-balon raksasa di Funtopia Balloon Park. Bermain bersama anak itu melelahkan fisik namun membahagiakan psikis. Have fun in Funtopia!

Funtopia Balloon Park

Bintaro Xchange Park, Tangerang, Banten

Waktu operasional:
Senin – Jumat pukul 15.00 – 22.00 WIB
Sabtu – Minggu pukul 07.00 – 22.00 WIB
Hari libur nasional pukul 10.00 – 22.00 WIB

Tiket normal Senin – Jumat Rp85.000,00/orang sedangkan Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional Rp100.000,00/orang (untuk usia 2 tahun ke atas)
Tiket promo atau bundling (grup) dapat dibeli di website Traveloka.