Menjaga interaksi karena ipar laki laki bukan mahram

Hidup berumah tangga bagi pasangan muda tentu sangat didambakan bisa seperti pasangan lainnya yang hidup antara suami, istri dan anak saja.

Sayangnya keinginan tersebut mungkin tak selamanya seperti yang diharapkan. Seperti saya, salah satunya yang hidup berumah tangga masih seatap dengan keluarga suami.

Lalu bagaimana tips tinggal dengan adik ipar laki-laki?
1. Menjaga interaksi karena adik ipar laki-laki bukanlah mahram. 
Sebagai muslimah, tinggal dengan adik ipar laki-laki tentu berbeda dengan saat tinggal dengan adik ipar perempuan. Dengan adik ipar laki-laki dari nasabnya saja bukanlah mahram kita, sehingga ada adab-adab yang harus dijaga baik ketika ada suami ataupun tidak ada.

Pada saat tertentu, ketika ibu mertua tidak ada, otomatis agak lebih banyak berinteraksi dengan adik ipar laki-laki.

Sebagai muslimah, saya berusaha untuk menjaga diri ketika suami tidak ada, sehingga menjaga interaksi seperlunya saja. Ketika tidak ada kepentingan sebaiknya menyibukkan diri dengan hal lain atau baiknya beraktivitas di kamar sementara waktu.

2. Memakai hijab di dalam rumah saat ada adik ipar laki-laki

Karena status nasab adik ipar laki-laki bukanlah mahram, maka sebagai seorang muslimah harus menjaga adab seperti memakai hijab pun di dalam rumah. Jadi tak ada bedanya seperti kita bertemu dengan orang lain di rumah.

3. Tetap mengutamakan suami 
Saat beraktivitas rumah tangga sehari-hari, tak dipungkiri terkadang waktu tidak bersama suami, ada ipar laki-laki di rumah membatasi kita untuk gerak lebih banyak. Maka mencoba bersikap sewajarnya, tidak berbicara mendayu atau manja. Berusaha menjaga adab karena non mahram.

Tak selamanya tinggal bersama ipar kelak, mungkin hal tersebut sedikit menghibur sehingga kita berusaha sebaik mungkin menjalani hari ini dan hari hari ke depan dengan optimis. Semoga bisa memiliki rumah sendiri seperti yang diidam-idamkan keluarga inti. Wallahu 'alam.