Libur hari natal sudah di depan mata, tinggal 2 bulan lagi dan yang sangat menarik di tahun ini adalah liburan dalam rangka hari natal ini cukup panjang. Bagi saya yang tidak merayakan natal, tentu saja hal ini membuat saya ingin merencakanan traveling bersama keluarga. Tapi, itu kan peak season ya, bener-bener harus hati-hati memilih rute traveling kalau gak mau kejebak biaya mahal. 

Mesjid Jami Sumenep - Madura
Visit Sumenep

Hari Natal tahun 2018 ini jatuh pada hari selasa, dan senin dinyatakan sebagai hari cuti bersama. Untuk suami saya yang hanya bekerja senin-jumat tentu saja ini adalah libur yang cukup panjang. Travelin sudah bisa di mulai dari sabtu hingga selasa. Kami bahkan mungkin bisa memulainya sejak jumat malam. Hayooo.. Sudah pada cek kalender belom? Jangan-jangan pada belum tau kalo libur hari natal tahun ini panjang. 

Padahal kalau ngajak anak-anak, pengen banget ke menjelajah singapore karena banyak wahana edukasi dan keren disana. Apalagi tiket ke singapore itu, anehnya, selalu lebih murah ketimbang saya jalan-jalan ke Indonesia barat ataupun timur. Sumatra atau raja ampat. Lebih murah tiket ke singapore. Hahaha.. Ini fakta. 


Tapi untuk keluarga kelas menengah seperti kami, pasti sangat menghindari bepergian di tanggal peak season yang harga semua tiket penerbangan menjadi mahal. Hotel di singapore pun pastinya jadi selangit harganya di libur natal dan tahun baru. Jadi alternatif terbaik untuk traveling saat libur hari natal tentu saja, destinasi dalam negeri yang dekat dan hotelnya murah. 

Kami merencanakan untuk menjelajah pulau Madura. Akhir-akhir ini surga-surga wisata di Madura mulai menyeruak dan mengenalkan identitasnya dimata masyarakat. Setidaknya ada 30 tujuan wisata yang menarik di kunjungi disana. Dan lebih dari setengahnya adalah pantai. Selebihnya ada air terjun, bukit-bukit hijau, kerajaan, dan tentu saja kuliner. Dan sebagian besar tempat wisata yang sangat cakep dan ingin saya kunjungi ada di Kabupaten Sumenep. 

The most wanted, GILI LABAK
(Source : Tribunnews) 

GILI IYANG (source: visitsumenep)
Pulau dengan kadar oksigen tertinggi di dunia
Kangean Underwater - Kangean island
(source: visitSumenep)

Tuh kan, Untuk saya yang memang pecinta laut dan pantai, Madura adalah incaran yang sudah masuk waiting list sejak lama. Hanya saja, kondisi memiliki anak kecil cukup membuat saya berpikir kapan ya bisa kesana. Liat foto-foto wisata Sumenep aja sudah bikin saya susah tidur, pengen banget kesana. Mungkin nih, libur natal 4 hari ini pun belum cukup untuk explore Sumenep. Masih di tambah lagi wisata di Bangkalan, dan Pamengkasan.

Rasanya tak ingin melewatkan kabupaten lain di Pulau Madura yang punya air terjun Ahatan, tebing waru Pamekasan, bukit cinta, bukit kapur, bukit jaddih, mesjid jami yang ada di foto utama di atas, dan tentu saja keraton Sumenep. Semua sangat menarik di kunjungi. 

Tentu saja karena Madura adalah kepulauan, jadi pastinya memiliki banyak pantai. Dan karena belum begitu terkenal seperti Bali dan Lombok, jadinya belum banyak terjamah wisatawan. Masih sangat asri. Di tambah dengan bukit-bukit kecil yang di kelola dengan baik. 

Dalam hati kecil saya, merasa sangat bangga memiliki kakek yang berasal dari sebuah kabupaten dengan wisata alam seindah itu. Seandainya komunikasi keluarga tidak terputus, mungkin saya bisa bertemu sepupu-sepupu disana kali ya. Hehehe.. 

Jawa Timur kan luas, kenapa harus Madura? 
Ada 3 alasan saya pribadi untuk ke Madura

1. Mencari Jejak Leluhur

Tidak banyak yang tau, bahwa saya adalah keturunan Madura. Tepatnya kakek saya dari pihak ibu berasal dari Sumenep. Kakek saya sudah wafat sejak ibu berusia 8 tahun. Dan sejak itupula, keluarga ibu kehilangan kontak. Jadi wajar saya kami sekelyarga disini tidak ada satupun yang paham tentang Madura apalagi mengerti bahasa Madura. Tahun 1972 ketika kakek wafat, mana ada handphone, kakek juga seorang perantauan di kalimantan. Tidak ada saudara. 

Almarhumah nenek hanya menyimpan alamat kakek saja dari alamat-alamat surat yang pernah di kirim. Lagipula saat itu, almh nenek sibuk mengurus anak-anak yang masih kecil ketika di tinggalkan mendiang kakek karena ibu saya 4 bersaudara masih kecil. 

Jadi, alasan saya ke Madura, ingin mencari jejak leluhur. Hahaha bahasanya kok jadi lebay. Setidaknya meski saya tidak menemukan jejaknya, saya hanya ingin tau, ini adalah tanah kelahiran kakek saya. Itu saja. Dan bagi saya itu menyenangkan untuk di ketahui dan tunjukkan ke anak-anak saya. 

Konon sih katanya, keluarga kakek saya juga petani garam. Tinggalnya pun di tepi pantai. Seandainya bisa, pengen lah ya belajar bagaimana sih membuat garam dan kehidupan petani garam lalu di tulis di blog. Hihihi.. 

Panen garam di Sumenep
(source: visitsumenep) 

2. Penasaran
Untuk seluruh kota di pulau Jawa, Surabaya adalah yang terdekat dengan Banjarmasin. Jadi otomatis setiap mau ke Bali, lombok, semarang, dan semua kota lain di Jawa seringkali melewati Surabaya. Tak ayal, hampir semua tempat sudah pernah saya coba di Surabaya. Begitupun malang, karena dulu saya dan suami kuliah di Malang, dan ketika mau ke Bali dan Lombok kami singgah ke Malang. Tentu saja, Madura membuat kami jadi penasaran, Karena belum terjamah sama sekali. Satu-satunya kali kami ke madura hanya ke bebek sinjay


3. Sebelum semua jadi hits
Madura dengan begitu banyak wisata pantai yang luar biasa indah, saya pikir lebih baik saya mengunjunginya sekarang sebelum semua menjadi hits seperti Bali dan Lombok. Sebelum semuanya menjadi mahal dan di bangun fasilitas-fasilitas super mewah dan berbintang lima. Mungkin ada baiknya saya mengunjunginya saat Madura masih polosan (kenapa polosan sih bahasanya, hahaha). 

Ya intinya gitu, selagi Madura belum hits di mata dunia, marilah kunjungi dulu. Itung-itung kedatangan kita juga sebagai bentuk dukungan untuk memajukan wisata dalam negeri supaya makin di kenal masyarakat luas. 

Bicara soal penerbangan, sempat bikin bingung, apakah akan melalui bandara Surabaya lalu lanjut lewat darat ke Sumenep, atau dari Surabaya langsung terbang ke Sumenep. Seneng ya, sekarang Madura punya bandara sendiri dan langsung di Sumenep, kota asal kakek saya. 

Namun sekarang saya tidak susah lagi bertanya sana sini, lebih hemat mana? Karena di aplikasi Traveloka sudah tersedia perhitungan apabila saya turun di Surabaya dan lanjut via rental mobil, saya tinggal cek tarif rentalnya. Apabila lanjut terbang ke Sumenep, saya tinggal cek jam dan tarif flightnya. 

Nah, karena saya tidak ada wisata yang ingin saya kunjungi di Surabaya, dan saya cek tarif rental mobil hampir setara dengan flight ke Sumenep, tentu saja saya lebih memilih langsung flight. Ini dia rute pilihan saya. 

Tiket pesanan saya ke Madura

Tarif Hotel Murah Sumenep

Yang tidak kalah seru, hotel di Madura itu memang tidak banyak gaes, tapi harganya murah. Tidak seperti umumnya prinsip ekonomi begitu barang langka lalu harganya mahal. Di Madura semua hotel cukup terjangkau, dari under 100.000 hingga 300 ribuan saja meski sedang peak season musim hari libur natal. Ada juga sih yang lebih tinggi dari 400-800 ribu hotelnya cuma terletak di kabupaten lain yaitu pamekasan. Yang hotel di Sumenep sih teteuppp murah. 

Kalau kalian, tertarik gak untuk explore Madura?