source : wholesaleairtrack
Kebanyakan dari wanita inginnya selalu tampil langsing, bukan Cuma biar sekedar mendapat pujian tapi lebih kepada badan yang terasa sehat sehingga bisa melakukan aktifitas dengan lancar. Termasuk saya sendiri yang badannya naik 20kg ketika hamil, dan sekarang masih sisa 10kg lagi, hiks.
Saya merindukan bentuk badan saya waktu masih gadis, salah satu alasannya supaya pakaian lama muat kembali. Soalnya pernah waktu itu saya ke toko baju dan melihat celana kulot yang trendi. Tahu kan celana kulot biasanya dari bahan karet dengan cutting yang lebar. Saya pikir saya bakalan cocok pakai celana itu, waah pikirannya kalau jadi beli celananya saya mau foto OOTD dong di Instagram. Namun sebelum beli saya cobain dulu di kamar pas.

Empat celana yang saya coba, nyesek semua. Memang bisa masuk, tapi jadinya ngepas dan ngejeplak terutama di bagian paha sehingga nggak nyaman pakainya. Seketika saya kesal dan bete’. Pas saya cerita ke suami, eh dia malah bilang begini “bukan badan adek yang salah, tuh celananya aja yang kekecilan”.

Bisa aja deh dia menghindari amukan Godzila.

Selain itu saya juga sering merasa “begah” dengan berat badan sekarang. Melakukan aktifitas fisik seperti pekerjaan rumah saja saya sering merasa cepat lelah. Apalagi pekerjaan saya kebanyakan duduk di depan layar komputer, sehingga membuat saya sering malas bergerak.

Akhirnya saya coba untuk mulai olahraga. Paling gampang sih lari ya, jogging sore gitu. Awalnya saya semangat banget, eh pas lari nggak sengaja lewat toko pempek dan saya ngiler. Jadinya saya mampir deh makan pempek sepuluh biji. Karena kekenyangan saya pulangnya naik ojek.

Hadeeeeeh susah ya mulai olahraga.

Karena takut banyaknya godaan di jalan, saya ganti olahraganya dengan mengikuti senam di tempat Gym dekat rumah. Belum sampai sebulan saya senam disana,  eh instruktur yang wanitanya resign katanya mau nikah.

Terpaksa saya senam dengan instruktur laki-laki. Jujur kurang nyaman, karena saya jadi nggak bisa lepas jilbab. Otomatis gerah banget kan. Kedua, saya jadi nggak lepas melakukan gerakan karena ada rasa malu.

Cukup sekali deh jadinya, saya kapok kalau instruktur senamnya laki-laki.

Suami saya sarankan kenapa nggak senam di rumah aja, lihat gerakannya di Youtube. Saya awalnya malas karena kalau di rumah tuh kurang semangat, nggak ada temannya. Saya todong aja do’i untuk nemenin saya dan dia mau.

Karena wacana itu saya jadi semangat lagi untuk olahraga. Saya juga semangat untuk menyiapkan baju olahraga dan browsing matras senam yang aman dan nyaman untuk digunakan.

Dari hasil googling saya banyak nemu blogger yang mereview matras senam Air Track, bahkan menjadi best air track brands reviews di halaman pertama mesin pencarian. Klaimnya matras ini dibuat dari bahan yang berkualitas, dengan desain yang menarik, dan tahan lama. Karena mereka sudah berpengalaman selama  sembilan tahun menjadi produsen matras senam.

Matras senam Air Track ini juga memiliki beberapa jenis ketebalan P1, P2, dan P3, yaitu 10cm, 20cm, dan 30cm. Disesuaikan dengan kebutuhan kita masing-masing. Dengan tebal segitu jadi mencegah cedera jika gerakan yang dilakukan banyak bertumpu ke lantai atau bahkan lompatan.
 
training set gymnastics home edition


funny-air-gym
Hasil penemuan saya ini akan saya ajukan proposal ke suami, tentu saya harus siapkan rayuan maut Naga Geni 212. Nah, kalau kalian tertarik juga untuk mulai senam di rumah, You can buy air tracks on their website which I wrote below. Di websitenya kalian juga bisa menemukan informasi promo seperti airtrack coupon.

Doa’in ya supaya saya istiqomah olahraganya, dan nggak ada kang bakso atau kang siomay yang lewat depan rumah. By the way cerita dong di kolom komentar, olahraga apa yang biasa kalian lakukan di rumah.


www.wholesaleairtrack.com