Pasti sudah sering mendengar pro dan kontra nya tentang Styrofoam untuk makanan. Banyak yang bilang katanya Styrofoam itu berbahaya untuk kesehatan, tapi ada yang bilang juga membuat makanan lebih awet dan efisien. Bahkan tahun 2016 lalu, Wali kota Bandung, Bapak Ridwan Kamil mengeluarkan Peraturan Daerah untuk memperbaiki lingkungan. Salah satunya yaitu melarang warga Bandung untuk menggunakan Styrofoam. Dengan alasan merusak lingkungan, karena termasuk material yang sulit untuk didaur ulang.

Sabtu, 13 Oktober 2018 lalu, saya dan teman-teman blogger diundang untuk menghadiri acara Cooking in Style with Chef Vera Christiani, “How to Make Good Quality Take Away Foods”. Pada acara ini Chef Vera melakukan cooking demo dan memberi tahu bahwa Styrofoam itu aman. Karena beliau juga menggunakannya untuk menyiapkan bahan makanan dan untuk restonya. Selain itu ada persentasi dari Ir.Akhmad Zainal Abidin, M. Sc., Ph.D (Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB di Program Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri) dan DR. Dianika Lestrari ST. (Dosen Program Teknik Pangan di ITB), menyatakan bahwa Styrofoam aman digunakan untuk makanan dan tidak merusak lingkungan. Penasaran kenapa dinyatakan aman? Simak ulasannya, yuk…

Styrofoam

styrofoam aman untuk makanan
Styrofoam untuk makanan & minuman, Pict. from uucss.org

Styrofoam dikenal juga dengan nama Polistiren (PS). Polistiren juga merupakana bahan baku yang umum pada peralatan rumah tangga, barang elektronik, mainan anak-anak, suku cadang kendaraan, dan berbagai peralatan kesehatan. Keunggulan Styrofoam untuk makan atau minuman adalah karena ringan, tidak mudah bocor, dan praktis. Polistiren  adalah bahan plastik serba guna yang banyak digunakan untuk pembuatan berbagai produk konsumen yang sifatnya keras dan padat terutama sangat bermanfaat bagi produk yang memerlukan kejernihan dan kestabilan.

Sekitar tahun 2015-2016, Styrofoam tidak boleh digunakan lagi untuk makanan, karena beracun sehingga bisa terkontaminasi dengan makanannya dan juga sulit untuk didaur ulang. Karena pernyataan itu, penjual makanan tidak ada lagi yang menggunakan Styrofoam untuk dijadikan pembungkus makanan.

Tetapi saya mendapatkan informasi dan pengetahuan yang baru tentang Styrofoam pada hari sabtu kemarin. Styrofoam aman untuk digunakan untuk makanan dan dapat didaur ulang sehingga dapat ramah terhadap lingkungan. Hanya kembali lagi pada manusianya, apakah bisa mulai memilah antara sampah organic dan non organik. Kita simak yuk, kenapa Styrofoam itu dinyatakan aman dan boleh digunakan kembali untuk makanan.

Baca Juga : Solusi Sakit maag Bagi Pecinta Kopi

Styrofoam Aman Digunakan Untuk Makanan

styrofoam aman untuk makanan
Styrofoam untuk Makanan, Pict. From Pixabay

Mengapa ada isu tentang yang salah tentang Styrofoam? Karena pemahaman yang keliru tentang kandungan stiren pada Styrofoam. Padahal stiren berbeda dengan polistiren, maka tidak dapat disamakan.

“Polistiren dan stiren adalah dua zat yang berbeda. Meskipun polistiren dibuat dari stiren, namun menyatakan polistiren sama dengan stiren adalah seperti menyatakan berlian sama dengan karbon. Keduanya bukan merupakan zat yang sama.” Penjelasan dari Dewan Ilmu Kimia Amerika Serikat.

BPOM juga sudah melakukan penelitian pada tahun 2009, bahwa Styrofoam yang beredar di Indonesia masih aman dan tidak mengganggu kesehatan. WHO sudah menetapkan batas aman residu untuk stiren yang tidak mengganggu kesehatan, yaitu 5.000 ppm. Sedangkan Polistiren yang beredar di Indonesia hanya mengandung redisu sebesar 10-43 ppm. Jadi masih aman digunakan untuk membungkus makanan, kita tidak perlu kuatir lagi. Asal tidak berlebihan pemakaiannya, seperti satu Styrofoam dipakai 3-4 kali.

Alasan Styrofoam Digunakan Untuk Kemasan Makanan

styrofoam aman untuk makanan
Hasil Masakan Chef Vera

Mengapa Styrofoam atau Polistiren digunakan untuk kemasan makanan? Ini dia alasannya :

  • Ekonomis

Polistiren tidak seperti produk alternatif lainnya, hemat biaya serta pada berbagai tingkat suhu mampu menyediakan kinerja dan kualitas yang tinggi.

  • Ringan

Polistiren merupakan busa yang sangat ringan serta meningkatkan efisiensi energi. Karena polistiren busa memiliki berat rata-rata 1,5 sampai 4 kali lipat. 95%-98% busa polistiren berisi udara, sehingga meminimalkan biaya transportasi dan angka kerusakan.

  • Masa Penyimpanan Lebih Lama

Kemasan polistiren mengurangi terbuangnya makanan dengan melindungi dan menjaga keawetan makanan selama perjalannya dari usaha pertanian sampai di meja makan kita.

  • Mudah Diolah

Polistiren adalah bahan termoplastik yang murah dan mudah diolah serta menyediakan kejernihan optik yang baik. Selain itu sangat mengkilap dan memiliki stabilitas dan kekokohan dimensi yang baik.

  • Bahan Isolasi yang Efektif untuk Kemasan Makanan

Di dalam kemasan polistiren, makanan panas akan tetap panas, makanan dingin akan tetap dingin, dan bahan segar akan tetap segar. Hal ini dikarenakan sifat isolasi polistiren yang sangat baik dan mampu menjaga suhu makanan yang berperan dalam menjaga keamanan makanan.

  • Bersih, Higienis, dan Tidak Berpori

Sejak disetujui oleh Badan Federal Pengawasan Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) pada tahun 1958 untuk keamanan kontak dengan menakanan. Kemasan polistiren telah menjadi faktor penting dalam memelihara kebersihan bagi usaha penjualan bahan makanan dan konsumen di tempat umum. Daging dan ungags serta makanan hasil laut biasanya dikemas dalam wadah polistiren busa guna mencegah kebocoran cairan dan bakteri yang dapat membahayakan mengalir ke atas tempat peragaan atau ke tangan konsumen.

  • Kuat, Tahan Lama, dan Tahan Banting

Saat diproses , polistiren mengalami ekspansi antara 40 sampai 50 kali dari volume semula. Sehingga mengubah udara menjadi bahan kemasan yang kuat dan berdaya guna. Konsumen dapat menikmati manfaat wadah makanan yang kuat dan kokoh.

Itu dia alasan Styrofoam digunakan untuk kemasan makanan. Karena polistiren menyediakan pengisolasian yang lebih baik, menjaga kesegaran makanan lebih lama serta lebih murah dibandingkan alternative lain.

Baca Juga : Menjalani Hari dengan Asik Tanpa Toxic

Styrofoam Ramah Pada Lingkungan

styrofoam aman untuk makanan
Penjelas dari Bpk. Ir.Akhmad Zainal Abidin, M. Sc., Ph.D

Bapak Ridwan Kamil melarang warga Bandung untuk menggunakan Styrofoam karena susah untuk didaur ulang. Bapak Ir.Akhmad Zainal Abidin, M. Sc., Ph.D sudah membuat Manajemen Sampah Zero (MASARO). Jadi berbagai macam sampah plastik yang dikumpulkan, diuraikan secara termal untuk dijadikan BBM. Menurut Bapak Zainal, di Indramayu sudah menggunakan BBM yang diolah dari sampah plastik dan Styrofoam. Selain itu, di Bali sudah digunakan untuk campuran panel beton ringan.

Apakah Styrofoam salah penyebab terjadinya banjir? Tentu saja tidak, karena Styrofoam itu ringan, makanya dia akan mengapung di permukaan air saat banjir. Lalu karena kandungan 95%-98% udara yang terkandung pada Styrofoam membuatnya tidak bisa tenggelam dan tidak menyumbat saluran air.

Penggunaan Styrofoam dengan Benar

Walaupun sudah dinyatakan aman untuk menggunakan Styrofoam, kita juga harus tau memperhatikan penggunaannya, seperti :

  1. Selalu memperhatikan logo segitiga di balik kemasan (Styrofoam), harus ada kode ‘PS’.
  2. Tidak menggunakan Styrofoam yang sudah kusam warnanya dan rusak secara fisik untuk menjadi wadah makanan berminyak apa lagi dalam keadaan panas.
  3. Styrofoam tidak digunakan untuk menghangatkan makanan di dalam microwave.

Cooking in Style with Chef Vera Christiani

styrofoam aman untuk makanan
Chef Vera sedang Cooking

Pada acara kemarin, Chef Vera membawa bahan makanannya menggunakan kemasan Styrofoam. Beliau lebih senang menggunakan Styrofoam karena lebih praktis, ringan dan mudah dibuang tidak memakan tempat dan harus dicuci setelah memasak.

Kemarin Chef Vera membagikan resep ayam goreng dan soto ayam. Soto ayamnya dibuat dari sisa bumbu ayam goreng, lho.

Selain itu juga ada aktivitas bareng bersama anak untuk membuat sushi, pokoknya acaranya sangat seru dan anak-anak juga senang karena bisa membuat sushi.

Kesimpulan

Jadi Styrofoam itu aman, karena mengandung busa bukan plastik, dan juga bisa didaur ulang untuk menjadi fungsi yang lebih baik lagi. Yang harus diubah adalah kebiasaan kita untuk memilah sampah organik dan anorganik. Kalau dari rumah kita sudah memilah, akan lebih mudah dan cepat untuk melakukan daur ulang pada sampah Styrofoam ini.

Bagaimana sudah tenang kah hatinya untuk menggunakan Styrofoam untuk kemasan makanan? Yuk, kita mulai untuk memilah sampah..