Kulit adalah pakaian yang kita pakai seumur hidup yang tak akan pernah ada gantinya. Wajah adalah investasi jangka panjang dalam hidup kita. Bagi kebanyakan kaum hawa jadilah sebuah kebutuhan mutlak untuk ber-skincare ria. Bahkan pria pun seharusnya tak boleh acuh karena wajah tampan rupawan pun akan dipuja para wanita. Maka tak cukup bila kita rawat muka dengan air kran saja. Hingga jadilah 10 step skincare routine ala ala artis korea. Namun kita tak boleh asal templok berbagai produk di wajah kita. Butuh pengetahuan yang cukup tentang kulit kita tercinta. Jangan sampai jadi korban iklan semata. Wajah mulus yang didamba justru jerawat yang melanda. Maka bijaklah dalam ber-skincare ria. Mari hindarilah kesalahan perawatan wajah yang mungkin kita lakukan. 

1. Terlalu sering membersihkan wajah.
Cukup waktu bangun tidur dan sebelum tidur kita membersihkan wajah. Jangan sampai wajah kita kering dan jadi hypersensitive terhadap kotoran karena terlalu sering dibersihkan. 

2. Maruk kalau pakai skincare.
Terlalu rich moisture justru dapat menimbulkan iritasi yang berujung pada jerawat,  beruntusan,  dan penyiksaan dompet anda. Berikut saya jelaskan seberapa banyak aplikasi produk sesuai jenisnya. 
Sabun dipakai secukupnya yang penting bisa mengekspos seluruh wajah. 
Toner dan essence  cukup sedikit saja membasahi seluruh wajah agar terserap seketika. 
Serum atau vitamin cukup sebiji jagung atau setetes pipet untuk seluruh wajah.
Pelembab (moisturizer) atau krim wajah, sleeping mask dan sunscreen  pun seujung jari saja dan diratakan ke seluruh wajah, jangan sampai wajah terlihat basah basah berminyak berlebihan. 

3. Tidak nurut sama direction to use yang tertera di kemasan produk. 
Biasanya ini terjadi ketika kita menggunakan sheetmask yang sangat rich moisturizer dan merasa sayang membuangnya padahal masih basah gitu, rasanya dompet ikut sedih,  maka dibiarkanlah sampai berjam jam padahal aturannya 10-15 menit. Saran saya kalau ga tega ya sisanya dioleskan ke tangan dan kaki biar ga mubazir. 

4. Sembarang ngikutin diy.
Sebaiknya kita belajar dari sumber yang kredibel. Banyak sekali orang yang berani ngajarin diy dari hasil kengawurannya campur ini itu. Meskipun banyak yang percaya dan mengikuti,  belum tentu hal tersebut benar. Mungkin saja efek negatifnya baru terasa dalam jangka panjang. Contoh diy berbahaya yang marak yaitu scrubbing dengan baking soda, ini berbahaya karena terlalu keras dan akan mengiritasi kulit. Adapun menggunakan perasan lemon yang langsung diaplikasikan juga tidak baik karena sifatnya yang terlalu asam. Jika ingin vitamin C ya pakailah yang sudah jadi kemasan, jangan perasan lemon. 

5. Tidak sabar menunggu hasil.
Perbaikan kulit memang butuh waktu, bahkan sampai berbulan bulan. Kita justru harus curiga kalau suatu produk bisa memberikan hasil permanen yang instan. Gampang termakan marketing dan asal ganti produk sebelum melihat hasil dari produk sebelumnya justru bisa meningkatkan resiko kita mengiritasi kulit. 

6. Menganggap produk alami pasti lebih baik daripada produk kemasan jadi.
Hal ini berhubungan dengan diy ngawur yang marak itu. Coba pikir,  ngapain para ahli susah susah buat produk kalau hasilnya ga akan lebih baik dari bahan alami yang ga diapa apain? Mereka berusaha memaksimalkan manfaat dari bahan alami sekaligus meminimalisir efek sampingnya. Jadi,  kita justru harus lebih khawatir dengan bahan alami yang langsung ditemplok ke wajah. Tergantung pinter pinternya kita pilih produk dan bahan alami yang mau kita pakai. 

Dalam merawat kulit juga butuh pengetahuan yang baik, tidak boleh asal percaya, tetap harus berpikir kritis. Kita harus mengerti tentang kulit dan juga berbagai pengaruh dari dalam tubuh. Hal yang tak kalah penting juga sikap disiplin kita dalam menjalankan rutinitas skincare. Jangan sampai bolong-bolong, jangan tergantung mood,  karena itu kebutuhan diri yang wajib kita penuhi.