Belakangan ini cuaca ekstrim betah sekali berkunjung ke Jogja, kadang sampai membuat kita kehilangan selera makan, ya gak sih? Bawaannya pengen ngebakso aja, atau mie ayam, eh somay juga gapapa *ealah

Beruntung anak-anak saya termasuk barisan ndablek cuaca, gak peduli panas hujan, ngunyah jalan terus, dikasih telor ceplok sama kecap aja sudah bahagia banget sampai nambah, kadang kalau stok cemilan habis mereka pasrah dikasih krupuk udang pakai topping nasi anget, anggaplah Pizza jawa ya nak.

Pernah ada yang tanya, kok bisa mereka nrimo saja dikasih macem-macem? karena lihat Arka lagi lahap makan rujak cingur. Mungkin yang bertanya lupa kalau buah jatuh nggak jauh dari pohonnya hihihiii..

Tapi memang banyak yang bilang, anak dari ortu yang picky eater biasanya cenderung picky juga, begitu pun sebaliknya, karena selera dan pola makan itu kan dibentuk oleh keluarga, makanya kalau kepingin anak-anak punya selera makan yang baik dan doyan segala macam masakan, yuuk kita perbaiki dulu kebiasaan makan kita.


1. Terapkan Pola Makan Sehat Sejak Hamil dan Menyusui

Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan Perancis menunjukkan bahwa bayi baru lahir dapat mengenali aroma yang masuk pada hari-hari terakhir kehamilan. Ini menunjukkan bahwa pilihan makanan sang ibu bisa mempengaruhi perkembangan sistem indera bayi dan mempengaruhi selera bayi sebelum dilahirkan.

1000 Hari Pertama Untuk Selamanya

"Selama kehamilan, bayi dapat menyerap zat-zat dari lingkungannya. Apa yang dimakan oleh ibu, dalam dosis tertentu, juga diteruskan kepada janin," kata Dr Benoist Schaal dalam pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) di Vancouver, Kanada.
Disadur dari Detik.com

Keren ya? Ternyata janin bisa mencicipi apa yang kita makan melalui air ketuban, begitu juga dengan bayi yang mendapat ASI, apa yang dimakan si ibu juga akan dirasakan bayi melalu air susu ibunya, nggak heran kalau warna, bau, dan kekentalan ASI berubah setiap hari tergantung apa yang kita konsumsi kemarinnya.

Jogja Oxytocin Journey: Pentingnya Bahagia Saat Menyusui

Makanya penting bagi seorang ibu membentuk pola makan yang baik sejak awal kehamilan dan menyusui. Perbanyak berbagai jenis buah dan sayur, mulai rutin mengkonsumsi aneka ikan, dan kurangi minuman manis.

Ibunya nggak doyan sayur? ya nggak usah panik kalau kelak anaknya juga susah disuruh makan sayur. Saya sudah membuktikan teori ini. Saat hamil dan menyusui, saya yang semula nggak doyan sayur memaksakan diri melahap semua jenis buah dan sayur, khusus untuk sayuran biasanya saya gado, harapan saya sih supaya ASInya berasa sayuran yang saya makan itu heheee.. Hasilnya, si kakak adalah pemakan segala, apa saja yang ada di meja makan bakal dicomoti, termasuk daun bawang :D :D


2. Jangan Remehkan MPASI Rumahan

Saat si kecil mulai belajar makan, usahakan beri bahan makanan segar dulu, terserah mau pakai metode konvensional atau BLW (Baby Lead Weaning), mau mengenalkan karbo dulu atau buah dulu, bebas saja, yang penting biarkan bayi mengenal rasa asli makanan, bukan yang sudah dicampur MSG seperti pada makanan kemasan. Sekali-kali kalau kepepet boleh lah diberi makanan instan, tapi yaa jangan merasa tiap hari selalu kepepet. Coba kita disuruh makan mie instan aneka rasa itu setiap hari pagi sore, mau nggak? :D

Yang pakai metode pemberian makan konvensional, coba deh blender atau saring masing-masing bahan secara terpisah dan sajikan berdampingan di piring makannya supaya si bayi bisa belajar mengenali warna dan rasa setiap makanan, latih dia menyukai rasa asli ikan, daging, telur, dan sayur-sayuran. Lagian kita juga nggak mau kan makan gurame asam manis dan tumis kangkung yang diaduk jadi satu? jadi kenapa anak kita harus dikasih makan seperti itu? :p

Repot? Punya anak ya sudah pasti repot, tapi percaya deh repot yang cuma beberapa bulan ini akan memudahkan kita di tahun-tahun selanjutnya. Nggak bakal ada drama menyembunyikan sayuran di dalam nugget atau mengolah wortel dan sawi menjadi mie, cukup sodorin sayur bayam bening atau capcay hangat, anak akan dengan riang gembira memakannya.

Nggak punya waktu karena harus berangkat kerja?

Arka, anak pertama saya adalah produk working mom. Dari teman-teman sesama pejuang MPASI saya banyak belajar manajemen pengolahan dan penyimpanan makanan bayi. Semua karbo, sayur dan lauk yang akan dikonsumsi hari ini saya haluskan sebelum berangkat ke kantor, saya simpan di kontainer terpisah dan beri label sesuai jam makannya. Untuk buah, karena harus dihaluskan tepat sebelum dikonsumsi, saya pilih yang mudah diproses seperti pisang atau jeruk, saat weekend baru saya pilih buah yang mengolahnya lebih susah seperti apel dan pear.


3. Bentuk "Jam Lapar" Sejak Dini

Anak-anak yang dibiasakan tidur pukul 7 malam biasanya juga akan mulai mengantuk di jam-jam tersebut. Begitu pula dengan jam makan, Tetapkan jadwal pemberian makan di jam yang sama sejak si kecil mulai belajar makan, anak yang terbiasa makan di waktu spesifik setiap hari dengan sendirinya akan merasa lapar di jam itu.

Atur juga pemberian cemilannya, jangan dikasih kalau sudah mendekati jam makan. Anak ngotot cuma mau cemilan atau susu dan menolak makan besar? Yuk belajar lagi ilmu negosiasi dengan anak, kalau untuk urusan makan boleh kok kita menerapkan disiplin sejak kecil.

Cara Mendukung 5 Potensi Prestasi Anak Agar Tumbuh Optimal

Oh ya, Usahakan temani dia makan, walaupun sudah bisa makan sendiri, tetap temani, di situ kita bisa menyisipkan cerita tentang bahan makanan yang sedang dimakan, misalnya, wortel untuk menjaga mata tetap sehat supaya bisa jadi astronot, karena nggak ada astronot yang pakai kacamata. Anak yang sudah tahu manfaat dari sebuah makanan biasanya akan lebih semangat memakannya.


4. Jadilah Role Model

Banyak yang bilang kalau mau anak semangat makan, kita orang tuanya harus jadi figur yang layak tiru. Mungkin itu sebabnya anak-anak saya doyan makan apa saja ya.. karena emaknya ini nggak pernah berhenti makan apapun, hahahaaah *krukupan ember*
Baik kakak atau adek, dua-duanya lahap memakan apapun yang saya makan, seakan saya ini semacam tester bagi mereka, "kalau Bunda bilang enak ya udah percaya aja.."
Pernah saya pernah hampir muntah karena berpura-pura menikmati pepes belut demi anak-anak saya mau makan belut yang katanya bagus untuk booster BB setelah sakit :))


5. Ajak Dia Bergerak

Bergerak di sini maksudnya berolahraga, bisa apa saja yang jadi favorit si kecil. Dengan rutin menggerakan tubuh secara aktif, detak jantungnya akan meningkat dan membuat pembakaran kalori di dalam tubuhnya lebih optimal, kemudian nafsu makan juga akan ikut naik.
Setiap selesai saya ajak jogging (eciyee jogging tho juga mak?) Arka sanggup menghabiskan 1 porsi BigMac plus susu cair kemasan 250ml dalam sekali konsumsi, malam harinya dia juga makan dengan porsi lebih banyak dari biasanya. Jadi jangan sepelekan olahraga untuk si kecil ya mak.





"Duh anak gue udah kadung terbiasa dengan pola makan kurang sehat, jadi sekarang susah makan nih.."

Kemarin sempat ada yang curhat begitu ke saya, dia juga tanya apa saya kasih suplemen tertentu buat anak-anak? Iya, saya sering kasih suplemen berbentuk beng-beng atau Yupi :p

Saya hampir nggak pernah mengandalkan suplemen penambah nafsu makan dalam bentuk apapun, dulu banget pernah beli karena tergiur punya anak gendut montok ginuk-ginuk, tapi malah sayanya yang lupa terus mau ngasih rutin, akhirnya cuma tergeletak saja di pojok lemari obat.




Nggak susah kan menerapkan 5 kebiasaan baik ini? kuncinya tertib dan disiplin saja sih. Kalau soal kebiasaan makan di meja makan, saya nggak terlalu ambil pusing, selama mereka makannya anteng nggak sambil lari sana sini, saya bebaskan mereka mau makan di depan TV atau di teras, wong saya juga belum bisa disiplin makan di meja makan.


Selamat berikhtiar demi kesehatan anak-anak kita yaa :)