Hallo readers,

Pembaca blog ku pasti sedikit kecewa karena janjiku yang tidak ditepati ini. Yes, maafkan aku yang terlambat untuk menceritakan pengalaman traveling ku di Jepang beberapa bulan lalu.

Karena ada beberapa kesibukan, ditambah harus berpindah kantor aku mulai lupa sama hutangku ini. Hehe maaf, ini memang alasan aja. Nah, kalau gitu kita lanjutkan perjalanan traveling aku setelah naik JAPAN AIRLINES dan sampai di negara impianku!!! Btw yang belum baca, blog sebelumnya bisa klik di sini ya! ☺

Day 1 (1 March 2018) 

Kita landing di Bandara Narita pukul 16.40 kurang lebih. Sebelum ke luar, kita ke imigrasi terlebih dahulu untuk cek visa dan berkas lainnya. Fyi, ini pertama kali pengalaman aku traveling ke Jepang. Jadi masih buta banget-bangetan guys, ditambah pas turun kita malah sibuk untuk dandan karena saat itu muka udah nggak kekontrol. Bener-bener muka bantal. Touch up sedikit dengan liptint dan powder, langsung kawaii lagi!

Karena itulah kita ketinggalan rombongan. Iya rombongan yang bareng-bareng turun untuk ke Imigrasinya. Alhasil aku, Nanda dan Duha (dua sahabat traveling aku) bengong-bengong nyari tempatnya. Sempet nanya juga dan akhirnya dikasih tahu.

Setelah sampai di imigrasi, kita di suruh isi kertas yang isinya data-data kita. Kayak berapa lama di Jepang, tujuannya kemana aja, tinggal di mana, dan nomer telepon penginapannya. Kayak intinerary yang kamu buat. Cukup isi dengan rapi lalu kamu bawa dan siapkan untuk melewati screening petugas imigrasi. Aku sempet takut karena sebelum berangkat sering baca blog orang lain. Katanya ada yang gagal ngelewatin imigrasi. Tapi percayalah guys, nggak semenyeramkan itu. Karena asalkan data kamu lengkap, visa aman, dan satu lagi kamu berpakaian rapi tidak semuanya serba hitam. Kamu akan lolos di sana. Cukup senyum dan bilang thankyou. Screening lulus!!

Setelah itu ambil koper. Baru sampe bandara aja aku sudah terkagum-kagum dengan kerapihan para pekerja di bandara. Kelihatan banget koper rapi, tak rusak ataupun cara kita ambilnya aja tertib orang-orangnya. Ah salute! Terus kita ngisi data lagi. Nah, ini data untuk keluar sambil bawa kopernya. Kalau gak salah datanya hampir mirip sama di imigrasi tapi ga begitu banyak. Setelah itu kasih data ke petugas dan  keluar deh.

Karena temenku, Nanda ga kedapetan makan di pesawat kita memutuskan untuk ke 711. Yes, convenience store yang aku kangenin di Jakarta. Di sini lengkap banget, apalagi onigiri dan bento khas orang Jepang. Belum lagi snack gemes lainnya. Setelah makan, kita memutuskan untuk keluar dan naik kereta.

Saat itu kita nggak pakai JR pass, karena emang budget minim. Harga JR mahal banget menurutku, waktu itu Rp 3,5 juta untuk 7 hari dan nggak semua stasiun bisa digunakan. Ada beberapa yang kamu harus naik kereta lain dengan cara pakai Suica atau Pasmo, kayak Flazz untuk naik kereta.


Makanya sebelum naik, kita siapkan uang untuk beli salah satunya. Aku dan temen-temen pilih Suica. Sebenarnya baik Pasmo atau Suica itu sama aja kok, sama-sama kartu. Terus kita beli, harganya 2. 000 yen, tapi saldo yang masuk hanya 1.500 yen karena 500 yen nya itu untuk deposit. Sama kok kayak kalian beli tiket kereta di Jakarta.

Setelah itu pindah ke tempat beli kereta menuju ke stasiun Tokyo. Kenapa nggak pakai Suica aja, kan udah di beli? Hmm.. aku anak Google banget dan kebanyakan dari informasi yang aku baca itu lebih baik untuk membeli tiket kereta kayak Keisei atau Skyliner itu langsung. Mungkin Suica belum bisa dipakai di bandara atau apa mohon dikoreksi kalau ada yang tahu hehe..

Kita mutusin untuk naik kereta Keisei Narita Skyacsess dari Bandara Narita menuju Stasiun Tokyo jam 18.17. Waktu itu harganya 1230 yen yang kalau dihitung bisa 130 ribuan lebih untuk sekali jalan, tapi kalau naik JR kita bisa gratis kalau sudah beli JR pass cuma kalau satuan gitu bisa 3000 yen jatohnya lebih mahal. Fyi, waktu itu pas aku berangkat yen lumayan lagi naik dan bodohnya baru tukar uang H-1 keberangkatan. Jangan ditiru ya!


Perjalanan menghabiskan waktu 1 jam 15 menit. Sampai di stasiun Tokyo itu jam 7an. Kita mutusin untuk sewa loker karena waktu itu kita cuma transit aja di Tokyo dan langsung ke Osaka naik bus malam. Ini salah satu cara hemat budget guys! Jadi aku nggak tidur di hotel atau apartement airbnb hehehe

Saat itu mutusin untuk sewa loker, karena kita mau jalan-jalan sekitaran stasiun karena kebetulan terminal busnya nggak jauh dari stasiun. Kita sewa 3 loker, ada yang 400 yen, 500 yen, dan 600 yen. Jadi harga itu tergantung besar atau kecilnya ukuran loker kamu (tiap daaerah yang kamu datangi harga kopernya juga akan beda). Aku sewa yang 600 yen, muat untuk koper aku dan backpack kamu ga perlu bingung karena ada step by stepnya pilih aja English. Jadi kamu jangan anggap uang receh di sana karena sangat bermanfaat!


Fyi, jangan langsung pilih loker sepenglihatan kamu aja. Ini kesalahan aku sama temen-temen karena ternyata banyak banget loker di stasiun yang bisa kamu pakai. Karena waktu itu aku jauh banget di ujung yang lumayan bikin lelah jalannya.

Setelah sewa loker, aku mutusin untuk keluar dari stasiun. Nah, di sini ada kejadian lucu yang harus berulang kali kita lakuin. Jadi keluar stasiun itu harus pakai kartu Suica atau Pasmo. Tapi kan kita tadi naik kereta yang bayarnya cash dengan bukti untuk naik kereta Keisei. Bloonnya malah mau keluar pakai Suica. Hahaha untungnya samping gate keluar ada tempat informasi yang punya akses bikin kita keluar.

Tenang, nggak akan nyasar atau kebingungan koo di Jepang. Tapi yang namanya baru pertama kali pasti kebingungan lah.

Akhirnya kita keluar, jalan-jalan cari 711 atau mcd untuk beli makanan di dalam bus malam. Saat itu kebetulan aku pilih bus yang berangkat jam 11 malam hampir jam 1. Sengaja biar nyampe Osaka nya pagi-pagi.

Saat itu suhunya 8 derajat yang which is dingin banget. Berbekal sarung tangan, syal, dan coat lumayan hangat. Keliling cari 711 dan Nanda beli burger di Mcd karena kayaknya ga liat deh ada menu ayam di sana. Setelah itu kita balik ke dalam stasiun karena nggak kuat sama dinginnya dan mutusin untuk ambil koper dan jalan ke terminal aja.

Setelah masuk, pakai Suica. Keluar ambil koper. Sumpah ini nyesel banget kenapa harus sewa loker. Sebenarnya ini masuk dalam initerary kita, tapi tau gitu mending nggak usah disewa tapi dibawa aja cari makan hahaha setelah mau keluar, bodohnya kartu itu nggak bisa. Iyalah baru sadar, kita masuk stasiun tapi nggak kemana-mana jadi kartunya nggak kebaca gitu loh. Balik lagi ke tempat informasi dan diberi jalan untuk keluar.

Setelah itu kita menuju ke Shinjuku Expressway Bus Terminal 4F(Shinjuku Station South Exit) karena keberangkatan  jam 12.40 malam. Terminal busnya ada di seberang stasiun. Uniknya dia ada di atas kayak mall gitu, jadi kita naik eskalator ke atas lantai 2 dan naik ke ekslator selanjutnya sampai ke terminal 4F.


(Source: Shinjukustation.com)
Sampai di terminalnya yang bagus banget ituuu.. iyaaaa ga ngerti banget kenapa terminal bus aja bagus dan rapi, hiks.. terus aku cek di board bus yang aku pilih itu di lajur berapa.

Fyi, ada beberapa warna di bawah lantai. Warna dan nomer itu menunjukkan tempat bus kamu berada. Kalau nggak tahu, ikutin aja lajurnya. Gampang kan? Atau masih bingung tanya aja sama staff di sana. Semua baik kok.


(Inframe : Duha Fadhilah)
Nah setelah sampai, posisi bus ku masih lumayan jauh dari terminal tempat informasi itu yaaa 5 menitan lah. Terus ada beberapa bus dengan warna dan merek yang berbeda-beda menunggu penumpang. Oia, aku lupa. Kita naik bus Willer Bus, bus malam yang lumayan reccomended banget saat aku cari di Google dan emang busnya bagus dan aku udah booking di JKT lewat kartu kredit biaya dari Shinjuku - Osaka itu 6.600 yen/person. (Cerita tentang bus malam di next blog ya!)



Setelah nunggu, busnya datang. On time. Inget, mending kamu nunggu lama deh di sana, daripada ketinggalan bus. Karena mereka bener-bener on time, kalau kamu ga datang sesuai jam tsbt kamu akan ditinggal. Beda kan sama di sini yang nunggu penumpangnya penuh.

(Source: Willerexpress)
Naik bus yang super nyaman apalagi aku naik yang khusus perempuan. Koper aku ditaro di bagasi bawah bus, yang aku bawa hanya tas kecil dan coat. Busnya hangat banget. Tempat duduknya nyaman dan tenang. Aku bisa tidur dengan sangat nyaman karena beberapa menit sekitar 30 menit busnya gelap gulita. Kita disuruh bener-bener tidur.

Day 2 (2 March 2018) 

Dan bangun-bangun udah pagi guys! Sampai lah di terminal Osaka Umeda (Umeda sky building tower east 1F) perjalanan Tokyo-Osaka jam 7.40.

(Depan Umeda Sky Building)

Sampai di sana aku menghirup udara Kota Osaka yang amat bersih. Melihat beberapa orang berangkat kerja. Eits sebelum cari apartement tempat aku nginep di Osaka aku bersih-bersih dulu di tempat yang udah disediain di terminal. Mulai dari ganti baju, sikat gigi dan makeup! Nama tempatnya dress up! / powdery!
(Inframe: Ananda Mareva)
Setelah rapi, kami jalan deh menuju Osaka Station untuk ke apartemen yang kami sewa lewat Airbnb.

Ini rincian pengeluaran aku day 1-2 ya.

Suica : 2.000 yen
Keisei Narita Skyacsess          : 1.230 yen
sewa loker : 600 yen
Jajan di 711 (Narita)         : 300 yen
Beli bento (Family Mart)        : 500 yen
Willer Bus           : 6.600 yen

Total : 11.230 yen


Karena ini day 1-2, sampai ketemu di japan traveling part 2 ya.. See you!