P_20180819_121533_vHDR_On-01.jpeg

 

Produk Kojie san sepertinya sudah tidak asing lagi dalam dunia per kosmetikan di Indonesia. Brand Asal filipina ini sudah mengeluarkan beberapa produk pencerah untuk kulit, baik berupa sabun batang, pelembab wajah, hingga krim malam. Berhubung aku paling suka gonta ganti sunscreen ( habis belum nemu yang paling nyaman),  mulailah  aku berkesperimen  sama produk sunblock dari kojie san.

Sering timbul pertanyaan seperti ini, Kenapa sih pada produk kojie san ditulis sunblock bukan sunscreen,  apa sih perbedaan keduanya?

Secara fungsi sih sama ya.. Sunblock dan sunscreen dua duanya berperan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.

Sunblock itu identik dengan physical sunscreen, sementara sunscreen identik dengan chemical sunscreen..

Eh tapi, ada juga physical sunscreen yang disebut sunscreen juga.. Trus bedanya apa?

Agar lebih enak dimengerti, anggap saja sunblock dan sunscreen itu dua hal yang sama, tapi di Amerika dan Eropa istilah sunblock sudah jarang digunakan. Sunblock itu fungsinya untuk menghambat semua radiasi ultraviolet. Ibaratnya dia nge Block semuanya, Termasuk radiasi yang sebenarnya bermanfaat untuk tubuh. Nah, kalau sunscreen dia ibarat filter, yang menyaring sinar UV yang berbahaya saja,  fokusnya pada dua UV yang berbahaya yaitu UVA dan UVB.

Yuk..langsung saja kita bahas sunblock  spf 50 dari kojie san

HARGA

>  110 K ( beli di Dandan Jababeka)

PACKAGING

Tube plastik berwarna putih susu. Dengan tutup flip Top. Bagian depannya ada gambar wanita menyerupai geisha (khas brandnya kojie san) dan tulisan sunblock dengan font yang cukup besar.

INGREDIENTS

List ingredients dan tingkat keamanannya dapat dilihat pada tabel yang di screenshot dari cosdna. Sumber : cosdna

Screenshot_20180928-161427_1.jpg

Key Ingredients

P_20180819_121637_vHDR_On-01

 

Tiga komponen yang berperan penting dalam produk sunblock kojie san untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV adalah

  1. UVA/UVB broad spectrum protection dalam menangkal UVA dan UVB ( physical sunscreen yang terdapat di dalam kojie san adalah Zinc Oxide dan Titanium dioxide dan chemical sunscreen yang terdiri dari Ethythexyl Methoxycinnamate,  Ethythexyl Methoxycinnamate (and) Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Butyl Methoxydibenzoylmethane,octocrylene (lebih lengap bisa dilihat pada screenshot cosdna di atas.
  2. Vitamin E, merupakan antioksidan yang akan bekerja sama dengan sunscreen untuk menangkal sinar UV dan juga berperan sebagai anti radikal bebas untuk mencegah kerusakan sel lebih lanjut.
  3. Sunactyl LS 9610 merupakan kumpulan sejumlah zat aktif yang memiliki efek sinergis dalam melindungi dan memperbaiki kerusakan sel akibat radiasi sinar UV.

Komponen utama dari Sunactyl dapat dilihat dari gambar di bawah ini : (Sumber : sunactyl ) ( LABORATOIRES SÉROBIOLOGIQUES, DIVISION DE COGNIS FRANCE)

Screenshot_20180929-013758_1

Tekstur dan wangi

P_20180819_121729_vHDR_On-01.jpeg

Teksturnya lotion yang agak creamy, sedikit runny tapi teksturnya ga bisa dibilang cair juga. warnanya putih susu. Wanginya ga mencolok sih, bukan  wangi yang segar seperti wangi bunga atau wangi buah, aku sulit mendsekripsikannya, wanginya seperti mengingatkanku akan aroma meja rias ibu sewaktu aku masih kecil, aromanya mirip aroma bedak padat atau lipstik jaman dulu.

Review/ result

Jika dilihat dari ingredients , produk ini lumayan mindblowing. Tapi sangking banyaknya ingredients bikin produk ini agak sedikit greasy dan sticky. Produk ini mudah diratakan ke permukaan kulit namun sedikit meninggalkan kesan white cast pasca pengaplikasian, yaaaa meski tidak begitu kentara sih menurutku.

Setelah pengaplikasian wajah terasa agak sedikit lenget dan ga nyaman,slightly greasy lah bisa dibilang…. selain itu yang aku ga suka butuh effort lebih saat kita nepuk-nepukin wajah, agar dapat merata dan meresap sempurna. (tapi ya yang namanya sunscreen dia ga perlu meresap ke dalam sih ya, kerjanya ya cukup membentuk film yang natural di atas permukaan kulit, film (lapisan itulah yang nanti akan melindungi kulit kita). Menurutku sunscreen/sunblock yang keren itu adalah yang bisa bikin kulit terasa ringan saat pemakaian (atau ibaratnya seperti berasa ga pakai krim, tapi nyari yang seperti itu susah cuy,,, )

Nah, di bawah ini adalah foto setelah aku mengaplikasikan sunblock pada kulit punggung tanganku. yep, finishingnya rada shiny sedikit. Tapi, not bad lah.

Untuk efek proteksinya sunblock ini lumayan bagus sih, saat aku berada di bawah teriknya matahari cikarang selama 30 menitan lebih , wajahku ga gosong dan ga terbakar. (PS: aku biasanya jalan ke kantor atau ke pasar untuk berbelanja kebutuhan sehari hari (jarak rumahku dan kantor dan jarak rumahku ke pasar lebih kurang 15 menitan, pulang pergi mungkin ada 30 menitan).

ada satu yang aku ga suka dari sunblock ini, yaitu, saat aku berkeringat, krim ini terasa seperti meleleh gitu di wajah dan wajahku berasa sangat lengket. Dan ga cocok kayaknya kalau dikombinasikan dengan foundation. (aku pernah coba sekali dan wajahku terasa semakin berminyak karenanya).

sunblock ini sejauh yang aku pakai (kurang lebih 1 bulan) ga bikin kulitku break out Alhamdulillah.

P_20180819_121821_vHDR_On-01.jpeg

 

Kesimpulan

aku suka kemampuan proteksinya dan kelebihannya yang memiliki kandungan sundactyl yang menurutku wow sekali, namun berhubung aku sangat mengutamakan kenyamanan di atas segalanya, i don’t think i will repurchase this one. Sorry 😦

satu lagi dalam formula ini terlalu banyak zat aktif dari chemical sunscreen ,  untuk anda yang kulitnya sensitif hati-hati ya, skin test dulu pada area kulit leher atau bagian volar lengan bawah anda. 🙂