Bulan April 2018, aku pergi liburan ke Pulau Jeju untuk pertama kalinya sekaligus ke Seoul untuk ketiga kalinya (Cerita ke Seoul pertama dan kedua kapan-kapan diposting).
Semangaaat banget mau ke Jeju, penerbangan dengan Air Asia Jakarta-Kula Lumpur, Kuala Lumpur-Jeju. Lumayan lagi promo karena Air Asia ke Jeju baru launching jadi dapat tiket berangkat 1.4juta, aku berangkat bareng 1 temen, sedangkan 4 temen aku lainnya mereka dapet Garuda fair harga lumayan murah ke Seoul, jadi mereka nyusul ke Jeju naik Jeju Air.
Singkat cerita, aku berangkat jam 01.30 pagi! Lumayan juga ngantuk-ngantuk gitu mata. Jam 04.35 sampai di Kuala Lumpur dan berangkat lagi jam 06.50, lumayan sempat solat subuh dulu di KLIA2.

Nah, perjalanan yang kira-kira 6 jam ini, lumayan lancar, turbulance gak banyak, sampai akhirnya sekitar jam 13.30 waktu korea, pilot kasih pengumuman kita uda mau landing. Woooah.. seneng banget, langsung ngelongok jendela, keliatan laut dan langit biru, cerah dan kelitan indah banget. Udah bayangin jalan-jalan di pantai terus nikmatin angin jeju.


Tiba-tiba......pesawat kaya dihempas! Semua penumpang nahan napas saking takutnya. Gak sampai di situ, pesawat kaya diombang-ambing, padahal posisi pesawat udah mulai rendah dan roda sudah diturunkan. Aku cuma bisa istighfar sambil pegangan kenceng di pegangan kursi.
Akhirnya pilot bikin keputusan: pesawatnya diterbangin lagi! kebayang kan kita di tengah udara terus pesawat di take-off lagi! duh rasanya, perut kaya diaduk-aduk. Akhirnya pesaat coba memutari pulau jeju sampai kira-kira setengah jam, tetapi sepertinya susah untuk landing. Muncullah pengumuman pesawat akan landing di Busan. Pasrah.

Pesawat landing di Busan, tetapi bukan dengan smooth landing karena angin sepertinya kencang banget sampai rasanya 'granjulan'. Ternyata landing di Busan karena bahan bakar hampir habis. Huft..
Kita diminta menunggu 45 menit di dalam pesawat, dan temen aku udah nangis-nangis saking takutnya, aku cuma bisa puk-puk punggung dia sambil berusaha nenangin, padahal aslinya aku juga takut bangeeet.

Setelah 45 menit, kita kembali terbang ke Jeju. Daaaan, terulang lagi! Pesawat ga bisa landing sampai di take-off in lagi. Huhuhuhu, udah stress banget, dari takut udah sampai pasrah aja. gak lupa baca doa terus sambil deg-degan.
Akhirnya percobaan landing yang ke-3, berhasil!!!
Pilotnya bener-bener bisa mengambil keputusan yang tepat sih, biarpun rasanya ga karu-karuan di atas, tapi akhirnya bisa menginjakkan kaki di Pulau Jeju!!

-NEXT: Liburan di Jeju-