Sebagai umat muslim, tentunya kita dituntut untuk memperhatikan semua asupan, pemakaian produk-produk yang masuk ataupun menempel di badan.
Apakah makanan, minuman dan kosmetik yang kita konsumsi sudah halal dan bersertifikat halal?
Saat ini sudah waktunya untuk mencintai dan mengetahui produk yang halal, lalu memviralkannya, karena produk yang halal bisa dipastikan aman. Tentunya akan terasa nyaman ketika kita mengkonsumsinya.
Nah, berkaitan dengan halal ini, saya bersama teman-teman komunitas Tau Dari Blogger, mendapatkan undangan dari LPPOM MUI, untuk menghadiri serta mendengarkan Pemaparan tentang proses dan sosialisasi sertifikasi halal. Acara berlangsung di Gedung Global Halal Centre, Jln Pemuda No. 5 Kota Bogor 16161. Pada hari Selasa 18 September 2018 yang lalu.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, & Kosmetik Majelis Ulama Indonesia
Dalam acara sosialisasi halal, hadir ibu Hj. Osmena Gunawan, selaku WakDir LPPOM MUI pusat, ibu Lya Amalia selaku Kadiv Sosialisasi & Edukasi Halal LPPOM MUI, dan ibu Nadia Kasubdiv Sosialisaai & Edukasi Halal, ibu Nadia inilah yang pertama kali menyambut saya dan teman-teman blogger. Setelah mempersilahkan masuk ke ruang yang sudah disiapkan, dan setelah menunggu beberapa saat karena beberapa teman yang masih di perjalanan. Jam 10.00 acarapun dibuka oleh ibu Nadia.
Selanjutnya sambutan dari Ibu Lya Amalia (Kadiv Sosialisasi dan Edukasi Halal) dan sedikit pemaparkan tentang HALAL yang harus diviralkan terus menerus kemasyarakat. Jadi sebagai blogger jika memviralkan tentang halal ke masyarakat bisa sekaligus berdakwah. Karena di tahun 2019 akan ada wajib halal untuk semua produsen makanan, minuman dan kosmetik. Menurut ibu Lya Amalia, kita harus lebih waspada dengan makanan halal ketika traveling ke luar negeri, misal ke Thailan, karena tidak menemukan makanan halal, akhirnya banyak yang memilih ke KFC, padahal di KFC pun belum tentu ayamnya halal, karena jika penyembelihanya tidak menyebut nama Allah (Bismillah), maka ayam tersebut tidaklah halal. Kecuali sudah berlogo halal, aman deh buat muslim. 😊

Selanjutnya ibu Nadia (Kasubdiv Sosialisasi & Edukasi Halal) menjelaskan tentang profil, latar belakang serta proses sertifikasi halal. Dijelasan juga tentang 11 kriteria yang ditetapkan oleh LPPOM MUI, untuk mendapatkan sertifikat halal.
Setelah perusahaan mengajukan sertifikasi dan memenuhi admistrasinya ke LPPOM MUI, maka pihak auditor akan mengambil sampel produk untuk diteliti di Laboratorium LPPOM MUI, guna mendapatkan hasil produk tersebut layak mendapatkan sertifikat halal atau tidak. Proses serifikasinya adalah 60hari kerja.

Penilaianpun ada tipe A, B dan. C. Seandainya setelah di audit dan dilakukan uji laboratorium, dan nilainya C, maka belum bisa mendapatkan sertifikat halal, harus diaudit ulang.
Tapi ada kabar baiknya juga nih, jadi saat ini untuk mengurus sertifikat halal tidak harus datang langsung, karena sudah bisa dilakukan dengan cara online melalui website http://www.halalmui.org
Dan untuk pedagang UKM UMKM, sertifikasi halalnya bisa gratis lho, jadi ayuk cepat-cepat mengurus kehalalan produknya, supaya konsumen tambah percaya dan omsetpun pasti bertambah. Amin

LPPOM MUI akan mengadakan Halal Expo 2018 (INDHEX 2018) dengan tagline #halalismylife pada tanggal 1-3 November 2018 di SMESCO exhibition Hall Jakarta.

Semarak Halal Expo kali ini akan dihadiri juga oleh artis dan terbuka untuk umum. Hari pertama, 1 November: Opening Ceremony, Seminar Wajib Halal 2019, Talkshow Ayo Nge-vlog, dilombakan

Hari kedua, 2 November: Olimpiade Halal, Cooking Halal Competiiton, Cooking Demo berbahan dasar lokal seperti umbi-umbian.

Hari ketiga, 3 November: Lomba mewarnai dan menggambar, Dongeng Anak, SeminarcParenting, Demo Kosmetik Halal.

Terakhir, ibu Hj. Osmena Gunawan selaku Wakdir LPPOM MUI, mengajak para blogger untuk sering-sering memviralkan produk Halal. Sebagai umat muslim haruslah perpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Hadist. Seperti makanan halal sudah termaktup dalam surat Al-Maidah:88, yang artinya: “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah rejekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang beriman kepadaNya”

Al-Baqoroh:173 yang artinya: “Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebutkan nama) selain Allah. Namun barang siapa yang terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Sudah jelas dari arti tersebut, bahwa kita hendaknya makan makanan yang halal, supaya hidup jadi berkah. Menurut ibu Osmena, dengan memviralkan dan mengajak masyarakat supaya sadar halalal thoyiban, berarti para blogger sudah berdakwah, jihad yang tidak berdarah. Maka dari itu, ibu Osmena tercetus untuk membuat Blogger Halal, dan mulai saat itu, semua blogger yang hadir diajak untuk berkomitmen, sebagai Blogger Halal, Halal is My Life. Blogger yang peduli halal.

Setelah isoma, semua blogger diajak ke ruang kerja LPPOM MUI, sekaligus melihat langsung Laboratoriumnya, namun sayang saat itu lagi ada pengujian Lab, jadi kita hanya mendapatkan penjelasan dari staf lab, yaitu mas Nashih Ulwan. Menurutnya kerja di Laboratorium ada suka dukanya, sukanya bisa mengetahui lebih dahulu produk itu halal atau tidak, dukanya seandainya lagi uji lab produk yang diduga mengandung bahan haram, dan bajunya terkena bahan tersebut, maka harus dicuci berulang-ulang sebagaimana syariat islam.

Setelah itu kita diajak ke atas gedung, ternyata indah sekali, terlihat gunung salak menjulang, dan taman-taman didukung bangku nan indah, langsung deh semua berfoto ria, tak lupa ibu Nadia mengajak foto bersama. Hari yang indah penuh ilmu yang bermanfaat.

Sebagai tambahan informasi, saat ini dari smartphone juga sudah bisa untuk mengecek satu produk tersebut halal atau tidak, hanya dengan mengunduh App Contoh beberapa produk halal yang ada di kantor halal center:

Sebagai penutup, semoga Blogger Halal bisa istiqomah menjadi kepanjangan tangan dari LPPOM MUI.