Hampir semua aspek kehidupan saat ini, bermuara pada digital (media online). Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, Blog, adalah sebagian kecil dari sosial media yang banyak digunakan untuk bersosialisasi dan berinteaksii. Baik untuk sekedar kenalan, bertegur sapa, berkabar ria, maupun digunakan untuk meraup pundi-pundi rupiah (keuntungan).
Asyik kan, dengan bersosial media bisa juga menghasilkan rupiah. Jadi, tidak melulu pekerjaan itu harus di kantoran. Kelebihanya tidak terikat waktu, bahkan terkadang gajinya bisa lebih besar daripada gaji seorang karyawan kantoran. Ok ga tu.

Tapi, ingatlah untuk selalu bersoaial media dengan bijak, tetaplah pada norma-norma yang berlaku di masyarakat, artinya buatlah konten-konten yang baik dan bermanfaat. Apalagi kalau sudah berniat untuk berjualan sesuatu di media sosial, selain bijak, harus jujur dan terpercaya. Karena antara pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung, hanya melalui dunia maya (online).

Bicara tentang keuntungan pastilah berkaitan erat dengan suatu produk dan pemasarannya. Kebetulan banget, ada acara kece yang digawangi oleh komunitas ISB (Indonesia Social Center) Workshop mengambil tema “Meraup Untung Dari Sosial Media”  pada Sabtu, (21/7/2018) bertempat di Nutrifood Inspiring Center. Menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman dibidangnya, Dany Anwar pengusaha muda yang sukses dengan bisnis sepatu etniknya The Warna dan Imam Mahmudi seorang Digital Marketing Profesional.

image

image

Melihat perkembangan tehnologi saat ini, Sosial Media (Digital Marketing) menjadi media yang paling efektif dan efisien untuk pemasaran. Tinggal mengklik-klik semua barang yang kita butuhkan tersedia, dan sudah berpindah tangan. Menurut Social Network pada Januari 2017, penggunaan youtube menduduki ranking pertama, disusul Facebook dan yang ke tiga adalah Instagram. Jadi untuk saat ini jika ingin memasarkan produk atau jasa, utamakan menggunakan ke 3 media tersebut. Terlebih pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 82 juta, berdasarkan data kominfo. Jadi bisnis di Sosial Media masih luas peluangnya.

THE WARNA
Adalah seorang Dany Anwar, pemuda asal pontianak yang merantau ke Bogor untuk merintis usaha sepatu. Awalnya di Desa Ciapus Bogor, tahun 2013, Dany Anwar hanya punya 3 pengrajin sepatu, saat ini sudah mencapai 55 pengrajin, dan team marketing yang solid.

image

Sebagai salah satu narasumber pada acara itu, Dany Anwar menceritakan jatuh bangunya bisnis The Warna. Sebelum akhirnya sepatu menjadi pilihan terakhir, setelah beberapa kali gagal dalam berusaha di bidang lain. Pilihan sepatu dari bahan etnik, idenya bermula ketika dia mengikuti satu seminar, disana dijelaskan bahwa untuk songket dari Pontianak belum digarap secara maksimal. Dengan berbekal ilmu seadanya, Dany Anwar mulai bisnis sepatu. Awalnya Dany hanya memproduksi flatshoes, tapi kini sudah berbagai macam model bahkan sudah merambah tas dan baju. Karena banyak permintaan dari pelanggan yang menginginkan sepatu dan tas dengan motif yang sama.

image

image

Keberhasilan The Warna tidak dipungkiri oleh Dany, adalah karena adanya Soaial Media, Facebook Bisnis  Sepatu The Warna dan Instagram Bisnis @The Warna. O iya pengambilan nama The Warna sendiri, punya arti atau singkatan dari Warisan Nusantara. Bangga deh walupun masih muda Dany Anwar mengangkat kain tradisional ke taraf nasional bahkan internasional. Saat ini The Warna sudah menggunakan bahan songket, batik dan juga tenun, dari Pontianak, Makassar, Pekalongan, Jepara dan Sunda.

Lalu bagaimana Digital Markering (pemasaran online) mampu membesarkan usaha hingga menembus luar negeri seperti, Korea Selatan, Hongkong dan Taiwan. Semua dilakukan dengan sistem Reseller. Selain menghemat biaya promosi, sistem reseller juga banyak membuka lapangan pekerjaan baru bagi ibu-ibu. Jadi biaya promosi, dialokasikan untuk membina para reseller, dengan cara membuat group whatsshap dan memberikan pelatihan onlime gratis seminggu 2 kali, dan juga Sekkali-sekali mengajak Reseller Ghatering, yang diadakan di cafe untuk memacu semangat para reseller, supaya bisa closing setiap harinya.
Team marketing akan membuat konten-konten, reseller tinggal posting dan menyebarkanya.
The Warna memberikan keuntungan pada reseller 30% dari harga konsumen. Sedangkan di toko pusat lebih mahal dari harga reseller.
Misal harga toko pusat Rp 185.000, harga konaumen Rp 170.000 dan keuntungan reseller Rp 45.000. Cukup besar dan menjanjilan.
Toko pusat atau team marketing biasanya akan mengarahkan konsumen untuk belanja ke reseller.  Hebatnya lagi reseller tidak perlu stok barang ataupun packing, karena The Warna sudah menyiapkan dengan sistem dropship.  Penasaran gimana cara jadi reseller, klik saja websitenya: resellerthewarna.com
Setelah terdaftar dan punya akun The Warna, reseller akan mendapatkan katalog dan sample sepatu,  siap untuk berjualan, tanpa target dan akun The Warna  berlaku seumur hidup.

SHOPIE PARIS
Adalah perusahaan yang bergerak dibidang Fashion, Beauty, dan Healty living, ini awalnya hanya menjual tas. Didirikan oleh Mr. Bruno Hasson pada tahun 1995. Mulai bisnis rumahan, ternyata tas-tasnya berhasil mencuri perhatian banyak konsumen, hingga yang awalnya Mr Bruno hanya punya 3 orang tukang jahit, dengan banyaknya permintaan, akhirnya menambah karyawan dan sewa gedung, dan menerapkan sistem direct selling. Semakin maju dan berkembang sistem penjualan juga diganti dengan sistem MLM, merekrut member dan Business Center untuk mempermudah member yang di pelosok tanah air supaya bisa berbelanja, semacam stockis.

Seperti The Warna, member Sophie Paris juga kebanyakan ibu-ibu.
Kalau sebelumnya dikenal di masyarakat dengan brand Sophie Martin, saat ini dikenal dengan brand Sophie Paris. Dan kini Sophie Paris dikenal sebagai salah satu Platform Social Shopping yang menawarkan produk eksklusif berdesain Perancis. Sophie Paris memahami arti fashion yang sesungguhnya, gaya parisian didesain khusus oleh tim kreatif yang multikultural. Maka hasilnya adalah 2juta member dengan penjualan tas 50.000 perharinya. Akhirnya Sophie Paris kemudian menjadi maju sebagai Platform Social Shopping yang berkelas eropa.
Sophie Paris sendiri adalah ladang bisnis, diperuntukkan bagi siapapun yang ingin menambah penghasilan.
Untuk bisa menjadi member, cara yang ditawarkan sangat mudah. Dengan fitur gabung secara gratis, maka anda bisa mulai menghasilkan uang, dan banyak mendapatkan penghasilan. Kini bisnis dengan Sophie Paris semakin mudah, hanya dengan mendaftar melalui websitenya: http://www.sophieparis.com dalam smartphone, anda dapat menjalankan bisnisnya secara online. Tapi untuk yang daftar secara konvensional, biayanya cuma Rp 25.000 akan mendapatkan katalog Sophie Paris untuk modal berjualan.

image

image

Baik The Warna maupun Sophie Paris, saat ini dimudahkan dan diuntungkan dengan adanya Sosial Media. Menurut  mbak Kiki, Brand Manager Sophie Paris yang hadir saat itu menjelaskan juga member Sophie Paris juga untuk seumur hidup,
Selain mbak Kiki, hadir sebagai perwakilan dari Sophie Paris, adalah mbak Titik, yang akan demo make up untuk riasan sehari-hari. Salah satu dari peserta jadi modelnya, walaupun pakai lengkap dari foundation, bedak, lipstik, blush on, eye shadow, eye liner, dan maskara, terlihat natural, ybs juga mengakui bahwa make- upnya ringan. Dan yang paling penting semua produk Sophie Paris bebas alkohol, jadi aman digunakan bahkan untuk kulit sensitif sekalipun, dan bisa digunakan untuk make up sehari-hari.
image

image

DIGITAL MARKETING
Imam Mahmudi sebagai seorang profesional digital marketing, menjelaskan bahwa banyak orang yang menggunakan digital marketing karena cepat, dapat dilakukan secara personal dan sangat relevan dengan perkembangan takhnologi saat ini. Bekerja cepat, tepat, efektif, untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Walaupun demikian digital marketing hanyalah bagian dari sosial media. Jadi dibutuhkan kontinuitas dalam mengelola pemasaran.

image

Lebih lanjut menurut Imam Mahmudi menjelaskan ada 4 konsep Digital Marketing (AIDA), yang perlu diperhatikan oleh perseorangan atau perusahaan:
* AWARNESS : tahap menarik perhatian konsumen.
* INTEREST : menampilkan keunggulan satu produk untuk membangkitkan rasa suka terhadap produk tersebut.
* DECISSION : konsumen punya keinginan untuk membeli
* ACTION : konsumen akhirnya memutuskan untuk membeli.
Dari 4 tahapan tersebut bila terpenuhi, maka pemasaranya akan sangat berhasil.

Keputusan ada ditangan anda, saatnya memanfaatkan sosial media secara maksimal, sehingga  bisa memberikan manfaat dan keuntungan bagi pemiliknya.

image