Seringkali ibu-ibu bingung dengan variasi menu-menu masakan buat keluarga. Apalagi jelang bulan Ramadhan seperti saat ini, waktu sahur dan buka puasa, pasti jadi PR tersendiri buat seorang ibu. Bagi ibu, menghidangkan masakan special adalah idaman, supaya saat sahur anak-anak jadi semangat menyantap makanannya, begitupun saat buka puasa.

Kebetulan sekali bersama dengan MBC, saya mendapatkan undangan Laonching produk baru, Bakso Bonanza Beef, Rabu (9/05/2018) lalu, bertempat di Kolega Co Working Kuningan.
Jam 09.30, saya sampai di lokasi acara. Begitu masuk, teman blogger sudah banyak yang datang. Sekilas pandang, tempat ini sungguh membuatku jatuh hati, berderet bangku dan meja yang tertata rapi, suasana juga bikin rileks, jadi pas jika buat nongkrong sekaligus bekerja.

Mengunggu acara dimulai di lantai 7, kami ngobrol-ngobrol dan saling kenalan, karena ternyata ada beberapa, termasuk saya yang sudah kenal di dunia maya, baru bertemu muka. Jadilah saat itu jadi ajang perkenalan yang seru.
Tepat jam 10 kami naik ke lantai 7, begitu keluar lift disambut dengan bangku yang super, terlihat kokoh, disampingnya ada foto semangkok bakso dan tulisan Bonanza Beef yang cukup besar, langsung deh minta difotoin teman. Disampingnya terdapat backdroup yang besar lengkap dengan atribut-atribut, yang pastinya buat foto-foto cantik untuk diunggah ke sosial media. Jadilah antrian panjang, karena masing-masing blogger ingin mendapatkan foto terbaiknya. Hehe

Masuk ruangan acara, registrasi dan cari posisi duduk supaya dapet angle foto yang bagus pas acara inti nanti. Diujung sudah tersedia kopi dan susu, sambil menunggu acara dimulai, ngopi dulu kita, tak ketinggalan menambahkan susu, produk dari Hometown  yang masih satu group dengan Bonanza Beef.

image

Selang beberapa saat acara Launching Bonanza Beef Bakso dimulai. Seremonial dipandu mc, dan tibalah saat yang ditunggu-tunggu, sharing sesion tentang Bakso Bonanza Beef, bersama dua wanita cantik:
1. Dayu Ariasintawati, Managing Director PT Great Giant Livestok (GGL)
2. Emilia E. Ahmad (Ahli Gizi) yang biasa menjaga nutrisi para atlet Idonesia
Menurut ibu Emilia, selaku ahli gizi dan nutrisi, mengemukakan bahwa saat ini kebutuhan nutrisi yang berasal dari daging sapi bagi masyarakat Indonesia masih tinggi. Sebab, berdasarkan keterangan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito tahun 2017, konsumsi daging sapi Indonesia masih cukup rendah yakni 2,9kg/kapita/tahun. Salah satu penyebabnya adalah banyak kekhawtiran terkait isu pencampuran daging sapi dan juga penggunaan bahan pengawet. Maka dari itu, ibu Emilia berpesan dan mengharapkan menjadi  konsumen harus pintar dan cerdas dalam memilih produk yang dikonsumsi.
Apalagi saat ini di sejumlah kalangan masyarakat, mulai berkembang program diet tanpa konsumsi produk hewani, dan pola ini menjadi gaya hidup yang berkembang tidak hanya di Indonesia, melainkan juga dianut oleh masyarakat di dunia. Ini jadi tantangan tersendiri bagi para produsen ternak dimana saja. Mengingat program diet sebenarnya tetap membutuhkan asupan protein yang cukup. Kita tidakingin generasi muda saat ini, sejak masa kanak-kanak mengalami kekurangan gizi, termasuk didalamnya perlu cukup asupan protein.

image

Saat lagi serius mendengarkan penjelasan dari ibu Emilia, tiba-tiba disuguhi sate bakso goreng, dari produk Bonanza Beef Bakso. Jadi fokus ke baksonya deh. Hehe
Begitu satu buletan bakso bonanza masuk ke mulut, dan mulai dikunyah, perlahan tapi pasti, rasa dagingnya memenuhi rongga mulut. Bumbu dan kadar asinnya juga pas, lanjut suapan kedua, tiga dan empat, ngga bikin neg, malah pengen nambah lagi. Saya lihat beberapa teman malah sudah nambah sepertinya, haha
Berarti mereka merasakan hal yang sama dengan saya. Enak dan daging sapinya berasa banget.

Kembali lagi ke ibu Emilia, menurut beliau, kandungan protein dari daging sapi sangat penting untuk menjaga metabolisme dalam sel tubuh, sebagai salah satu sumber protein yang merupakan komoditas bernilai tinggi (High Value Commodities), dengan begitu mengkonsumsi protein hewani secara teratur, akan menjadikan tubuh kita  memperoleh pangan nutrisi secara berimbang.
Berbagai persepsi terkait konsumsi daging sapi, kerapkali menjadi faktor yang membatasi komsumsi daging ternak. Sehingga hal teesebut mempengaruhi rendahnya konsumsi daging di Indonesia. “Misalnya cara pemotongan hewan ternak yang tidak sesuai dengan syariat agama, bahkan juga penggunaan berbagai produk pengawet seperti borax, pada akhirnya juga mempengaruhi turunnya minat masyarakat untuk membeli produk daging sapi termasuk daging olahan seperti bakso. Akhirnya mereka membuat sendiri produk bakso di rumah, atau hanya membeli produk bakso yang sudah mereka pahami proses produksinya.

Sedangkan Ibu Dayu selaku Director Managing Bonanza Beef Bakso, menjelaskan bahwa New Product Launching dilakukan menjelang Ramadhan, dengan harapan “Bonanza Beef Bakso” dapat menjadi alternatif menu sahur, buka puasa dan Lebaran. Karena mengandung protein tinggi berasal dari daging bakso, menghangatkan, mudah dalam penyajian, HALAL, AMAN, dan ENAK.
Dengan keinginan untuk berkontribusi mengembalikan bahwa konsumsi BAKSO SAPI, merupakan salah satu BUDAYA KULINER INDONESIA yang dicintai dan aman dikonsumsi oleh semua kalangan termasuk kalangan menengah keatas, yang akan disajikan kepada dunia sebagai salah satu masakan Indonesia yang menghangatkan, sehat dan mudah dalam penyajiannya, GGF (Great Giant Foods) melaunching Produk Baru yaitu “BONANZA BEEF BAKSO”.
Great Giant Foods adalah group dibawah naungan GUNUNG SEWU yang bergerak di bidang  Perkebunan, Peternakan, dan Pengolahan Buah-Buahan dan Animal Protein. Dengan menerapkan Sustainable Integrated Farming and Production, GGF memiliki visi untuk dapat memberikan alternative produk terbaik buat konsumen dari aspek: Food Safety, food traceability, dan reliable source.

Kelebihan Produk Bonanza Beef Bakso:
1. “BONANZA BEEF BAKSO” mengandung 84% daging sapi (100% daging sapi, tidak megandung daging tambahan lainnya) dan yang 16% adalah tepung dan bumbu sebagai pengingkatnya.

2. Gaging sapi yang digunakan dalam “BONANZA BEEF BAKSO” berasal dari peternakan sapi sendiri yang dirawat dengan menerapkan Good Farming Pratise yang menjamin Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare), Keamanan Pangan (Food Safety), dan diproses secara Halal, dan Good Manufacruring Pracrice.

3. “BONANZA BEEF BAKSO” bebas borax, formalin dan pengawet lainnya, jadi aman untuk dikonsumsi baik sejak usia satu tahun keatas.

image

image

Setelah mendapatkan pencerahan dari Ibu Emilia dan Ibu Dayu, saya merasa lebih semangat dan tidak khawatir mengkonsumsi bakso, apalagi setelah sharing sesion ditutup, acara dilanjutkan dengan santapan makan siang bersama, pastinya dengan menu aneka bakso. Sebagai tambahan ada menu rujak pengantin, tapi saya lebih suka menyebutnya gado-gado. Akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada menu gado-gado, tapi tetep ditemeni dengan sate bakso goreng dan sate bakso bakar. Untuk bakso kuahnya porsinya cukup besar, jadi pasti yang makan cukup kenyang, apalagi saya lihat ada tambahan irisan-irisan dagingnya juga. Hmmmmm
Saat itu, momy-momy Blogger dimanjakan dengan berlimpahnya BONANZA BEEF BAKSO, benar-benar harus mengucap syukur Alhamdulillah, sudah kenyang dengan aneka rasa bonanza bakso, ee… pas pulang masih diberikan buah tangan sebungkus bonanza bakso. Alhamdulillah banget, rejeki momy sholeh.
Keesokan harinya, karena belum move on dari Bonanza Bakso, langsung cus bikin bakso bakar lagi,  buat sarapan berdua sama suami. Suami yang biasanya agak alergi dengan yang namanya bakso, disuguhi bakso bakar,  langsung tancap gas, ngga mau pake nasi, saya lihat suami begitu menikmatinya, bilang enak dan berasa banget dagingnya, tidak seperti bakso-bakso yang lain.
Menu lainnya, bakso tumis jagung manis pedas.

image

image

Terakhir, semoga “BONANZA BEEF BAKSO” kedepan semakin diminati semua kalangan, tanpa rasa takut. Dan bisa mengembalikan tradisi Budaya Kuliner Indonesia, dengan mengkonsumsi bakso.

Noted:
“BONANZA BEEF BAKSO” tersedia dalam satu kantong ukuran 500gram, berisi -/+ 30 butir bakso, dijual dengan harga eceran (ritel) Rp 85.000,-/ bungkus.
Dan bisa dijumpai di sejumlah ritel modern yang ada di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, khususnya di Superindo, Ranch Market, Papaya, Lulu Market, Market City dan Hero.
Selamat mencoba.