Tanggal 4 Agustus 2018 lalu, Momi sama Papi G menghadiri Seminar Awam Prematuritas yang diselenggarakan oleh komunitas Premature Indonesia. Momi sama Papi sama-sama sadar kalau kami orang tua yang masih sangat awam mengenai bayi premature. Orang tua baru yang masih banyak kekurangannya, ditambah anak pertama kami lahir secara premature. Kami yakin, seminar ini akan memberikan informasi yang dibutuhkan bagi kami, para pejuang NICU.

Dan ternyata benar, dihadiri oleh anggota komunitas area Bandung dan juga peserta umum, seminar kemarin rame dan informatif sekali! Menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam membantu bayi prematur. Kami pulang dengan tambahan-tambahan ilmu baru.

Awalnya Momi ragu untuk ikutan, karena biasanya kalau ikutan seminar pasti Momi suka cepet bosennya. Karena seminarnya monoton. Ternyata seminar kemarin berbeda. Dibuka oleh dr.Agung sebagai founder dari Komunitas Premature Indonesia. Beliau bercerita mengenai perjuangannya dalam menghadapi kenyataan jika anaknya harus lahir prematur dengan berat lahir 800 gram. Bisa dibayangkan gimana rasanya punya anak semungil itu, gak sampai hati Momi membayangkannya.. Ilya lahir 2065 gram aja kemudian turun ke 1700 gram aja Momi udah sedih, apalagi dr.Agung. Quotes yang diingat dari dr.Agung itu adalah “Semakin kita banyak tahu, bakalan semakin sedih” iya semakin kita pelajari, maka yang dirasa akan semakin sedih. Tapi kita perlu tahu semua itu agar bisa mempersiapkan dikemudian hari.

dr. Agung sedang bercerita sebagai orang tua dengan anak premiee

Narasumbernya juga kompeten, dilanjut oleh Dr. Eddy Fadlyana, dr., Sp.A(K), M.Kes yang merupakan dokter Ahli stimulus motorik anak, membawakan materi tentang Stimulasi Perkembangan bayi prematur. Materi dibawakan dengan cara yang menyenangkan. Kami dibuat tertawa-tawa dengan tingkah laku dr. Eddy. Para ayah juga ditantang kepeduliannya kepada ibu dengan ditanyai sederet pertanyaan mengenai waktu kehamilan ibu, bagaimana cara menghitung masa kehamilan, apa yang dimaksud dengan kehamilan prematur dan banyak lagi. Hal ini menguji seberapa berpengaruhnya dan kepedulian seorang ayah terhadap istri dan calon bayi mereka. dr Eddy mengajak para ayah agar lebih peduli lagi dan membantu ibu dalam membesarkan buah hatinya. Setuju dok! Masa bikinnya berdua yang ngurus cuma seorang? Hihi..

Materi kedua membahas mengenai Mengatasi Beran Badan Bayi Prematur yang Kurang. Materi ini dibawakan oleh dr. Tisnasari Hafsah, Sp.A(K)., kebetulan topik ini adalah topik yang ditunggu-tunggu karena Ilya menurut dsa-nya bb-nya masih kurang. Harus mengejar bb yang ketinggalan Momi sama Papi G gamau ketinggalan informasi sedikitpun. Hihi.

Dilanjut dengan pemateri terakhir dengan narasumber yang bakalan jadi dokter favorit Momi. Dr. Akhmad Yogi, dr., Sp.OG(K), M.Kes. Dulu, pas awal kehamilan Momi pernah diperiksa sekali sama dr. Akhmad Yogi. Kemudian Momi ganti dokter. Tapi sekarang kalau Momi nanti hamil lagi, maunya sama dr. Akhmad Yogi ahhh… (udah ngetag dari sekarang. Hehe) soalnya pembawaan dr. Akhmad Yogi ini menyenangkan banget. Mana suka becanda, materi yang diberikan juga langsung menempel dikepala, saking serunya. Ketika narasumber lain kekurangan waktu dalam menyampaikan materi, dr. Akhmad Yogi justru kelebihan. Karena materi yang diberikan singkat, jelas dan padat! Dulu juga pas Momi pertama dicek sama dr. Akhmad Yogi, beliau bilang “kalau ada apa-apa whatsapp aja bu.” Aduuhh.. udah fixxx mau sama beliau dikehamilan selanjutnya.. duh, jadi gak sabar mau hamil lagi. Haha.

Dr Ahkmad Yogi menyampaikan materi

Seminar kemarin berjalan dengan menyenangkan Mungkin karena kami semua adalah pejuang Nicu dan memiliki masalah yang sama, sehingga materi yang disampaikan begitu menarik untuk disimak. benar-benar pas dengan informasi yang dibutuhkan atau mungkin karena banyak doorprise kali yaaa (teteup Momi suka gratisan šŸ˜)

Merchandise dari sponsor. sayang banget Momi gak dapet doorprise. huhuhu… šŸ˜¢

Bagi Mommies yang mengalami kejadian serupa dengan Momi Kippo, bisa langsung cek ig: prematur.indonesia atau ke facebook: Komunitas Prematur Indonesia. Ada banyak informasi yang bisa dibaca untuk menambah pengetahuan kita. Stay strong Mommies, you’re not alone!