Euphoria Asian Games 2018 mulai memudar. Meski demikian semangat akan kecintaan terhadap olahraga masih terus terjaga. Hal inipula yang membuat saya bersemangat untuk meliput event olahraga kali ini.

Kamis, 20 September 2018 saya bersiap untuk ke Yogyakarta. Sengaja saya memilih jadwal pukul 05.10, agar kereta sampai di stasiun Yogyakarta tepat waktu. Hari ini saya ditugaskan untuk meliput cabang olaraga pencak silat.

Sesuai jadwal, hari ini cabor pencak silat kategori remaja yang akan bertanding diajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018. Venue yang dipilih adalah lapangan tenis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Mengenal O2SN 2018


Mengutip dari website resmi Dikpora Yogyakarta, kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) adalah sarana bagi peserta didik untuk mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter melalui pembinaan kegiatan olahraga yang dilakukan secara bertahap dan berjenjang. 

Kegiatan O2SN menjadi pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga, serta penumbuhan nilai-nilai pendidikan karakter melalui kedispilinan, kreativitas, daya juang, jujur, sportif, kompetitif, solidaritas, dan bertanggung jawab. Kegiatan O2SN ini diikuti oleh siswa dari jenjang SD, SMP, SMA , SMK, dan Siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK).

Final Tanding Putra,  Kalimantan Timur melawan Bali

O2SN Tahun 2018 Tingkat Nasional diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 16 - 23 September 2018. Tema yang diangkat yakni Aktualisasi Potensi, Bakat, dan Prestasi Siswa. Diikuti oleh 1393 peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan PKLK. 

Dalam  O2SN 2018 ada lima jenis olahraga yang diperlombakan. Di antaranya atletik, bulu tangkis, karate, pencak silat, dan renang. Dan untuk siswa SD ditambah dengan senam. Berbagai jenis olahraga tersebut masih dibagi menjadi beberapa kategori.

Cabor Pencak Silat


Cabor pencak silat mencuri perhatian masyarakat Indonesia dan dunia pada ajang Asian Games 2018 beberapa waktu yang lalu. Jelas saja, cabor ini berhasil mengantongi 14 medali emas. Harapan ke depan sudah jelas, bahwa pencak silat yang merupakan olahraga asli Melayu ini, dapat terus bertahan dipertandingkan di Asian Games selanjutnya. 

Masih ingat dibenak kita, sosok Hanifan atlet pencak silat yang berhasil merangkul Pak Jokowi dan Prabowo seusai kemenangannya di Asian Games kemarin? Dia merupakan alumni dari Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2015 di Makasar. Keberhasilan atlet pencak silat di Asian Games jugalah yang menjadi motivasi besar bagi para atlet daerah lainnya. Termasuk dari para atlet muda yang mengikuti O2SN ini. 

Yasmeen Mumtaz

Salah satunya, Yasmeen Mumtaz, siswa  kelas XI kotingen perwakilan  Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Gadis berkerudung ini menjelaskan, bahwa untuk menjadi wakil DIY dia harus lolos berbagai seleksi terlebih dahulu. Mulai dari jenjang sekolah, kabupaten hingga provinsi. Pelatihan tingkat provinsi juga sudah dilakukan secara intens sejak bulan April 2018. Keinginan untuk mengharumkan nama Bangsa suatu saat menjadi penyemangat terbesarnya. Akhirnya di ajang O2SN ini dia juga berhasil membawa pulang medali perunggu untuk kategori tanding putri. Sedangkat peraih medali emas dan perak diraih kontingen Jawa Barat dan Bengkulu.

Sumber Gambar : Ekspresionline.com

Pada cabor pencak silat SMA di O2SN 2018 ini hanya ada dua kategori yang dipertandingkan, yakni tanding putri c dan putra f dan seni tunggal. Masing-masing kategori begitu luar biasa. Saya sendiri begitu kagum melihat semangat para atlet berjuang. Hingga tidak jarang memar harus mereka dapatkan karena kontak fisik jelas tidak dapat terelakkan. 

Para penonton juga tidak kalah meriah. Teriakan penyemangat memenuhi area pertandingan. Beberapa diantaranya juga sibuk mendokumentasikan pertandingan lewat ponsel mereka.


Semoga melalui O2SN ini akan terlahir banyak atlet luar biasa Indonesia lainnya yang siap berjuang membawa harum nama bangsa dikancah Intenasional. Terus berjuang dan berlatih. Semangat!

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.


Thank you,