Sebagai bagian dari kerjasama jangka panjang antara Hansaplast dan Palang Merah, Hansaplast sebagai ahli dalam produk Pertolongan Pertama memberikan dukungan untuk program “Temu Karya Relawan PMI Tingkat Nasional VI Tahun 2018” dalam bentuk berbagi pengetahuan seputar penanganan luka akut dan memberikan apresiasi dalam bentuk hiburan kepada ribuan relawan PMI di Pelabuhan Biru Jatiluhur, Purwakarta. Pengetahuan seputar penanganan luka akut akan diberikan dalam bentuk presentasi dan bincang-bincang dengan Dr Adisaputra Ramadhinara, dokter spesialis luka berserfifikasi pertama dan satu-satunya di Indonesia; sementara hiburan di atas panggung diberikan oleh pembawa acara ternama sekaligus duta Hansaplast, Valentino “Jebreeet”.

“Pada awal tahun 2018, Hansaplast menandatangani perjanjian kerjasama jangka panjang dengan Palang Merah Indonesia di bidang Pertolongan Pertama. Sebagai bagian dari kerjasama tersebut, kami telah melaksanakan berbagai kegiatan termasuk pelaksanaan gerakan Anak Siaga Hansaplast, peringatan Hari Pertolongan Pertama Sedunia, pemberian bantuan kepada korban bencana alam di Lombok dan kini juga dalam pelaksanaan temu karya relawan Palang Merah Indonesia dari seluruh Indonesia yang berjumlah ribuan orang,” ujar Setiawan Saputra, Marketing Manager Hansaplast.

Setiawan melanjutkan: “Sebagai ahli produk Pertolongan Pertama, kami akan berbagi pengetahuan seputar penanganan luka akut dengan bantuan seorang dokter spesialis luka bersertifikasi. Berdasarkan pengamatan kami, ternyata masih terdapat mitos atau pemikiran yang kurang benar mengenai cara tepat menangani luka akut. Kami menghadirkan Dr Adisaputra Ramadhinara untuk membantu memberikan informasi benar serta tip dalam penanganan luka akut. Selain itu, sebagai  bentuk apresiasi kepada para relawan yang dengan sepenuh hati membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan Pertolongan Pertama, kami juga menghadirkan duta Hansaplast, Valentino ‘Jebreeet’ yang akan berbincang-bincang dengan para relawan dengan gaya khasnya.”

“Para relawan PMI tentunya banyak berhadapan dengan situasi penanganan luka. Setiap luka perlu diberikan penanganan awal yang benar, termasuk dibersihkan dengan tepat untuk mencegah terjadinya infeksi. Senang rasanya bisa bertemu dengan para relawan PMI, berbincang-bincang dengan mereka dan meluruskan beberapa mitos yang kurang tepat, seperti anggapan bahwa obat pembersih luka yang semakin perih itu semakin bagus. Jika bisa membersihkan luka dengan tidak menambah perih, kenapa harus memilih yang sebaliknya? Ada juga anggapan bahwa luka tidak boleh ditutup karena akan membuat luka tersebut lembab dan tidak bisa kering – ini juga adalah sebuah mitos. Faktanya, pada tahun 1962, telah dilakukan penelitian yang membuktikan bahwa pada keadaan lembab, proses penyembuhan luka bisa berlangsung lebih optimal, dan hal ini mengubah total paradigma yang keliru selama ini mengenai anggapan bahwa luka kering akan lebih cepat sembuh. Setelah dibersihkan luka perlu ditutup untuk menjaganya agar tidak terkena kuman dari luar, dan setiap kali mengganti plester, sebaiknya luka dibersihkan kembali terlebih dahulu dengan cairan antiseptik yang tepat,” jelas Dr. Adisaputra Ramadhinara, Certified Wound Specialist Physician – seorang dokter spesialis luka bersertifikasi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Penjelasan Dr Adisaputra seputar penanganan luka akut, termasuk beberapa mitos yang kurang benar, akan disampaikan dalam sebuah acara bincang-bincang yang dipadu oleh Valentino “Jebreeet” di hadapan ribuan relawan PMI. Setelah acara bincang-bincang, Valentino “Jebreeet” pun akan menghibur para relawan dengan gaya dan humor khasnya.

“Sungguh pekerjaan mulia yang diemban oleh para relawan PMI yang tanpa pamrih membantu orang-orang dalam berbagai situasi, termasuk membantu para korban bencana alam seperti di Lombok. Semoga kegiatan berbagi pengetahuan dan acara hiburan dari Hansaplast dapat bermanfaat dan membantu membuat para relawan semakin bersemangat untuk menghadapi tugas berikutnya,” tutup Setiawan Saputra.