Matras Airtrack untuk Senam di Rumah

Setelah melahirkan Yumna akhir 2016 lalu, saya sempat dibuat bahagia dengan berat badan yang miliki. Bagaimana tidak? Saat itu berat badan saya turun 5 kilo dari sebelum hamil dan stabil selama berbulan-bulan. Dalam pikiran saya, faktor menyusui dan begadang pastinya menjadi penyebab utama turunnya berat badan ini. Di masa itu, saya bisa bebas makan sebanyak-banyaknya tanpa takut gemuk.

Namun memasuki usia Yumna yang pertama, perubahan mulai terjadi. Baju yang dulu longgar pelan tapi pasti mulai terasa sesak. Perut yang dulu terasa mengecil mulai membesar lagi. Apakah saya hamil lagi? Tidak. Berat badan sayalah yang meningkat secara perlahan. Hanya dalam waktu sekian bulan tubuh yang dulunya langsing mulai gemuk lagi. Duh, nyesek banget rasanya. Rupanya menyusui tak lagi membuat saya kurus. Atau bisa juga karena saya tak lagi melanjutkan KB suntik yang pernah saya lakukan selama 6 bulan.

Dengan berat badan yang semakin meningkat ini muncullah niat saya untuk melakukan diet dan olahraga. Dulu nih waktu masih saya masih belum punya anak cukup rajin mengikuti senam yang diadakan kantor seusai jam kerja. Nah, berhubung sekarang saya sudah punya anak, sepertinya pilihan saya adalah olahraga di rumah saja dengan fasilitas yang ada.

Baca juga : Pola Diet Sehat Untuk Wanita Berusia 30 Tahun

Melakukan olahraga di rumah sendiri sebenarnya bukan perkara sulit. Saya bisa lompat tali di pagi hari, melakukan pose plank yang kelihatannya gampang tapi bikin keringat seember, atau bisa juga mengikuti senam aerobik dengan panduan video youtube kesayangan. Saat ini juga cukup banyak video olahraga di youtube. Bahkan ada juga video olahraga ibu bersama bayinya yang kelihatannya sih menyenangkan. Yang saya perlukan cuma tekad dan disiplin yang kuat dalam menjalani olahraga di rumah ini. Hehe.



Matras Airtrack untuk  senam di rumah

Bicara tentang olahraga yang bisa dilakukan di rumah, selain olahraga yang saya sebutkan di atas ternyata ada lagi nih olahraga yang bisa kita lakukan di rumah, yakni gymnastic atau senam. Gymnastic sendiri berasal dari bahasa Yunani "Gymnos"  yang berarti "berpakaian minim atau telanjang". Nah dalam masa Yunani kuno, senam ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan.

Olahraga senam ini sendiri tak hanya bisa dilakukan orang dewasa, namun juga untuk anak-anak. Pas banget deh buat saya yang memiliki balita berusia 1,5 tahun. Untuk melakukan olahraga senam, tentunya kita memerlukan matras yang akan menjadi alas tubuh kita saat melakukan gerakan berguling atau salto.

Nah, bicara soal matras untuk senam ini, sekarang ada juga yang namanya matras airtrack gymnastic yang bisa digunakan untuk olahraga senam lantai. Matras airtrack ini bentuknya seperti kasur tiup dengan ketebalan 10 cm, 20 cm dan 30 cm dan panjang rata-rata 4 m. Dengan menggunakan matras ini, tentunya akan sangat memudahkan saat kita akan melakukan gerakan salto atau berguling. Tak hanya itu, matras airtrack mat ini juga bisa jadi tempat bermain yang menyenangkan untuk anak-anak.

Baca juga : Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajarkan Anak Mengendarai Motor



Bagi anak-anak sendiri, olahraga senam juga memiliki banyak manfaat yakni:
  • Mengembangkan kemampuan motorik 
  • Melatih keseimbangn dan koordinasi tubuh
  • Meningkatkan kekuatan anak
  • Mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke saat dewasa
  • Melatih ingatan.
Wah kalau sudah begini, saya jadi semangat mengajak anak ikut serta berolahraga di rumah nanti. Anak saya bisa loncat-loncat sementara saya mungkin melakukan beberapa gerakan senam dari youtube. Tinggal siapin matrasnya aja nih kayaknya :)