Semua orang juga sudah tahu kalau setiap peristiwa bukan termasuk berita. Tetapi masalahnya adalah bagaimana cara membedakan peristiwa saja dengan peristiwa yang layak jadi beritaa? Para wartawan di Tribun Lampung dan media veteran sudah khatam masalah ini. Khusus untuk Anda, inilah alasan kenapa semua peristiwa tidak dipakai jadi berita.

berita
source: google



Tidak Semua Peristiwa itu Menarik
Menarik di sini maksudnya menarik untuk disimak oleh khalayak atau umum. Saat kita sarapan pagi itu sebetulnya sudah menjadi peristiwa. Akan tetapi tidak akan menarik kalau dijadikan berita dan disebar ke khalayak. Beda lagi ketika dalam sarapan pagi itu kita adalah seorang publik figur. Kemudian mati di meja makan. Maka, inilah yang bisa diberitakan.



Tidak Semua Peristiwa Terkandung Nilai Kontenplatif
Nilai kontemplatif bersifat untuk membuat penyimak berita menyadari akan kuasa Tuhan, misalnya. Contoh yang paling nyata itu ketika terjadi kebanjiran yang menelan belasan kota besar. Maka peristiwa inilah yang sangat mungkin masuk berita. Soalnya di dalamnya terkandung nilai yang bikin penyimak merenung.


Tidak Semua Peristiwa itu bisa Diinterpretasikan
Jadi, peristiwa yang paling bagus itu bisa memancing tafsiran lain. Seolah-olah memberi peran langsung pada khalayak. Berita yang mampu memancing reaksi dari khalayak boleh dikatakan berhasil. Sama seperti berita-berita yang kerap tayang di Lampung Post dan portal berita Lampung lainnya. Kalau tidak memenuhi unsur interpretatif, maka tidak layak diliput.


Tidak Semua Peristiwa Mampu Melengkapi Berita Lain
Dalam pemberitaan tidak hanya siapa yang lebih cepat memberitakan. Akan tetapi juga tentang mengisi ruang kosong pemberitaan. Misalnya saja media A memberitakan hal tentang artis Indonesia yang mengonsumsi miras. Namun ada celah yang belum diliput, misalnya motif di balik pemakaian miras itu. Anda bisa mengisinya tanpa kehilangan up-to-date.


Tidak Semua Peristiwa itu Penting
Penting kerapkali disandingkan dengan “urgensi” atau hal-hal yang bersifat “mendesak”. Seakan-akan harus diberitakan tanpa terkecuali. Nah, peristiwa yang memenuhi syarat ini pasti sering kebanjiran wartawan. Tidak ada cara lain selain harus menjadi pihak pertama yang meliputnya kalau tidak ingin ketinggalan.


Hal yang tidak kalah penting dari persyaratan peristiwa yang masuk berita adalah penyampaiannya. Sebagai jurnalis, Anda punya utang untuk terus menyampaikan berita yang mudah dicerna oleh khalayak, seperti yang kerap diberitakan di media Lampung Post dan lainnya termasuk berita wisata Lampung. Tetap pegang standar kebakuan bahasa agar tidak terlalu melenceng.