Hi! Karena ini adalah blog pertama gue, jadi mohon maaf ya kalau ada penulisan yang kurang oke dibaca nya. Ini juga lagi coba coba aja sih nulis blog, sampe bingung mau ada topik apa ya yang ditulis buat article blog pertama (ciyee gituu haha..) Sambil dengerin lagu, chatting sama gebetan (eh maaf curcol haha) dan ngopi di minggu malem gini, jadi terinspirasi buat nulis blog tentang kopi! Kebetulan gue itu suka banget sama kopi, apalagi kalau kopi hitam tanpa gula! Hmmm nikmaaatt…
Oke, let’s get started! Pertama nih, kamu pasti sering banget denger kopi Arabica dan kopi Robusta. Eits, tapi kalian tahu gak sih ternyata jenis kopi itu bukan hanya dua, tapi ada empat. Secara umum, kopi terdapat 4 jenis, yaitu Kopi Arabica (coffee Arabica), Kopi Robusta (coffee canephora), Kopi Liberika (coffee liberica) dan Kopi Exelsa (coffee dewevrei). Buat kamu yang bukan penikmat kopi, semua jenis kopi mungkin akan terasa sama yaitu pahit kalau tidak pakai gula (yaiyalah yaa…). Keempat jenis kopi ini sebenarnya punya perbedaan yang cukup significant lho! Biar gampang, ini nih perbedaannya:

Arabica
Biji                          : Cenderung lebih besar dan lebih lonjong
Aroma                  : Aroma wangi mirip aroma campuran buah dan bunga
Cita rasa               : Asam, terasa lebih kental di mulut, dan lebih pahit daripada robusta
Kadar Kafein      : 1.2% (lebih rendah).
 
Robusta
Biji                          : berbentuk lebih bulat
Aroma                  : Aroma manis yang khas
Cita rasa               : Tidak asam, memiliki tekstur yang kasar di lidah dan rasanya lebih manis
Kadar Kafein      : 2.2% (lebih tinggi)

Liberika
Biji                          : ukuran beragam dan berwarna lebih pudar.
Aroma                  : biasanya jenis kopi yang dijadikan varian wangi atau varian rasa buah lain.
Cita rasa               : bila proses yang dilakukan kurang sempurna, maka akan terasa seperti sayuran mentah.
Kadar kafein       : rendah.

Excelsa
Biji                          : lebih kecil dari robusta dan warna kuning cerah.
Aroma                  : Aroma manis
Cita rasa               : mengikuti rasa robusta atau Arabica karena biasanya dicampur untuk penyajiannya.
Kadar kafein       : rendah.
 
Arabica hanya bisa ditanam di tempat yang memiliki ketinggian 700 – 1700 mdpl, dengan suhu sekitar 16 – 20oC lho. Lain lagi dengan Robusta yang bisa ditanam di ketinggian 400 – 700 mdpl, bisa dengan suhu sekitar 21-24oC. Nah kalau Kopi Liberika yang berasal dari Liberia, Afrika Barat ini dapat tumbuh baik di daratan renda walaupun rentan dengan hama. Terakhir, kopi Excelsa ini juga berasal dari afrika barat, namun lebih cocok ditanam diatas ketinggian 750 mdpl. Liberika dan Excelsa agak sulit ditemukan di Indonesia, namun ternyata di Jambi banyak lho pohonnya bahkan ada perkebunannya. Mungkin cuaca dan tanahnya sama ya. Jadi ga heran kopi Jambi punya cita rasa yang unik, karena biji kopi nya mungkin bukan Arabica atau Robusta yang biasa kita temukan. Kalau kalian lagi cari kopi Arabica yang asli Indonesia, gue sih paling suka itu Mandhaeling dan Toraja.. Nah kalau kopi Robusta yang paling terkenal dari Indonesia sih Kopi Luwak.
Lumayan lah ya, kalian jadi nambah nih pengetahuannya tentang varian kopi. Terima kasih untuk membaca ya, maaf kalau ada salah salah kata. See you on my next post!
 
“De gustibus non est disputandum”
“Masalah selera bukanlah sesuatu yang seharusnya diperdebatkan”