Bismillahirrahmanirrahim.....

Minggu kemarin chit chat dengan Uci, eh tiba-tiba Uci bilang pengen bahas tentang barang branded. Hmm, boleh juga nih. Meskipun saya cuma sebatas tahu doang sih tentang merk barang branded, itu juga cuma satu-dua-tiga aja sih. Beli lalu pake barang-barang itu gak? Oh NO, duit saya mah tidak cukup untuk beli barang-barang itu, cyiiin 😂


Lalu, kalau tidak pakai kenapa mau bahas? Ya, pengen aja. Kali aja nanti suatu saat bisa punya salah dua atau tiga barang-barang branded itu dan yang pastinya yang original dong yah. Kalau yang KW atau tiruan merk-merk itu sih jujur saya pun pernah beli ✌

Ohya jangan lupa baca cerita tentang barang branded versi Uci juga yah😉

Well, back to topic: Bang Branded, Haruskah? Menurut saya sih barang branded itu gak harus koq, apalagi orang seperti saya yang pengetahuan fashionnya sangat standar. Tapi kalau semisal dikasih atau dikadoin sih pasti senang banget, gak bakalan nolak. Heheheh. 

Barang branded itu tidak hanya untuk orang dewasa (wanita maupun pria) semata tapi anak-anak pun punya barang branded dari popok kain (clodi) hingga keperluan lainnya, pakaian dan bahkan juga mainan. Duh, bok abook, ampun deh saya, gak kuat. 

Punya barang branded itu bisa jadi salah satu kebanggaan bagi pemiliknya. Jika punya barang branded maka dengan sendirinya status sosial pun bisa meningkat, prestige - sebutlah saja demikian 😀

Baca juga: 5 Barang yang Selalu Ada di Tas Anak

Gimana tidak, kebanyakan orang, biasa menilai kehidupan seseorang dari barang yang dimilikinya. Jika Si A punya tas branded merk H berarti horang kaya, lalu jika Si B punya sepatu merk L orangnya sosialita tuh, Si C punya mobil yang pajaknya lebih mahal dari cicilan family bus per bulan itu otomatis masuk ke golongan lux, punya barang yang harganya mahal looohh. Ayoo, ngakuuu. Biasa dengar bisik-bisik seperti itu kan kalau sedang hosip? Heheheh.

Punya barang branded sih sah-sah saja ya jika memang kita bisa memilikinya (tentu dari hasil usaha dan kerja keras sendiri yah!). Tetapi jika kebelet pengen punya barang branded tapi kudu ngutang sana sini biar terpenuhi keinginannya itu, duh koq berasa sayang banget yah? Mending duitnya ditabung buat beli keperluan lainnya yang lebih penting dan mungkin saja jauh lebih terjangkau dan masuk akal harganya. Atau duitnya itu diberikan ke orang yang lebih membutuhkan, pastinya itu jauh lebih bermanfaat lagi. 

Baca juga: Menikmati Hidup

Kalau saya sendiri sih, karena tahu diri gak sanggup beli barang branded, cukuplah saja punya barang lokal yang kualitasnya oke punya. Bukankah lebih indah rumput sendiri daripada rumput tetangga? Mungkin seperti itulah perumpaan untuk saya. Lebih suka produk lokal yang harganya jauh lebih terjangkau dan barang yang dimaksud itu punya manfaat yang sama dengan barang branded daripada maksain diri pengen punya yang branded padahal akhirnya setelah membeli kemudian menyesal karena barangnya lebih sering nongkrong di dalam lemari ketimbang dibawa kongkow, hihihih.

Nah, gimana menurutmu Temans? Punya koleksi barang branded apa aja nih? Seberapa penting sih barang branded bagi kehidupan kalian? Atau ada pengalaman tentang berburu barang branded yang jadi koleksi itu? Boleh share juga yuks 😊

Note: postingan ini tidak bermaksud menyindir atau apa-apa yah. Cuma sekedar share pemikiran semata dan tidak bermaksud untuk menjatuhkan atau sejenisnya. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan 🙏