Saya sering lihat teman-teman yang tulisannya bagus, tapi mereka jarang mempublikasikan tulisannya. Ada juga yang sering update status menarik di media sosial, dan banyak dibagikan. Sayang banget kalau hanya sebatas itu, nggak dikembangkan lebih jauh lagi. Saya tahu kebanyakan orang menganggap menulis hanyalah hobi yang disalurkan disaat waktu luang saja, dan nggak mikirin harus dapat uang dari menulis. Saya dulu juga begitu, tapi ketika sudah merasakan bahwa dari tulisan bisa jadi penghasilan, saya jadi makin cinta dengan hobi ini.

Beberapa hari lalu saya juga bikin semacam survey kecil-kecilan di instagram story @dudukpalingdepan. Saya buka pertanyaan seperti ini “Ada yang suka nulis tapi belum punya blog? Boleh tahu alasannya kenapa?”. Ternyata saya mendapatkan jawaban yang beragam. Mulai dari nggak tahu gimana cara bikin blog, ada yang bilang nggak punya waktu, malas bikinnya, minta ajarin bikin blog, sampai ada yang bilang kalau tulisannya terlalu bersifat privasi untuk dipublikasikan.

Dari sana saya jadi tahu kalau banyak yang sebenarnya suka menulis tapi belum terlalu tahu bagaimana cara menyalurkannya supaya tulisannya lebih banyak diketahui orang, supaya tulisannya bisa dihargai.

Kali ini saya akan sharing agar bisa membuat tulisannya menjadi transferan. Cara di bawah ini bukan cuma berdasarkan teori, tapi juga pengalaman pribadi saya yang alhamdulillah sudah terbukti.

1. Buatlah Blog Pribadimu

source : Pixabay
Menurut saya, siapapun yang suka menulis harusnya punya blog. Karena manfaatnya banyak banget. Pertama, kita bisa latihan menulis dengan media ini. Kedua, blog bisa menjadi semacam portofolio. Ibaratnya suatu hari ada agency atau penerbit yang mencari penulis baru dengan mengetik kata kunci tertentu di mesin pencaharian. Siapa tahu blog kamu yang muncul, dari sana agency/penerbit bisa melihat gaya menulis kamu, konten yang kamu tampilkan, pesan yang ingin kamu sampaikan, nah bisa jadi ladang rezeki, kan.

Kenapa menulisnya lebih baik di blog? Bukan di media sosial? Sebenarnya menulis di media sosialpun sah-sah saja, tapi sayangnya tulisan di media sosial jarang banget terindeks Google atau mesin pencarian lainnya. Kalian sendiri sering banget kan kalau ingin mencari informasi apapun, langsung ketik kata kunci di Google. Biasanya yang keluar adalah website atau blog yang cocok dengan apa yang kamu cari. Pembacanya pun jadi lebih luas, nggak hanya terbatas pada pengikut di media sosial.

Ada yang bilang bikin blog itu susah. Padahal sama saja kayak register media sosial lainnya. Tinggal masukkan email, dan data-data lainnya, langsung jadi deh. Jangan dibayangkan bikin blog itu berarti kita harus ngerti koding. Saya sendiri juga nggak ngerti kok, saya hanya mengikuti fitur yang sudah disediakan platform blogger.

Mulai bikin blog gimana sih?

Setelah tahu manfaatnya, yang harus kamu lakukan adalah action. Bikin blog itu mudah. Ada banyak platform yang menyediakan wadah membuat blog. Namun yang paling banyak digunakan itu blogger dan wordpress. Jadi kalau mau bikin di blogger tinggal masuk ke website www.blogger.com dan klik tulisan “buat blog” lalu masukkan email (sebaiknya gmail ya) dan ikuti langkah selanjutnya. Kalian juga bisa googling tutorial lengkapnya.

Sedangkan untuk bikin blog di platform Wordpress silahkan masuk ke website www.wordpress.orgdan ikuti langkah selanjutnya. Intinya kalau kamu bisa bikin akun media sosial, pasti bisa juga bikin blog. Karena langkah-langkahnya sudah cukup jelas. Untuk tutorial lengkap cara membuat blog di Wordpress kalian bisa klik gambar di bawah ini.

tutorial membuat blog wordpress hostinger


Mau bikin blog di platform apapun sah-sah saja, yang penting nanti adalah konsistensi mengisi tulisannya.

Kalau ada kebingungan ketika memulai membuat blog atau ada istilah yang nggak dimengerti, kalian bisa cari di google atau jangan segan kirim DM ke instagram saya(@dudukpalingdepan).

2. Percantik Tampilan Blog


Lagi-lagi kalian nggak harus perlu tahu koding kok. Mempercantik tampilan blog disini nggak perlu juga harus heboh atau pasang gambar yang terlalu mencolok. Cukup pakai template (background) yang selaras dengan font tulisan. Jangan pula template blog dominan merah, terus tulisannya warna kuning. Wadaw, kalau begitu bisa bikin migren pembaca.

Pilihlah template warna netral seperti putih, cream,dan warna-warna pastel. Nggak harus pakai template yang berbayar,  kok. Cukup pakai template bawaan blogger/wordpress juga sudah cukup untuk pemula. Intinya enak dilihat dan nggak bikin sakit mata ya.

3. Konsisten dan Fokus



Apa gunanya kalau punya blog tapi ngisinya setahun sekali? Kalah dengan menstruasi yang datangnya sebulan sekali 😝. Penting banget untuk konsisten dan fokus. Caranya gimana? Kalau saya karena memang hobi menulis, jadi ngeblog itu semacam terapi pelepas penat dari rutinitas saya sebagai ibu rumah tangga dan karyawati.

Selain itu saya ingat tujuan saya membuat blog adalah untuk mengabadikan kenangan dan menebar manfaat. Sebagaimana saya yang selalu terbantu dengan informasi dari blog orang lain, maka saya juga harus membantu menyebarkan informasi yang bermanfaat untuk banyak orang melalui tulisan di blog.

Jadi penting untuk menetapkan tujuan ngeblog biar bisa konsisten  ya.

Biasanya agency yang menawarkan job tulisan juga melihat dari konsistensi kita menerbitkan tulisan di blog. Karena dengan sering menulis dan mempromosikannya, tentu akan banyak pembaca yang datang. Sebaliknya, gimana pembaca mau datang kalau updatenya hanya sesekali. Lama-lama orang akan lupa kalau kamu punya blog.

Sekalipun kita punya kesibukan lain yang lebih penting, tetap ada caranya supaya bisa konsisten ngeblog. Sudah pernah saya jabarkan panjang lebar di postingan sebelumnya. Kalian bisa baca di bawah ini:


4. Ikut Lomba Blog


Setelah bisa konsisten menulis, coba ikut lomba blog. Jangan minder dulu hanya karena kalian blogger pemula. Dengan ikut lomba blog, tulisan kita dinilai oleh juri. Kalau belum menang itu tandanya kita harus berlatih lagi. Entah memperbaiki cara menulis, EYD, atau menambah infografis sehingga konten lebih menarik. Kalau menang, itu berarti tulisan kita mendapatkan pengakuan atau apresiasi dari orang lain. Sehingga meningkatkan kepercayaan diri dengan kemampuan menulis yang dimiliki.

Pengalaman saya ikut lomba blog sering kalah juga. Sekalinya menang, Cuma jadi juara hiburan yang hadiahnya kaos dan merchandise. Namun hal itu justru jadi pemicu saya untuk terus memperbaiki kualitas tulisan dan akhirnya pernah juga mendapat juara 1 lomba blog, yang hadiahnya ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Widiiih lumayan banget, kan. Bisa jajan kosmetik atau beliin anak mainan tanpa ganggu pos pengeluaran utama.

Dengan ikut lomba blog, data tulisan kita disimpan oleh panitia/agency yang menyelenggarakan lomba. Bisa jadi dengan data itu ketika mereka ada job, mereka akan menghubungi kita. Alhamdulillah saya sudah membuktikannya. Saya ikut lomba blog suatu brand. Memang nggak jadi juara pertama, tapi beberapa waktu kemudian saya ditawarkan job menulis oleh brand yang sama.

5. Ikut Grup/Komunitas Blogger

source : Pixabay


Biar lebih semangat dan konsisten ngeblognya, jangan lupa untuk bergabung dengan berbagai komunitas blogger. Ada banyak banget, pilih aja yang sesuai dengan kriteria blog atau kepribadin kamu. Misal untuk emak-emak ada grup Komunitas Emak Blogger, Ibu Ibu Doyan Nulis, dan Mom Blogger Community. Khusus untuk perempuan ada grup Blogger Perempuan, Hijab Blog Community. Untuk umum ada Warung Blogger, Blogger Crony, atau grup blogger regional daerah masing-masing.

Dengan ikut komunitas blogger, kita punya banyak teman untuk berbagi. Kalau ada kendala terkait teknis ngeblog, kita bisa tanya-tanya disana. Sepengalaman saya, semua anggota grup sangat supportif.

Selain itu di grup-grup blogger (biasanya di grup facebook) sering banget ada pengumuman job menulis. Kita tinggal isi data dan nanti admin yang akan menyeleksinya. Saya sudah beberapa kali dapat job dari grup-grup blogger yang saya ikuti. Ternyata selain dapat teman baru sesama blogger, bisa dapat uang juga. Double asiknya, kan.

Itu dia lima cara yang bisa diterapkan agar tulisan bisa jadi penghasilan. Siapapun kamu, berapapun umurmu, apapun latar belakangmu, kalau memang hobimu menulis, pasti bisa kok menerapkan tips di atas. Nggak hanya sebagai penghasilan tambahan, kalau serius malah bisa jadi penghasilan utama.

Kalau teman-teman ada pertanyaan atau mau menambahkan tips-tips di atas, sharing di kolom komentar ya.


Related Post :

Jadi Blogger Dapat Apa?

Kenapa Menulis?