Akhirnya kesampaian juga nonton ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) secara langsung. Biasanya cuma lihat di Youtube. Rasanya kalau kita sering melihat satu tokoh di layar kaca atau di internet, dan kagum dengan kiprahnya, pasti ada rasa ingin suatu saat ketemu/lihat langsung. 

Sebenarnya UAS sudah beberapa kali ke Provinsi Jambi. Tapi sebelum-sebelumnya selalu aja saya nggak bisa. Nah, hari ini pas banget jamya ketika saya sudah pulang kerja, suami juga libur piket. Kita bela-belain ke kabupaten sebelah yang jaraknya kira-kira dua jam dari rumah. Alamat lengkapnya nggak tahu, cuma modal nama desa yang saya lihat di spanduk sama google maps. Pokoknya jalan aja dulu, pakai prinsip "malu bertanya sesat di jalan, kalau tersesat ya udah anggap jalan-jalan sekalian".

Saya kira bakalan telat karena di spanduk acaranya jam 13.00 WIB tapi jam 13.30 WIB kami masih separuh perjalanan. Untungnya pas sedikit lagi mau sampai, lewat iring-iringan polisi dan mobil pemerintah daerah. Ternyata UASnya juga baru datang. Berarti saya nggak akan ketinggalan acaranya. 

Sampai disana, waaah gila sih rame banget. Lebih-lebih dari pasar malam. Lebih rame dari calon pejabat kampanye yang ngundang artis dangdut. Saya lihat masyarakat berduyun-duyun menuju lapangan lokasi acara. Dari yang muda sampai yang tua. Dari anak-anak, remaja, mamak-mamak, bapak-bapak, kakek-kakek, nenek-nenek, ada semua. 


Saya juga lihat yang datang dari jauh bukan cuma saya dan keluarga. Tapi banyak juga yang dari kabupaten lain. Ada yang pakai motor, pakai mobil, ada juga emak-emak yang rame-rame duduk di bak terbuka mobil pick up. Jilbab mereka sampai terbang ketiup angin. Salut banget, masyaAllah....banyak hati yang digerakkan untuk mendengarkan ceramah agama. 

Sangking ramainya, tenda yang disediakan panitia nggak cukup. Pas saya datang semua tenda sudah terisi. Jadi terpaksa ratusan masyarakat berdiri di pinggir tenda dan panggung. Untungnya saya kesini sama bapak dan ibu juga. Jadi anak saya bisa dititip ke mereka. Sedangkan saya dan suami berusaha meringsek kerumunan menuju tepi kiri panggung untuk ambil foto. 

Hasil fotonya ya apa adanya begitu. Soalnya nggak mungkin bisa ambil tempat bagian depan. Ini dari samping aja saya kudu pakai optimal zoom in. 

Melihat UAS secara langsung, nggak ada bedanya sama sekali dengan yang di Youtube. Biasanya kan public figure ada bedanya sedikit dengan yang kita lihat di layar kaca dan aslinya. Tapi ini nggak, kok. Beliau pakai batik, celana dasar, dan peci hitam. Sederhana sekali. Salut banget, padahal melihat antusiasme masyarakat yang begitu ramai di setiap tempat beliau ceramah, dan isi ceramahnya yang berisi, pantas kalau UAS disebut ulama besar Indonesia. Tapi tampilannya nggak jauh beda dengan guru pesantren biasa. 


Untuk materi ceramahnya secara general. Membahas ukhuwah Islamiyah, amal sholeh, dan lain lain. Beberapa candaan yang beliau sampaikan pernah juga saya dengar di Youtube. Tapi tetap aja menciptakan suasana tawa renyah diantara masyarakat yang hadir. 

Di sekitar lokasi juga banyak pedagang yang jualan mulai dari makanan dan minuman, mainan anak-anak, pakaian muslim, sampai pedagang anak burung juga ada. Jadi berkah rezeki bagi pedagang di sekitar. Mukhlas aja begitu lihat balon karakter sampai nunjuk-nunjuk, padahal di dompet tinggal empat belas ribu rupiah. Gara-garanya saya nggak ngeh di dompet uang cash sudah menipis, dan ATM nggak ada di sekitar situ. Untung harga balonnya cuma sepuluh ribu. Kalau lebih dari uang yang saya bawa masak ngutang. *ini sekilas info, pemirsaaah*.



Untuk audionya bagus banget dan jernih meski dari radius  satu kilo meter, suara UAS tetap terdengar jelas. Terimakasih untuk panitia yang sudah menyiapkannya.  Jadi walau di luar ruangan dan ramai, nggak ada suara bising atau sember. Kekurangannya karena di lapangan dan siang hari, panas banget euy. Apalagi masyarakat berjubel, jadi tambah panas. 

Akhirnya saya pulang sebelum acara selesai, untuk menghindari ramainya arus pulang. Memang kalau mau benar-benar mendalami isi ceramahnya, mending lewat Youtube. Soalnya kalau kayak tadi banyak banget yang bikin nggak fokus. Panas, takut anak hilang, dan desak-desakan. 

Tapi saya bersyukur bisa datang dan melihat beliau secara langsung meski dari kejauhan. Banyak video-video beliau yang menjadi sumber saya belajar agama Islam lebih dalam. Saya juga salut dengan ceramahnya yang bisa merangkul semua kalangan. Semoga UAS sehat-sehat selalu, semoga makin banyak ulama lainnya di Indonesia yang juga bisa mempersatukan umat dari berbagai kalangan. 

Sekarang di rumah tinggal pegelnya aja nih, soalnya pas pulang anak tidur sepanjang perjalanan di pangkuan *pijit-pijit*. Ada yang suka cerama-ceramahnya UAS juga? Atau pernah nonton langsung juga? Cerita di kolom komentar, ya.