Gimana acara Opening Ceremony Asian Games 2018? Keren kan? Wah, saya juga susah move on  dan pengen balik ke Gelora Bung Karno mulu nih.

Pengalaman bisa melihat langsung event akbar ini, bener-bener bikin happy. Beruntung, saya menjadi salah satu Duta Asian Games 2018.

Menjadi Duta Asian Games 2018 adalah salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya. Karena  bisa jadi, ketika Indonesia jadi tuan rumah Asian Games lagi, saya sudah jadi nenek-nenek kan? Secara pertama kali Indonesia jadi tuan rumah saja tahun 1962. Lama banget kan jeda nya.

WRITINGTHON ASIAN GAMES

Bagaimana Cara Menjadi Duta Asian Games?


Jadi beberapa waktu lalu Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan berbagai kompetisi untuk mendukung Asian Games 2018. Ada Duta Supporter Indonesia, Dance Challenge, Lomba Gapura, ASN Sehat dan beberapa lainnya. Nah, kalau saya mengikuti lomba Writingthon, kompetisi menulis blog bagi para blogger. Alhamdulillah, saya terpilih menjadi perwakilan Jawa Tengah. Tiap provinsi diambil 1 perwakilan sehingga ada 34 blogger dari seluruh Indonesia.

Selama lima hari di Jakarta dari tanggal 15-19 Agustus 2018 saya dan semua Duta Asian Games 2018 mendapat fasilitas kelas wahid. Mulai urusan transportasi, tiket Garuda Airlines pulang pergi saya terima. Kami menginap di Hotel Millenium, hotel bintang empat di kawasan Jakarta Pusat, meski di hari kedua kami pindah di Takes Mansion. Soal makanan, duh, saya bawaannya kenyang , karena nggak pernah berhenti alias makan... mulu. Kami juga datang ke berbagai destinasi wisata plus barbeque party ditemani D'Masiv yang nyanyi buat kita.

Gilak! Bahagia banget!

Saya bakal cerita nih ngapain aja selama lima hari kemarin. Semoga bikin tambah pengen. :)

Baca Juga : Tulisan Ini Membawa Saya Menjadi Duta Asian Games 2018

Rangkaian Acara Bersama Duta Asian Games 2018

Day 1- Sesi Perkenalan


Saya sampai di Bandara Soekarno Hatta pukul 12.20. Karena harus menunggu peserta lainnya, saya baru sampai hotel sekitar pukul 16.00. Setelah merehatkan diri di kamar, malam hari adalah sesi perkenalan kami.

DUTA ASIAN GAMES 2018
Membuat outline tulisan untuk kompetisi

Ada sesi challenge yang bisa kami ikuti. Hadiahnya sebuah laptop dan handphone. Saya sampai lembur semalaman menulis blog untuk mengikuti tantangan ini. Sayang, saya tidak memenangkannya.

Day 2 - Gala Dinner Bersama Duta Asian Games 2018

WRITINGTHON ASIAN GAMES
Gala Dinner di Gedung Arsip Nasional

Hari kedua dimulai dengan tantangan menulis kolaborasi bersama blogger lainnya. Jadi dalam waktu 1 jam, kami harus menulis sebuah artikel.

Setelah sesi ini selesai, kami harus pindah tempat menginap. Dan organizer acara beralih dari Bitread ke Kominfo.

Kami punya waktu istirahat cukup lama, bahkan saya menyempatkan untuk tidur siang. Malam harinya dengan bus kami di bawa ke Gedung Arsip Nasional untuk bersama menikmati Gala Dinner.

Belasan meja panjang dengan dekorasi bunga tertata rapi menyambut kami. Duta Asian Games 2018 lainnnya berkumpul di sini sembari menikmati makan malam. Alunan musik Top 40 memberi kami suasana kemeriahan. Tidak lupa sesi foto bersama bersama Pak Rudiantara, Mentri Komunikasi dan Informatika.

WRITINGTHON ASIAN GAMES

Day 3 - City Tour dan Barbeque Party


Wah, beneran kami memang dimanjakan dengan berbagai kesenangan. Terlebih buat saya yang bisa rehat sejenak dari pekerjaan dan momong anak :)

Pagi-pagi kami mengambil 4 buah kaos dan 1 buah topi untuk dresscode beberapa hari ke depan.

Hari ketiga kami dibawa ke berbagai destinasi wisata di Jakarta seperti  Kota Tua. Melihat banyak koleksi di Museum Fatahillah kami lakukan sekitar dua jam. Lalu dilanjutkan dengan makan siang di Mang Engking Resto. 

Sama seperti Mang Engking Resto di Solo, sajian seafood menjadi andalan. Udang asam manis jelas kesukaan saya.

Seusai dari Mang Engking Resto, perjalanan kami lanjutkan ke Segara Resto Ancol. Saya dan beberapa rekan mampir sebentar di Ancol Mall untuk berbelanja pakaian. 

WRITINGTHON ASIAN GAMES
Di Resto Segara Ancol

Di Segara Resto sudah ditata sedemikian rupa. Sebuah panggung berukuran medium berdiri di depan puluhan bantal besar warna warni. Kami duduk manis sembari menikmati kudapan seperti martabak gurih, mini pizza, mini hot dog dan beberapa jus buah segar.

Yossy Project Pop hadir di tengah-tengah acara untuk mengajarkan kami cara memberi semangat dengan yel-yel. Sunset sore itu sangat indah. Semilir angin pantai membawa rasa kantuk datang melanda.

Untungnya ada Prof. dr. Henri Subiakto, S.H., M.Si., guru besar Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga yang hadir dengan paparan informasi mengenai HOAX.  

Mungkin banyak yang mengira bahwa kehadiran Duta Asian Games ini hanya untuk bersenang-senang. Padahal sebenarnya kami membawa misi, salah satunya dengan menjadi penyebar informasi positif. Kami kaum milenial mempunyai tanggung jawab penting untuk mengedukasi masyarakat akan penggunaaan internet secara bijak. Sehingga agenda pemecah belah bangsa melalui konten digital bisa diantisipasi.

Seusai mendengarkan penjelasan Prof. Henri, dilanjutkan dengan menikmati berbagai hidangan laut dan daging asap. Kesukaan saya kali ini adalah daging asap dengan lumuran saus blackpaper. Rasanya? Enak banget!

Lebih enak lagi, karena saya bisa bernostalgia dengan lagu-lagu D'Masiv.

WRITINGTHON ASIAN GAMES
D'Masiv menghibur dengan lagu-lagu andalan mereka


Perjalanan hari ketiga telah berakhir kami kembali pulang untuk beristirahat di hotel.

Day 4 - Bersiap Menonton Opening Ceremony Asian Games


Saya bangun lebih pagi dihari ke 4. Sarapan di hotel pada pukul 06.30, dilanjutkan dengan berkendara dengan bus menuju TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Salah satu hal wajib yang pasti dilakukan di sini adalah naik kereta gantung. Entah sudah berapa kali saya merasakannya, namun tetap kagum juga dengan landscape Indonesia di atas air yang dilihat dari atas.

WRITINGTHON ASIAN GAMES
Kereta Gantung andalan di TMII

DUTA ASIAN GAMES 2018
Di Museum Penerangan

Perjalanan masih berlanjut, kami menuju ke Museum Penerangan. Namun, tidak cukup lama hanya sekitar 1 jam kami di sana. Break makan siang kami menuju Resto Ikan Bakar Karimata sembari berganti baju.

DUTA ASIAN GAMES 2018
Bersiap di depan GBK

Pukul 14.00 kami sudah sampai di Gelora Bung Karno. Saya pribadi takjub dengan luas GBK ini, sekaligus merasa lelah dengan jalanan panjang yang harus kami lalui.

Untung saja banyak spot foto menyenangkan di sini. Juga puluhan stand dari para sponsor yang memberi berbagai penawaran menarik.

Tiket Opening Ceremony Asian Games 2018 senilai 5 juta rupiah sudah di tangan. Dengan tiket semahal ini tentu saja kami mendapat posisi duduk yang menyenangkan, di tribun utama menghadap langsung ke panggung. Kok nggak di depan panggung pas? Yaiyalah, depan panggung pas hanya untuk atlet. hehehe

SARA NEYRHIZA
Tiket seharga 5 juta sudah di tangan

Kami masuk ke stadion sekitar pukul 17.00, padahal acara baru dimulai pukul 19.00 WIB. Saya menyempatkan diri untuk membeli beberapa makanan dan minuman. Harganya memang lumayan mahal. Apa boleh buat daripada kehausan.

Acara Opening Ceremony jelas membuat saya terkagum-kagum. Penataan panggung, penari dan semangat para penonton membuat stadion GBK begitu meriah. Letusan kembang api membuat jantung berdegup lebih cepat. Bagaimana yang menonton di televisi? Tercengang juga kan?

WRITINGTHON ASIAN GAMES
Amazing Opening Ceremony Asian Games 2018

Pukul 21.00 saya keluar dari stadion. Di tengah jalan bertemu dengan Wishnu Tama, Creative Director dari Opening Ceremony Asian Games ini. Saya ambil foto bersama beliau sebagai kenang-kenangan.

Perasaan saya di hari ke 4 ini sungguh luar biasa. Lelah bahagia bercampur jadi satu. Pukul 00.00 kami baru sampai di hotel. Saya masih punya PR besar untuk packing. Memejamkan mata selama 2 jam, dan harus bangun subuh untuk pulang.

Day 5- Kembali ke Solo


Pukul 5 pagi saya sudah di dalam bus. menuju Bandara Soeta. Penerbangan saya pukul 09.00 WIB, ternyat harus tertunda hingga 10.20. Tetapi syukurlah saya bisa sampai Solo dengan selamat.

Kompetisi Writingthon membawa pengalaman menyenangkan bagi saya. Bukan hanya bertemu rekan baru dari Aceh hingga Papua Barat. Namun juga kesempatan menyaksikan Opening Ceremony Asian Games yang luar biasa.

Baca Juga : Writingthon, Solidaritas dari Aceh hingga Papua Barat


WRITINGTHON ASIAN GAMES

Tulisan yang kami sertakan dalam kompetisi ini juga diterbitkan dalam bentuk buku. Buku ini menjadi bukti bahwa kami 34 blogger dari seluruh Indonesia ini pernah berkumpul bersama.

Terima kasih sekali lagi untuk Kemkominfo dan Bitread yang telah memberikan kesempatan bagi kami mendukung Asian Games 2018.

WRITINGTHON ASIAN GAMES
Mind Master Opening Ceremony Asian Games 

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.

Thank you,