Waktu mungkin telah berlalu dan tidak kuasa terulang, tapi bisakan cinta itu kembali? Ataukah harus berakhir seperti marsmellow yang habis dimakan dan tidak dapat dimuntahkan untuk kembali utuh. Sebegitu rapuhnya hati yang terkikis waktu. Menemukan tambahan hati yang baru memelas layu melihat itu.

Tak ku rasa menyesal atau ingin ku mengulang waktu, yang ku ingin hanya tolehan mu padaku, yang memintamu berhenti sampai aku dapat mengapaimu. Untuk kesekian kali ku mencoba, membuat asa menjadi letih, berpikir rasa telah hilang dalam benakmu, menjauh langkah tanpa mampu ku raih.
Hadirmu mengisi senyum di hati, pergimu menjadi duka yang menyisa. Beberapa putaran waktu telah kita tempuh hanya berakhir dengan jauhmu.

Kecewaku pada diriku membuat yang manis terasa hambar dan kepahitan menjadi-jadi, caramu mendengarkanku masih terpajang dalam ingatan, selayaknya kau ucap perpisahan.
Duka yang kuberikan untukmu kau hadirkan kembali di hadapku, kecewa yang kau rasa, kini ku rasa saat kau tak ada. 

Bisakah cinta itu kembali? memperlihatkan senyumu di hadapanku memberi warna di hidupku dan menutup asa yang pernah terasa. Bisakah cinta itu kembali? menhadirkan sosokmu untuk ku gapai, gengam runduku untuk kau raih.


By : Selvia Vurwatie Novia