Written By : Selvia Vurwatie Novia

       Sebagai kaum hawa yang selalu ingin tampil cantik, tentu gag asing lagi dengan yang namanya beauty care (bahasa kerennya sih perawatan wajah).  Meskipun terkesan ribet, etlis semua cewek di dunia pasti peduli dengan wajah mereka, maka dari itu marak bermunculan produk-produk kecantikan di pasaran mulai dari Pons, Garnier, Wardah, Olay, Loreal dll , yang  bikin kamu rebet buat milih (ini pengalaman pribadi) tidak cukup sampai disitu keribetan terjadi, saat kamu sudah menentukan produk mana yang kamu pilih kamu pasti akan memilih  lagi varian dari produk tersebut, mulai menimbang kaungulan produk or cocok tidaknya dengan kulit wajah. Bagi mereka yang berduit tentunya lebih memili produk dan perawatan di klinik kecantikan atau dokter wajah yang juga marak dimana-mana.

        Aku tipekal cewek yang cuek dengan wajah, gag mau ribet ritual pagi-malam, so sampai kuliah masih memakai bedak tabur My Baby tanpa embel-embel. Kulit ku normal agak berminyak yang syukurnya gag pernah ada jerawat bandel, paling lama 3 hari nempel di wajah lalu gone. Makanya gag pernah ribet dengan wajah.
Sampai akhirnya aku sadar kalau aku ini cewek bukan cowok, nah lo!

       Finally mulailah aku tergiur dengan teman yang semuanya care masalah wajah mereka, dari My Baby aku beralih ke bedak tabur Mark (tanpa embel-embel), lalu aku memutuskan untuk mencoba mengunakan cream wajah for the first time. Seperti yang ku tulis di atas, awalnya aku bingung untuk memilih, hingga akhirnya terpilihlah Garnier, cause banyak yang mengatakan ringan untuk pemula. Untuk pertama aku mencoba cream Garnier Light Complite, lantaran tidak ada keluhan apapun aku mencoba lagi Garnier Night Restore, tidak terlalu banyak perubahan memang, tapi tetap saja aku lanjutkan pemakaian hingga lulus kuliah. Keadaan Jakarta yang lebih berpolusi dari Yogyakarta membuat aku mulai mencoba Garnier Facial Scrub dan Super EssenceGarnier Serum dan jadilah aku memakan serangkaian Garnier sampai sekarang.
    
      Entah kenapa beberapa bulan yang lalu mulai mencoba perawatan wajah di ZAP salah satu klinik kecantikan wajah, yang pertama kali ku coba dengan treatment Zap Photo Facial, yang terdiri dari Face Toning, Face Rejuvenation dan Oxy Infusion sebenarnya lumaian merogoh kantong sih sekitar 499rb dulu untuk treatment tanpa Cream wajah. Treatment di ZAP memang ada perubahan menjadi lebih Glowing, tapi karena gag sering dan only  sebulan sekali hasilnya kurang maksimal.
     
      Sedikit info untuk kamu yang memang doyan cream yang ringan mending coba produk Garnier, ada varian untuk jenis kulit dan rangkaian lengkap untuk dipakai sehari-hari, jika memang mau sekalian teratmen juga bisa kaya aku yang dibarengin Treatmen di Klinik kecantikan, dan anjurannya sih jika kalian memang sudah cocok dengan produk yang ada di pasaran (Bukan produk Dokter), coba untuk  treatmen yang tanpa mengharuskan memakai cream dari klinik tersebut.

     Untuk sebuah klinik kecantikan ZAP tergolong bagus, dan hasilnya memang terlihat, banyak juga testimony positif dari customernya. Hanya saja untuk beauty care di ZAP memang dianjurkan sesering mungkin dan bisa di ulang sampai 4 kali sehari, tapi mengingat harganya yang cukup mahal, mungkin untuk beberapa kalangan dirasa berat juga kalau harus 4x sehari atau 1 hari sekali (1x treatment 199-499rb) haha. Walaupun bisa dilakukan sesering mungkin klinik tersebut mengklam tanta efek samping. Banyak juga loh artis-artis Indonesia yang treatment di klinik tersebut.

      Okay sekian dulu tulisan saya mengenai Beauty Care, karena tidak sering gontak-ganti cream dan klinik so saya hanya mengulas berdasarkan pengalaman saja.
See you next artikel…