Assalamualaiku.
Aku mau bercerita ttg prosesnya aku berhijab.
Aku mencintai sebuah proses yg terjadi dalam diriku sendiri.
Termasuk mencintai proses yang telah terjadi dalam hidupku.
Aku mulai belajar berhijab/berkerudung. Sewaktu aku SMP aku disekolahkan disebuah sekolah bertarafkan internasional islamic school, yg notabene kesekolah harus menutup kepala dengan kerudung. Sekolah disana bagai sebuah pembatas terhadap diri dan duniaku. Kalau mau nakal inget pake kerudung malu sama kerudungnya dan malu sama allah.
Sewaktu menginjak SMA aku girang bukan main karena aku bisa bebas tidak lagi berkerudung dan memamerkan mahkotaku, tapi... Nyatanya semua tak lebih baik dr pemikiran dan ekspetasiku. Tidak memakai kerudung aku seperti tidak ada yg membatasi termasuk aurat.
Lanjut kejenjang lebih tinggi yaitu keuniversitas, kini aku sudah lebih dewasa bagaimana aku menata kehidupanku lebih baik lagi. Tapi? Ada peran ayah yg bermain disini, dulu ayahku bilang seperti ini "pakai kerudung nak supaya barokah jalan hidupmu" aku hanya mengiyakan tanpa mengaminkan ucapan itu.
Malam2 berlalu ada rasa terpanggil lagi untuk benar2 menutup aurat, kumulai berkerudung dengan ilmu yg seadanya didiriku. Pake jilbab ya hanya dipakai tanpa memperhatikan syar'inya.
Setiap kali berbicara mengenai hukum wajib menggunakan jilbab sering kali perdebatan/ pembantahan yang terjadi. karna itu ada beberapa pertanyaan dalam diriku serta keraguan yang terlintas. karena aku masih sangat awam dalam hal agama sangat takut sekali bila aku telah mengenakan hijab tetapi melakukan dosa maka dosanya akan lebih bekali-kali lipat dan membuat aku sangat takut dan akhirnya aku putuskan untuk menteguhkan pendirianku maka aku membaca beberapa artikel dan hadist serta ayat mengenai hukum mengenakan hijab dan apa akibat bila tidak berjilbab dan apakah boleh tidak berjilbab karena belum siap.
Bismillah... Aku berniat berjilbab untuk mematuhi perintah Allah, untuk menjaga ayahku dan suamiku. Karena aku sayang papa aku ingin kita berkumpul disurga dan hanya ini yg bisa kulakukan untuk papa jauh dari api neraka. Aku tahu, amaliyahku belum sempurna, tapi bersama jilbabku, aku akan terus berusaha. Menjadi sholihah untuk mereka