Biasanya istilah yang paling familiar adalah "rejeki datang dari arah yang tidak diduga-duga". Yes of course that's right. Tapi ternyata bukan hanya rejeki, saya menyadari bahwa motivasi juga bisa datang dari arah yang tidak diduga-duga. Mengapa? yah karena saya telah mengalaminya sendiri. 

Bertekad untuk menyelesaikan Skripsi setelah Dibuat Tersinggung Oleh teman SD
Waktu itu ada reuni kecil-kecilan dengan teman-teman SD. Kalau tidak salah, terakhir di kelas 6 SD total kami ada 24 orang. Dan saat reuni kecil-kecilan itu, yang datang kurang dari 10 orang. Yah memang di antara yang datang, hanya saya yang masih berstatus mahasiswa, -mahasiswa tingkat akhir lebih tepatnya (masuk semester 8)-. Yang lainnya ada yang sudah kerja, ada yang sudah nikah, dan ada yang berstatus sedang menganggur -hahahaha-. Yah wajarlah saya masih berstatus mahasiswa. Saya memang sempat menganggur selama setahun sebelum memutuskan untuk kuliah. Mereka cepat selesai karena mereka masuk 2010, sedangkan saya 2011. #Pembelaan

Semua topik pembahasan mengenai masa-masa SD telah habis kami bahas. Entah apa yang dibahas setelah itu, topik pembicaraan lalu mengarah ke skripsi. Padahal waktu itu saya memang lagi galau-galaunya karena skripsi. Saya juga menghilang dari kampus selama sebulan setelah ujian proposal. Lalu salah satu teman menyemangati untuk berjuang menyelesaikan skripsi. Dan seseorang lainnya mengatakan "ini anak lama banget lulusnya, sementara kita-kita sudah selesai", lalu mereka tertawa. Yah mungkin itu hanya candaan bagi dia. Dan sepertinya memang tidak ada unsur yang membuat tersinggung dari kata-kata itu. Tapi yang namanya mahasiswa tingkat akhir yang lagi galau-galaunya skripsi, jadi sangat sensitif  mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan skripsi dan kelulusan. Ditambah memang saat itu saya lagi PMS, maka lengkaplah sudah ke-sensitif-an saya karena perkataannya.

Jujur saya tersinggung dengan perkataan salah satu teman yang datang saat itu. Tapi sebagai mahasiswa yang beretika, saya menyembunyikan ketersinggungan itu dan ikut tertawa dengan mereka -Hahahah-. Padahal di lubuk hati yang terdalam; "okeh silahkan kalian ketawai saya. Tunggu yah kabar kelulusan saya. Saya akan buktikan kalau saya bisa menyelesaikan skripsi itu secepatnya". Dan setelah pulang dari reuni itu, saya benar-benar bersemangat untuk mengerjakan skripsi. Walau agak kesulitan karena setelah proposal, saya menghilang dan terkandas di bab 4. Namun malam itu juga, saya bisa mengerjakan beberapa lembar bab 4. Keesokan harinya, saya langsung melakukan konsultasi pertama pada dosen pembimbing.

Berhubung sebelumnya saya telah menghilang cukup lama, saat saya menemui dosen pembimbing 1, beliau mengatakan "Aduh Ila... itu Ita (sahabat saya di bangku perkuliahan) sudah Wisuda, kamu baru muncul untuk konsultasi?". Respon saya waktu itu? hanya "heheheh". Namun dibalik "heheheh" itu terdapat motivasi yang semakin kuat untuk bisa wisuda di periode berikutnya.

Saya semakin sering muncul di kampus. Konsultasi-Revisi-Konsultasi-Revisi-Konsultasi-Revisi. Saya berjuang selama sebulan sebelum akhirnya di Acc untuk maju ujian meja, tentunya dengan berbagai hambatan. Dan memang, 'proses' tidak akan mengecewakan 'hasil'. Saya wisuda bulan September 2015, tepat setelah periode wisuda sahabat saya Ita (Juni 2015).


Kesimpulannya?
  • Motivasi bisa datang dari ketersinggungan. Tidak masalah bila dihina, dicela, diremehkan atau disinggung-singgung. Yang jadi masalah adalah ketika kita menerima itu semua, kita hanya terpuruk dan tidak ada keinginan untuk membuktikan bahwa kita bisa. Jadikan semua itu sebagai motivasi untuk bangkit. Ubah hinaan, celaan, atau remehan itu menjadi sebuah pujian di kemudian hari. Cause You can do it !
  • Total dalam bertindak, do the best. Ini memang harus. Kalau sudah diremehkan, yah harus benar-benar melakukan yang terbaik. Totally ! Karena kalau setengah-setengah, lebih baik mundur. Karena hasilnya pun tentunya akan setengah-setengah. 
  • 'Proses' tidak akan mengecewakan 'Hasil'. Kalau sudah melakukan yang terbaik dan yakin akan berhasil, In Syaa Allah keinginan kita akan terwujud.
  • Berdoa. Sering-sering konsul dan curhat ke Maha Segala-galanya. Ini adalah bagian terpenting. Tugas kita adalah berusaha dan melakukan yang terbaik. Sisanya serahkan kepada Yang Maha Kuasa.