Broken home.. Kata yang tak asing ditelinga bagi sebagian manusia.
Yang merasakan hal itu pasti akan merindukan sebuah keharmonisan atau keutuhan keluarga.
Canda tawa keluarga yang seharusnya menjadi kehangatan dalam kalbu, kini mulai membisu.
Siapa yang hendak disalahkan?. Ayah? Ibu? Keadaan? Atau diri kita?

 Terpojok disudut rumah, membisu dan tak bergairah.
Begitulah kiranya seorang anak yang merasa broken home(mungkin, hehe), anak merasa tak ada yang memperhatikannya dirumah. Lalu, anak tersebut mencari kebebasannya.
Ada anak yang bebasnya kearah positif dan tak jarang kearah negatif.

Tak jarang anak yang broken home frustasi dan salah bergaul.
Ada yang mabuk-mabukan, mencicipi narkoba(bahkan ketagihan), kabur dari rumah dan bahkan ada yang menjual harga dirinya (Naudzubillah)..

Tapi tak jarang pula yang broken home bisa mengukir prestasi.. Hehe, (kalau semua yang broken home seperti itu, indonesia adem kali yaa..)
Bekali diri kita dengan keimanan,, raih prestasi meski tak ada yang mendukung
Karena Allah selalu bersama orang yang beriman.

Janganlah kita berlarut dalam kesedihan,
Jika kita merasa beban hidup kita begitu berat, maka lihatlah kebawah.
Masih banyak yang memiliki beban lebih pedih dari kita.
Seperti Allah menciptakan tanah yang berlapis, karena semakin kebawah tanah tersebut semakin gelap hingga ke inti bumi yang begitu panas .

Jangan bersesih kawan, apapun itu masalahmu.
Dan Broken home mengajarkan kita bersikap lebih dewasa..

Ayo, ciptakan prestasi kawan !