Puisi ini saya tulis ketika hati saya terluka karena perbuatan seseorang yang tidak kuduga sebelumnya. Marah tak mengapa, tapi tidak untuk dendam :)


KISAH SANG PENYAIR


Berhenti melarangku mengenang cinta
Tak akan lama, kasih itu segera tiba
Pernah sekali, amanat ini kutitipkan padamu
Agar penat tak menyiksa, pengap!
Ribuan imaji hadir, tentang aku dan kamu
Tak percaya?
Seringkali ku terbang tanpa arah
Melayang merasuk mimpi yang tak pasti
Hanya gelap, kosong
Cahaya lenterapun tak kunjung kutemui
Menjelma sebagai kenangan buta
Aku tak sanggup… bukan karena gugup
Aku menyerah… bukan karena kalah atau lemah
Hanya mimpi yang kugantung
Kau begitu cepat menyayat luka
Begitu lambat menyapu perih
Kau… Kau..
Kau bukan sosok yang kusapa

Kediri, sayat 29 Oktober 2015
 
Ex-Rose