Si Doel the Movie

[Spoiler Alert] Kamis, 2 Agustus 2018 lalu, Si Doel the Movie resmi tayang di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia. Sebagai salah satu pengikut sinetronnya belasan tahun yang lalu, saya pun tak mau ketinggalan untuk menonton film ini bersama ibu yang memang sudah request untuk diajak nonton dan 2 orang rekan kantor yang berbaik hati memesankan tiketnya untuk saya. Alasannya jelas dong ya. Ingin tahu akhir kisah cinta antara si Doel, Sarah dan Zaenab. 

Sinetron Si Doel Anak Sekolahan sendiri sudah hadir di televisi sejak tahun 1994. Saat itu sinetron ini merupakan salah satu sinetron dengan rating tinggi dan dibuat hingga 7 musim. Ceritanya berpusat pada kehidupan seorang pemuda Betawi dengan kesedehanaan yang dimilikinya. Nah, yang paling menarik (dan bikin penasaran) dari kisah si Doel tentunya adalah kisah cinta segitiganya dengan Sarah dan Zaenab.

Saya sendiri sebenarnya tidak benar-benar mengikuti kisah Si Doel. Seingat saya sih, terakhir kali saya menonton si Doel itu saat tayang musim ke-3 yang mana ceritanya Babe sudah meninggal. Setelahnya, saya hanya mengikuti cerita Si Doel lewat media internet dan hal terakhir yang ketahui Si Doel akhirnya menikah dengan Sarah. Happy ending dong yaa.

Baca juga : Toilet: Ek Prem Katha, Ketika Urusan Toilet Mempengaruhi Keutuhan Rumah Tangga

Lalu apakah setelah menikah dengan Sarah kisah si Doel berakhir? Ternyata tidak sodara-sodara. Dari status Yanti, saya baru tahu ada lagi Si Doel versi FTV yang bercerita tentang kehidupan Si Doel setelah kepergian Sarah ke Belanda karena rasa cemburunya pada Zaenab. Duh, ya. Meski sudah menikah tetap aja Zaenab nggak bisa lepas dari kehidupan Doel dan Sarah. Dan tenyata kemudian Si Doel malah menikah dengan Zaenab.


Nah, berdasarkan kisah yang inilah kemudian kisah Doel dimulai lagi. Diceritakan 14 tahun setelah kepergian Sarah, Doel akhirnya bisa pergi ke Belanda atas permintaan Hans. Hans meminta Doel untuk mengirimkan barang-barang yang diperlukan untuk acara Tong-tong Fair. Doel yang tahu kalau saat meninggalkannya Sarah pergi ke Belanda pastinya curiga dengan maksud Hans ini. Dan benar saja. Saat di Belanda ia akhirnya bertemu kembali dengan Sarah dan anak mereka yang usianya sudah 14 tahun. 

Setelah pertemuannya dengan Sarah dan Doel junior, Doel dilanda kegalauan. Di satu sisi saat ini dia sudah memiliki Zaenab yang setia menemani. Di sisi lain dia bertemu lagi dengan Sarah (yang mungkin masih dicintainya) plus putra yang menjadi tanggung jawabnya. Apalagi di akhir cerita disebutkan kalau tahun depan Doel kecil akan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya. Dengan Sarah tentunya. Jadi, bagaimana akhir kisah Si Doel? Yah, mari kita tunggu info selanjutnya dari bang Rano Karno. Hehe.

Kesan setelah menonton Si Doel the Movie

Setelah menonton Si Doel the Movie ini, ada beberapa kesan yang ingin saya tuliskan, yakni:

Pesona Si Doel tak kalah dengan Rangga atau Dilan
Yup! Sebagai sinetron yang berjaya di tahun 90-an, Si Doel pastinya memiliki penggemarnya sendiri. Dan ini bisa dilihat dari jumlah penonton yang datang untuk melepas rindu pada kisah keluarga Si Doel. Saat saya menulis postingan ini, Si Doel the Movie sudah berhasil menjaring 1,3 juta penonton. Sukses dong ya, bang Doel. 

Menonton filmnya benar-benar berasa nostalgia
Sebagai seorang yang pernah mengikuti serial Si Doel, menonton Si Doel the Movie ini benar-benar membawa nostalgia tersendiri. Semua tokoh yang di dalamnya masih sama dengan serialnya, dengan versi lebih berumur tentunya. Karakter mereka juga tak mengalami banyak perubahan yang membuat saya seperti ketemu teman lama. Apalagi kelakuan bang Mandra dengan celutukan-celutukannya, duh benar-benar sukses membuat seisi bioskop tertawa.

Kehidupan Si Doel setelah 14 tahun tak banyak berubah
Mungkin ini adalah salah satu hal yang lumayan membuat saya kecewa. Setelah 15 tahun kok ya si Doel hidupnya kayak gitu aja? Profesinya cuma teknisi lepasan dan nggak ada kemajuan seperti punya usaha atau jadi manajer di perusahaan mana. Tapi ya ini mungkin berhubungan juga kali ya dengan alasan si Doel nggak mengejar Sarah ke Belanda.

Zaenab nggak tua-tua
Jujur nih ya, salah satu yang membuat saya kagum di film Si Doel the Movie ini adalah bagaimana ketika semua tokohnya mengalami perubahan fisik, Zaenab malah tampil outstanding dengan kecantikannya. Duh, mbak Maudy, ngiri banget dengan kemampuanmu menjaga bentuk tubuh.

Itulah dia sedikit review dan kesan saya setelah menonton Si Doel the Movie. Teman-teman sudah pada nonton belum?