Berlari di Torch Relay Asian Games 2018 akan menjadi salah satu yang bisa saya ceritakan kepada anak cucu nantinya. Meski bukan sebagai pemegang obor Asian Games 2018, namun saya sudah merasa sangat senang sekali mendapatkan kesempatan untuk berlari dalam 18th Asian Games Torch Relay.


Jauhari Johan – Atlet Triathlon Indonesia


Abdul Rozak – Mantan Atlet Taekwondo Indonesia Peraih Medali Perak Asian Games 1986
Asian Games Torch Relay

Api obor Asian Games ke 18/2018 yang dibawa langsung dari India, tiba di kota Palembang dengan cara yang unik yakni  dengan cara melalui udara. Tinder box yang berisi api abadi dari India dan disatukan dengan api abadi dari Mrapen ini dibawa oleh 54 penerjun TNI AU. Aksi akrobatik udara dari para penerjun TNI AU juga menandai dimulainya pawai obor Asian Games di kota Palembang, Sabtu 4 Agustus 2018.

Apa abadi lalu dinyalakan di mini cauldron di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu  yang menyalakan obor Asian Games lalu menyerahkan obor tersebut kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin . Gubernur lalu berlari membawa obor Asian Games 2018 secara estafet bergantian dengan Kapolri, Kapolda, atlet, mantan atlet hingga artis nasional.

 

 

Sebagai kota kedua penyelanggara Asian Games yang tinggal hitungan hari, semangat Asian Games ini semakin membara dengan kehadiran api obor pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Obor  ini dibawa mengelilingi kota Palembang dari Jakabaring Sport City melintasi Jembatan Ampera, melewati sejumlah jalan protokol di kota Palembang dan dibawa finish di Benteng Kuto Besak.

Dari BKB perjalanan obor Asian Games ini dilanjutkan  menuju Kampung arab Almunawwar dan Pulau Kemaro lalu kembali lagi ke BKB baru diinapkan di Rumah Dinas Walikota Palembang, sebelum nantinya melanjutkan perjalanan ke kabupaten kota di Sumsel pada keesokan harinya.

Pocari Sweat Torch Bearer

Sejumlah atlet, artis hingga mantan atlet berlari secara bergantian membawa obor Asian Games. Seperti atlet asal Sumatera Selatan yang akan berlaga di Asian Games 2018, Jauhari Johan yang berlari membawa obor Asian Games ini hingga mantan atlet Taekwondo Indonesia peraih medali perak di Asian Games 1986, Abdul Rozak . Selain itu ada juga artis Mikha Tambayong hingga Prisa Nasution.

Para artis, atlet maupun mantan atlet yang menunggu giliran berlari ataupun sudah berlari berada di bus Trans Musi. Rombongan pawai kirab itu tersendiri terdiri dari panitia pelaksana Asian Games INASGOC, official partner, media hingga unsur terkait yang terlibat langsung dalam Asian Games.

Saya sendiri diajak Pocari Sweat berlari dari Torch Bearer 9 di Jalan Veteran untuk mengikuti Agnes Natasya, kami mendapatkan jarak lari sejauh 600M. Namun karena semangat yang membara kami berlari hingga Benteng Kuto Besak Palembang.

 

Antusiasme masyarakat Palembang untuk menyaksikan pawai obor Asian Games ini begitu luar biasa. Sepanjang sisi kiri kanan jalan yang kami lalui dipenuhi oleh masyarakat Palembang. Mereka memberikan support untuk kami terus berlari, bahkan ada yang membagikan cendera mata, tidak sedikit kami juga membagikan pernak pernik yang kami bawa atau kami pakai.

Meski cuaca cukup terik namun semangat yang membara tidak mengurangi tekad kami untuk terus berlari hingga ke Benteng Kuto Besak. Finish di Benteng Kuto Besak Palembang, para pelari yang berlari Torch Relay Asian Games 2018 mendapatkan medali.

Saat di BKB saya sempat bercengkrama dengan teman sesama atlet Taekwondo Indonesia yang dulu sempat memperkuat Sumatera Selatan, Abdul Rozak yang pernah meraih medali perak di Asian Games 1986. Saya juga bertemu dan memberikan semangat untuk Jauhari Johan, atlet Triathlon Indonesia asal Sumsel  yang akan berlaga di Asian Games nanti.

Terima kasih banyak Pocari atas kesempatan yang diberikan untuk saya.  Alhamdulillah bisa berada di barisan kemeriahan Torch Relay Asian Games 2018.