P_20180728_161810_vHDR_On-01.jpeg

Sejujurnya aku kurang suka sheet masking. Karena menurutku sungguh sangat ribet . Kenapa? Karena prosesnya panjang, harus buka sachetnya, ambil sheet masknya, menyetelnya sedemikian rupa agar sesuai dengan struktur wajah (part inilah yang paling tidak aku sukai), terakhir menunggunya selama 15 menit dan kemudian selesai. Kalau sheet mask korea atau buatan jepang rata-rata tidak perlu dibilas. Berbeda halnya dengan sheet mask Erha 21 ( collagen mask ini), perlu dibilas kemudian, jadi urutannya berbeda dengan saat penggunaan sheet mask tanpa bilas.

Sebelum aku memulainya lebih jauh, izinkan aku menjelaskan beberapa kata mengenai sheet mask, agar kau lekas mengerti..

Sheet mask itu adalah lembaran yang bisa terbuat dari  cotton, hydrogel atau bio cellulose khusus yang telah di rendam di dalam serum atau essence dengan khasiat tertentu untuk menutrisi kulit lebih dalam.

Karena dia di jual perlembar, jadi konsumen bisa jauh lebih mudah untuk memilih atau mengganti ganti sheet mask sesuai kebutuhan kulitnya. Jadinya mereka bisa membeli beberapa sheet mask dengan fungsi yang berbeda pula, ada yang soothing, hydrating, brigtening, antiaging, dll.

Harga sheetmask bervariasi. Kisarannya bisa antara 15 K- 200 K perlembar.Tinggal pilih mau yang mana sesuai budget.

Durasi pemakaian sheet mask yang efektif adalah 15- 30 menit. Kalau di biarkan kelamaan yang ada ntar kulitmu makin kering , karena air atau kelembapan yang masuk dari sheetmask ke kulitmu nanti bisa ketarik lagi oleh sheetmask. Jadi jangan takut merugi, ikutilah prosedur yang sudah dituliskan wahai anak muda.

Urutan pemakaian sheet mask pada metode skin care korea adalah setelah serum dan sebelum pelembab. ( in between).

Nah, untuk sheetmask besutan erha ini ( karena minta di bilas) jadi aku menggunakannya setelah cleanser.  (Diikuti saja)

baiklah, mari kita awali reviewnya dengan  Harga

Price

25.K, aku membelinya di Erha apothecary Mall Central Park Jakarta

Ingredients

Water, Hydroxypropyl Methylcellulose, Hydroxyethyl-cellulose, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Allantoin, Parfume, Citrus Aurantium Dulcis Fruit Extract, Polyaminoprobyl-Biguanide, Butylen glycol, Dipottasium Glycyrrhizate, Tetrasodium EDTA, natto Gum, Methylparaben, Ethylparaben.

P_20180728_161818_vHDR_On-02

Hydroxypropyl Methylcellulose merupakan polimer viscoelastis semisintetik  yang berfungsi sebagai pengemulsi, agen thickening serta surfaktan dan hampir menyerupai gelatin.  Hydroxyethyl Cellulose juga merupakan agen thickening dan untuk membuat stuktur suatu produk menyerupai gel. Kedua ingredients tersebut memiliki risiko hazard yang rendah.  PEG-40 Hydrogenated Castor Oil merupakan polyethylene glycol yang berasal dari derivat castor oil yang berfungsi sebagai surfaktan serta agen pengemulsi. Allantoin adalah turunan senyawa nitrogen yang berfungsi sebagai pelembab (skin conditioning agent  and soothing agent).  Polyaminoprobyl-Biguanide adalah zat pengawet (untuk membunuh mikroba), dalam kosmetik penggunaannya harus di batasi , yaitu konsentrasinya dalam suatu formula tidak boleh melebihi 0,3%.  Dipottasium Glycyrrhizate adalah skin conditioning (pelembab) yang berfungsi untuk melembabkan kulit dan mengatasi kulit kering (cara kerjanya seperti humektan) berasal dari ekstrak Licorice (akar manis) . Natto Gum adalah antikoksidan poten yang berasal dari protein kedelai.

yang berpotensi mengiritasi

– PEG-40 Hydrogenated castor oil (bagi yang alergi dengan castor oil

– Polyaminorpobyl biguanide (pengawet)

Claim :

Collagen mask dengan phytocollagen, yang membantu menyamarkan garis halus dan menjadikan kulit terasa lebih lembab, elastis, lembut, diperkaya denhan Orange fruit extract dan licorie extract untuk membantu mencerahkan kulit. Aplikasikan kolagen secara teratur minimal dua kali seminggu, atau gunakan setiap hari untuk hasil yang optimal. 

Perhatian : 

Untuk pemakaian luar, bila terkena mata segera basuh dengan air. Bila terjadi iritasi pada kulit segera basuh wajah dengan air dan hentikan pemakaian. Hindari pemakaian pada kulit yang luka , sensitif, atau terbakar matahari. HANYA untuk sekali pemakaian dan gunakan segera setelah kemasan di buka. 

PACKAGING

Packagingnya seperti kemasan sheet mask biasa, yaitu berupa lembaran plastik berbentuk persegi panjang, yang bewarna  putih susu. Sheetmasknya warna putih biasa yang terbuat dari bahan cotton dengan serat yang lumayan lembut.

 

 

Texture

Cairan sheetmasknya tidak kental, agak runny dan watery gitu.

Scent

Wanginya segar, ibarat aroma buah yang bercampur dengan aroma sitrus. Sedikit strong dan menyengat menurutku.

How I used This : 

Aku menggunakannya sesuai dengan petunjuk pemakaian, yaitu pertama membersihkan wajah dengan pembersih, kemudian mengeringkannya. Terus langsung menggunakan kolagen mask dengan cara di rentangkan masknya dan di tempelkan ke kulit wajah, dengan durasi 10-15 menit ( tapi di label produk durasinya yaitu 20-30 menit) . Aku jarang nunggu 20-30 menit saat sheet masking, ga betah aja akunya, jadi win win solution nya adakah dengan memilih standar durasi baku (15 menit).

 

P_20180729_150410_BF-01

Review/ Result

Ukuran sheet masknya sedikit kebesaran, terutama untuk bagian undereyes, harus aku kelim ke dalam supaya tidak mengenai mata.  dan juga ada bagian-bagian yang tidak tertutup sempurna (mungkin karena potongan-potongannya kali ya). Cairan essence/serum sheetmasknya terasa dingin dan memberikan efek soothing di wajah, yang enaknya ga bikin lengket, dan lumayan mudah meresap sih. Walaupun teksturnya agak sedikit runny namun ajaibnya serum di dalam sheetmasknya ga netes-netes ke leher. Setelah pemakaian (dan membilas wajah dengan air), wajahku terasa segar dan kenyal , namun efek mencerahkannya sama sekali ga terlihat. Pada pemakaian pertama kali, aku sedikit jatuh hati sama sheet mask ini, pada pemakaian kedua biasa aja karena efeknya ga begitu signifikan, dan anehnya pada pemakaian ketiga, mulai deh wajahku terasa gatal beberapa detik setelah aku nemplokin sheet mask ini ke wajah. Ada kemungkinan salah satu dari ingredients sheet mask ini memicu sensitisasi pada kulit wajahku, tapi aku ga tahu mau blame ingredients yang mana.. tapi kemungkinan besar sih Polyaminoprobyl-Biguanide (pengawet), karena aku baru kali ini menggunakan produk yang pengawetnya menggunakan ingredients tersebut. Ingredients lain aku sudah pernah terpapar pada beberapa produk lain dan sejauh ini ga bikin sensasi gatal. Syukurlah yang aku rasakan cuma sensasi gatal doank dan tidak dibarengi dengan ruam-ruam merah, kulit terkelupas atau pun break out. Setelah yang ketiga muncul sensasi gatal, aku masih berusaha berpikiran positif dan give it a try pada kali ke empat. Eh ternyata tetap bikin gatal. so i decide to stop forever :). Padahal jika ga bikin iritasi di kulitku sheet mask ini lumayan loh untuk menutrisi dan mengembalikan kekenyalan kulit. 

Score

6/10

Karena efeknya bikin iritasi di aku setelah pemakaian ketiga, aku rasa aku ga akan lanjut menggunakannya.

bagaimana dengan teman-teman?apakah pernah menggunakan sheet mask ini?apakah pada kalian hasilnya memuaskan? atau muncul reaksi iritasi seperti aku juga? share pengalaman kalian dan comment di bawah ya 🙂

 

terima kasih, sampai jumpa pada review dan postingan selanjutnya…