Saya mulai bikin blog tahun 2009, saat itu lagi hits banget bikin-bikin blog karena virusnya Raditya Dika. Penulis yang awalnya bikin buku dari kumpulan tulisannya di blog. Kayaknya waktu itu banyak banget blog yang nichenya personal-komedi. Saya pun jadi terpengaruh, makanya awal-awal tulisan itu kebanyakan curhat doang.

Nah itu dia kayaknya kesalahan saya, bikin blog cuma buat ikut-ikutan.


Saya tahu saya punya rasa ketertarikan dengan dunia tulis menulis. Beberapa kali puisi dan cerpen saya masuk koran lokal. Saya pernah juga jadi tim redaksi perwakilan sekolah untuk kolom Xpresi koran lokal di Jambi.



Sayangnya saya nggak sadar waktu itu kalau hobi saya bisa jadi sesuatu yang berarti bahkan bisa jadi profesi. Seiring waktu karena lingkunganpun nggak ada yang mendukung hobi saya, jadinya saya fokus ke akademik. Mungkin banyak yang kayak saya, dimana orang-orang di lingkungan kita menganggap bahwa sukses itu kalau bisa jadi PNS, Polisi/TNI, Guru, Bidan, Dokter, semata. Sedangkan profesi penulis, pelukis, desain grafis, pengusaha, dll, cuma profesi untung-untungan.
Sampai saya sekarang punya anak, saya bertekad dia boleh punya cita-cita apa saja asalkan halal.

"Miny, Mukhlas mau jadi fotografer"
"Kalau Mukhlas suka, nanti kita cari sekolah atau kursus fotografi yang bagus ya"



"Miny, Mukhlas mau jadi pengusaha"

"Pengusaha apa? Miny bantuin modalnya ya"



"Miny, Mukhlas mau jadi pelawak"

"Hahaahaha, wkwkwk"
"Kok Ketawa Miny?"
"Lah katanya mau jadi pelawak, itu bentuk support Miny. Lagian sekolah pelawak dimana sih?"


Itu sedikit dialog khayalan absurd saya sama Mukhlas (sekarang masih umur 1 tahun) kelak, kalau dia sudah bisa mengutarakan cita-citanya.


Oke lanjut ke kisah tulis menulis.

Makanya dulu saya nulis blog bisa sekali dalam satu purnama. Alias setahun paling cuma 3-4 postingan, bahkan ada juga yang benar-benar off nulis. Itupun nulis cuma sekadar nulis, posting, sudah. Paling cuma share link di facebook. Nggak ada ikut-ikut grup blogger, nggak ada blogwalking. Yah pantes lah ya kalau pengunjung blog ini dulu kayak kuburan. Isinya paling nisan sama orang pacaran.

Sampai tahun lalu, saya punya anak dan cuti melahirkan berbulan-bulan. Ngurus anak bayi rasanya memang repot dan melelahkan. Saya butuh sejenak "pelarian". Tapi apa yang bisa saya lakukan dari rumah? yang waktunya fleksibel? Saya nggak mau cuma main media sosial doang.

Lantas saya teringat blog saya. Saya pikir kenapa nggak saya sharing tentang pengalaman persalinan saya operasi caesar? saya ingat waktu hamil, saya googling tentang cerita persalinan. Kebanyakan blogger menulis persalinan normal. Setelah saya mengalami sendiri, saya tulis saja secara detail rasanya melahirkan dengan operasi, persiapan mental, mitos-mitos terkait persalinan caesar, dll.

Kali ini saya nggak cuma asal nulis, posting, selesai. Tapi saya ikut bergabung dengan grup-grup blogger di Facebook dan Google+. Saya share tulisan saya disana. Dari sana juga saya menjelajah rumah-rumah para blogger. Saya baca artikel mereka dan saya tinggalkan juga komentar.


Saya baru sadar bahwa blogwalking itu menyenangkan. Saya bisa membaca pengalaman orang lain yang bisa menjadi pelajaran untuk saya. Saya bisa tahu tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi. Saya juga mendapat wawasan dan informasi yang saya nggak tahu sebelumnya.

Semenjak itu blog saya jadi kayak pasar komplek, lumayan rame euy.

Bahkan tulisan cerita persalinan saya itu menjadi peringkat pertama di mesin pencarian google dengan keyword "pengalaman operasi caesar".



Senang banget dong, saya belum mengerti trik-trik SEO. Waktu itu murni karena saya ingin berbagi pengalaman, agar ibu-ibu lain yang harus operasi caesar juga punya mental yang kuat.

Dari situ saya semangat lagi buat ngeblog. Mulai ngerapihin postingan, tulisan-tulisan alay dulu saya hapus. Apalagi ada curhatan tentang mantan, beeeeh sebelum dibaca suami gercep dihapus ya, shay.

Saya juga beli domain, dulu nama blog ini nama saya. Tapi saya lebih suka yang sekarang karena lebih ear catchy dan ada kisah tersendiri.


Selain domain, saya juga beli template. Kalau dulu templatenya gratisan dari blogspot. Alhamdulillah waktu itu sempat menang lomba blog hadiahnya uang tunai, saya pakai untuk beli template dan sticker biar postingannya lebih seru ada ilustrasi ekspresi. 

Saya baru nyadar bahwa kalau diseriusin hobi saya yang satu ini bisa menghasilkan juga lho. Sumbernya bisa dari lomba, sponsored post, dan adsense. Selain dapat uang, juga bisa dapat barang untuk diriview. Gilak yaaa dari 2009 bikin blog, 2017 saya baru tahu kalau dari ngeblog bisa dapat duit. Bayangin kalau dari 2009 itu saya aktif terus, duh sekarang bisa jadi famous blogger deh *halu-halu dikit boleh lah ya wkwkwk*.

Tapi nggak apa-apa sih, saya yakin setiap orang punya takdirnya masing-masing. Saya masih bersyukur Allah berikan kesempatan untuk melakukan hal yang saya senangi semasa hidup saya. 

Jadi kalau sekarang orang-orang nanya "Untungnya ngeblog apaan sih?" Saya bisa jembrengin beberapa poin di bawah ini :

💜Melatih Kemampuan Menulis💜

Kalau kita merasa mempunyai ketertarikan di dunia tulis menulis, blog adalah wadah yang tepat. Nggak semua orang yang suka nulis langsung bisa bikin buku, kan? nah blog ini bisa jadi semacam tempat untuk menampung ide, opini, dan unek-unek kita. Siapa tahu dari kumpulan artikel di blog, kelak bisa bikin  buku atau ada penerbit yang main ke blog kita dan menawarkan untuk menerbitkan buku. Who knows?

Dengan memposting tulisan kita di blog, semua orang bisa baca. Kalau di media sosial terbatas hanya pada friendlist atau followers kita saja, kan. Komentar-komentar dari pengunjung blog juga bisa jadi bahan evaluasi dan penyemangat kita untuk terus mengasah kemampuan menulis. 


💜Menambah Wawasan💜

Jujur, saya pribadi kayaknya masih banyak waktunya dipakai main media sosial dibandingkan ngeblog. Tapi manfaat yang saya rasakan sebenarnya lebih banyak ketika berselancar di dunia blogging. Kalau di media sosial, ada yang membagikan informasi tapi tidak utuh alias sepotong-sepotong. Seringkali informasi sepotong itu membuat pembaca rancu dan salah paham. 

Kalau di blog, penulis bisa menjelaskan informasinya lebih panjang dan rinci. Misalnya tentang mitos kesehatan, kita jadi tahu kan informasi detailnya kenapa hal tersebut mitos? dan apa fakta yang benar? dilengkapi dengan beberapa gambar pendukung. 



Intinya hoax lebih bisa diminimalisir disini karena informasi yang diberikan lebih lengkap dan biasanya blogger yang profesional mencantumkan sumber literasi dari informasi yang dia berikan. 


💜Menambah Minat Baca💜



Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, dengan blogwalking itu artinya kita membaca artikel orang lain. Semakin banyak mengunjungi blog orang, semakin banyak pula kegiatan membaca kita. Selain membaca blogpost, biasanya blogger juga rajin membaca buku untuk mencari refrensi. Berfaedah banget kan dibanding scroll-scroll akun lambe curah?

💜Selalu Up To Date💜

Biasanya konten yang ditulis blogger berkaitan dengan hal-hal yang lagi happening. Makanya kita harus rajin cari refrensi baik dari media cetak atau visual. Selain itu, lagi-lagi blogwalking membuat kita jadi up to date. Sering banget saya menemukan review produk yang sangat saya butuhkan tapi saya baru tahu nama brandnya ya dari postingan itu. Belum lagi kalau ada blogger yang mengulas event launching produk atau teknologi baru, dengan begitu saya jadi up to date. (muka saya aja sih yang nggak bisa dibikin up to date)


💜Bisa Dijadikan Penghasilan Tambahan / Utama💜



Nah bagian ini yang paling menyenangkan, hehehe. Tentu bahagia banget kan kalau hobi kita bisa dihargai dengan mata uang. Dengan adanya orang yang membayar jasa kita untuk menulis, itu berarti kemampuan kita diakui. Sebuah pengakuan itu biasanya membuat kita lebih semangat untuk memberikan yang terbaik *apalagi kalau mikirin bisa beli lipstick selusin warna dari bayaran nulis*.

Namun bukan berarti ketika kita membuat blog otomatis tawaran sponsored post berdatangan begitu saja. Semuanya perlu dibangun dari awal, dengan kerja keras dan passion. Makanya biasanya pekerjaan sebagai blogger adalah panggilan hati. Kalau orang yang bikin blog semata-mata hanya karena uang biasanya mudah stres dan panik kalau lihat statistik pengunjung yang turun/sepi.

Seperti yang saya tulis di atas, kita butuh "merawat" blog kita. Anggaplah blog adalah rumah, dimana kita berharap banyak orang bertamu setiap harinya. Tentu kita perlu menyiapkan suguhan dan penampilan yang membuat mereka betah dan sering berkunjung kemari. Pemakaian domain dan template premium tentu menjadi  perhatian. Tapi jangan lupa, kualitas dan kuantitas konten adalah hal utama yang harus diperhatikan. Next time, saya akan bagikan tips untuk tetap bisa update blog meskipun sibuk, ya. 

Sampai saat ini saya hanya menjadikan penghasilan dari ngeblog sebagai penghasilan sampingan. Karena memang saya bekerja di lembaga pemerintahan senin-Sabtu, tentu lebih banyak menyita waktu. Belum lagi prioritas utama saya adalah keluarga, terutama anak masih berumur setahun. Sudah bisa update 4-7 kali dalam sebulan saja rasanya sudah bangga sama diri sendiri. 

Tapi ada lho teman-teman yang memang menjadikan blogger sebagai penghasilan utamanya. Bahkan sampai resign dari kantor. Kalau itu perlu keberanian dan rencana yang matang, ya. Pernah sih saya berandai-andai, ah enak juga kalau jadi full time blogger jadi nggak ada halangan untuk datang ke event-event yang diinginkan bahkan di hari dan jam kerja sekalipun. *berandai-andai aja boleh lah ya*.

💜Menambah Networking💜

Semenjak rajin ngeblog, ada beberapa blog yang rajin saya kunjungi dan mengunjungi balik. Nggak cuma itu kami juga saling follow di media sosial. Alhamdulillah, dari hobi menambah silahturahmi. 

Bagi yang jomlo, siapa tahu dari ngeblog bisa dapat jodoh. Seru juga kan kalau punya pasangan yang sesama blogger, bisa bertukar pikiran dan kerja sama untuk bikin konten yang bagus. *brb buka biro jodoh*

Oh ya Networking ini juga bukan cuma teman lho, tapi juga brand-brand yang bekerja sama dengan kita. Cuma jadi blogger lho saya bisa berkomunikasi dengan orang Tokopedia, Mooimom, dan brand lainnya. 


💜Jadi Tahu Ilmu Marketing💜

Dulu saya nulis cuma sekedar nulis, posting, selesai. Alhasil blog udah kayak hati para jomlo, sepi. Makanya agar tulisan saya banyak dibaca waktu itu saya belajar cara "memasarkan" tulisan saya. Dengan baca-baca dari berbagai sumber, saya jadi tahu bagaimana cara untuk meningkatkan pengunjung ke blog saya.



Saya juga mulai belajar trik-trik SEO, cara story telling, menulis dengan selipan humor, dll. Saya juga berusaha mengunggah konten yang menarik dan bermanfaat di media sosial saya. Karena sebagai blogger kita harus pandai "menjual kemampuan" kita. Makanya dengan jadi blogger setidaknya sedikit banyak kita jadi tahu ilmu pemasaran. 


💜Dikenal banyak orang / punya fans💜

Kalau poin yang ini kayaknya cuma berlaku sama blogger yang udah terkenal lah ya, kalau kerikil tepi jalan kayak saya mah belum dikenal banget. Walaupun sudah ketemu beberapa orang yang bilang "kakak yang punya blog dudukpalingdepan" itu ya? bikin saya jadi tersapu malu. 

Tapi kita pasti tahu nama beberapa nama blogger yang sudah malang melintang di media nasional, kan? nah mereka semua juga bermula dari melakukan hobinya, yaitu menulis. 

Siapa tahu suatu hari nanti kita bisa terkenal juga.

Ah, tapi saya takut terkenal. 

Takut dibully. 

Warganet Indonesia kan kejam-kejam. 




***

Nah itu dia keuntungan jadi blogger. Sebenarnya blogger sama saja dengan profesi lainnya, punya suka dan duka. Namun apapun itu usahakan segala yang kita kerjakan berasal dari hati. Kalau dari hati, hasilnya pun akan memberikan kepuasan batin dan kepuasan kantong *teteup*.



Kalau kalian gimana? apa sih enaknya jadi blogger dari yang kalian alami selama ini? Ceritain di kolom komentar, ya.